
Ibu dan ayah Nazulfa adalah orang yang sangat sederhana. Hidup di desa dengan kehidupan menengah kebawah namun semua anak-anak nya mampu bersekolah dan menjadi anak yang pintar.
Dengan keserhanaan itu orangtua Nazulfa tidak berani meminta banyak pada menantu nya. Calon menantu yang akan melamar anaknya asalkan sayang dan bertanggungjawab itu sudah cukup. Mereka lebih utamakan pria yang sholeh dan berakal daripada pria yang kaya namun tidak rajin ibadah.
Dengan begitu Shahzad merasa lega. Karna tidak banyak permintaan keluarga Nazulfa. Tapi di keluarga Shahzad adat budaya sangat penting. Mereka menginginkan pernikahan secara adat mereka. Dan Walima Nazulfa harus di Pakistan.
Rencana pernikahan telah ditetapkan.
Nazulfa memilih tanggal pernikahan sesuai hari ulang tahunnya. Namun tuan kadhi bilang jangan bersamaan kalau boleh mundurkan sehari.
Akhirnya fix 7 Februari menjadi tangal pernikahan yang telah di tetapkan.
Shahzad pun segera mengabarkan berita gembira ini ke Pakistan. Semua orang bahagia menantikan hari baik ini. Hanya satu bulan lagi saja waktu mereka mempersiapkan semua acara.
Shahzad sibuk mempersiapkan apa saja yang akan menjadi hantarannya, dan mas kawin seperti apa yang akan ia berikan untuk pujaan hati nya itu.
Tak lupa pula Shahzad memberitahu CEO atau biasa ia panggil bos yang juga sudah di anggap seperti saudaranya sendiri.
Bos langsung memberikannya beberapa ribu ringgit untuk membeli apa-apa yang dibutuhkan Shahzad.
Shahzad pergi membeli cincin pernikahan di toko perhiasan milik client yang pernah mereka dekor.
Cincin Pernikahan Shahzad untuk Nazulfaš„°
Shahzad juga mempersiapkan hantaran sederhana yang tidak akan sulit Nazulfa membawa pulang ke Indonesia.
Ia tidak membeli perabot atau pun banyak barang, sebab mereka juga berencana ketika nanti Shahzad bisa ke Indonesia barulah membeli apa pun yang diperlukan.
Sebagai gantinya Shahzad hanya memberikan uang dan beberapa box yang telah di hiasnya untuk Nazulfa.
Maklumlah Shahzad bekerja sebagai profesional dekor, ia pandai membuat sesuatu yang sederhana menjadi terlihat manis.
__ADS_1
Box berisi set perhiasan untuk Nazulfaš„°
Cincin Emas berbentuk bunga, Parfume, Sepatu dan Tasš„°
Bros Mutiara Asli
******
Begitulah cara Shahzad menghargai Nazulfa. Meskipun pernikahan ini akan di laksanakan secara siri namun bagi Shahzad pernikahan ini akan menjadi pertama dan terakhir sampai maut memisahkan.
Begitu banyak duka dan airmata yang telah tumpah dalam perjuangan cinta beda negara.
Saat bahagian tinggal dua minggu lagi. Shahzad bertanya pada Nazulfa siapa saja yang akan datang ke Malaysia.
"Assalamualikum.. Nazulfa.." panggil Shahzad.
"Siapa saja yang akan datang ke Malaysia untuk pernikahan kita..?" tanya Shahzad.
"Ayah, Ibu, Tante Diana, Tante Zaima, Sama sepupu ayah.." jelas Nazulfa.
"Ok saya mau pesan tiket.." ujar Shahzad.
"Iya.." jawab Nazulfa.
"Bagaimana gaun pengantin awak dah dapat ke belum.." tanya Shahzad.
"Belum.. Saya hantar duit awak beli warna silver, saya pakai salwar kemiz je nti." ujar Shahzad.
"Ok baiklah.." Nazulfa hanya ikut saja sebab semua biaya dari Shahzad.
"Semua orang sibuk mempersiapkan pakaian meraka untuk dipakai saat hari H nanti. Mereka akan melaksanakan pernikahan di rumah Dinda saudara mereka yang berada di Malaysia.
__ADS_1
Kini semua sudah ready, tinggal menunggu bang jo sepupu Nazulfa mengantarkan mereka ke bandara.
Pesawat Malaysia Airline telah mendarat.. Shahzad dan sepupu nya sudah menantikan mereka di pintu keluar.
Melihat Nazulfa dan keluarga Shahzad langsung menghampiri dan bersalaman dengan keluarga Nazulfa. Ayah memeluk calon menantunya.
Mereka pun langsung naik ke taxi yang sudah di pesan Shahzad. Setengah perjalanan mereka berhenti di sebuah restoran untuk makan malam, sebab mereka smp tadi saja sudah pukul 8.00pm. Meskipun pesawat memberikan makanan tetap saja mereka belum kenyang.
Selesai makan semua saling bercanda tawa bersama Shahzad. Ini adalah pertemuan pertama keluarga dengan Nazulfa kecuali tante diana yang pernah menemani Nazulfa ke Malaysia sebelumnya.
Tanpa terasa sudah tengah malam dan mereka pun pulang menuju rumah Dinda.
Sampai di rumah Dinda, mereka di sambut baik dan saling berpelukan.
Mereka pun membersihkan diri dan beristirahat.
Keesokan harinya 6 Februari, mereka pergi membeli bahan makanan untuk di masak besok.
Dinda mengundang para jiran tetangga nya untuk datang ke pernikahan Nazulfa.
Shahzad juga sibuk mengundang teman-teman Pakistannya yang sebagian adalah tetangga nya di Pakistan. Namun teman-temannya mengatakan malu datang kepernikahan mereka sebab bergabung dengan para wanita. Pakistan tidak biasa bersama dengan para permpuan, meskipun di acara pesta. Sebab di Pakistan para wanita di pisah ruang.
Akhirnya Shahzad mengundang semua teman Pakistannya, para partimers, teman kantor, dan juga jiran tetangga di tanggal 8 februari malam setelah maghrib untuk makan bersama di rumah Shahzad. Dan tamu yang paling utama adalah Bos.
Di rumah Dinda mereka sibuk memetik sayur mengupas bawang dll..
Menu yang akan dibuat Rendang Daging, Sambal Udang Kentang, Bihun Goreng, Sop, Ikan Asin, Kerupuk. Cemilannya beberapa kue basah.
Acara Pernikahan di laksanakan pukul 8.00pm waktu Malaysia.
Siang hari tanggal 7 Februari Nazulfa berluluran, mengukir mehendi atau hena di telapak tangannya.
Para tante pun tak ingin ketinggalan, mereka semua juga ikut memakai hena.
Semua orang sibuk mempersiapkan ruangan nikah, masakan, dan juga mempercantik diri.
__ADS_1
..."MAHA BESAR ALLAH YANG TELAH MEMPERTEMUKAN DUA INSAH DAN SALING JATUH CINTA"...