Perjuangan Cinta Beda Negara

Perjuangan Cinta Beda Negara
Dokumen Nikah Beda Negara


__ADS_3

Guriya adik perempuan Shahzad yang mendapati Shahzad di rooftop merasa curiga. Sebab tanpa sengaja ia mendengar suara wanita sebelum Shahzad akhirny mematikan video call nya.


Guriya pun berpikir ada yang disembunyikan oleh Shahzad. Namun di Pakistan seorang adik tidak akan berani bertanya.


Malam mehndi pun tiba. Para tamu sudah berdatangan, semua orang sangat bahagia.


Keesokan harinya, pagi-pagi sekali semua keluarga wanita sudah pergi ke salon untuk berdandan. Make-up, hairstyle, dan juga nail art.


Pengantin pria juga sudah ready..


Baraat Band (seperti marching band) namun biasa di Pakistan saat hari pernikahan.


Sambil membuang uang ke atas dan di iringi dentuman music bale bale ala Punjabi. Ramai anak-anak berdatangan mengutip uang kertas yang berjatuhan. Ini juga sebagian dari adat Punjabi.


Mobil pengantin yang sudah dihiasi rangkaian bunga dan pita berwarna merah sudah menanti. Semua keluarga juga sudah ready, sebagian mengendarai kendaan pribadi, sebagian lagi menggunakan bus pariwisata yang sudah di sediakan ahli bait. Mereka pun menuju marriage hall yang telah ditetapkan keluarga mempelai pria.


Sampai di depan hall dentuman band kembali di mulai. Para ladies berada di lantai 2 marriage hal melihat ke bawah sambil menutup wajah mereka dengan selendang.


Dari atas sana ada Dia, gadis pilihan ami ji yang seharusnya hari ini juga bersanding dengan Shahzad. Namun Shahzad yang tetap pendirian menolak dengan lembut permintaan orangtuanya.


Pihak mempelai wanita menutup pintu masuk hall dengan sebuah selendang. Mereka berbicara bagaikan berpantun ria. Dan pada akhirnya keluarga mempelai pria mengeluarkan kantongan rajut untuk diberikan pada penjaga pintu.


Saat selendang terbuka, mereka saling melempar bunga. Mawar merah yang telah di petik kelopaknya kini bertaburan memberikan aroma semerbak di lokasi marriage hall.


Suara alunan musik ala bollywood semakin menambah kemeriahan pesta keluarga Punjabi itu.


Wajah pengantin wanita masih ditutup dengan kain merah. Setelah selesai ijab qabul, menandatangi surat nikah. Mareka pun disandingkan barulah selendang itu dibuka.


Pengantin Pakistan merasa malu-malu sebab tidak pernah bertemu sebelumnya. Hanya sebuah foto saat perjodohan terjadi.


Ada ritual adat untuk adik ipar memberikan segelas susu sapi segar kepada sang abang ipar. Saat itu gadis yang memberikan susu adalah calon pilihan ami ji untuk Shahzad. Setelah memberikan susu, keluarga Shahzad pun memberikan hadiah berupa cincin emas.


Di Pakistan ketika seorang wanita menikah, maka keluarganya lah yang akan membelikan perabot dan furniture. Seperti isi kamar, sofa, keperluan didapur, kulkas, AC, seluruh isi rumah. Namun semua itu jika pengantin pria sudah memiliki rumah pribadi, jika belum maka hanya isi kamar saja.


Perhiasan Emas biasa sampai beberapa set jiga hampir hal wajib disediakan orangtua si wanita. Baju pengantin,pakaian beberapa pasang, sepatu, perlengkapan make-up, semua itu disediakan untuk dibawa pengantin wanita pindah.


Akan tetapi jika si wanita berasal dari keluarga tidak mampu maka tidak ada paksaan. Namun biasanya yg tak mampu akan dijodohkan dengan orang biasa pula. Sebab adat Pakistan wanita memberikan semua kepada pria. Pria Pakistan hanya menyediakan "HAQ MHER" (mahar). Juga beberapa pemberian seperti kita di Indonesia yaitu "Hantaran" semampu keluarga pria namun tidak berupa uang, hanya barang-barang saja.


Bahkan untuk pesta dikeluarga mempelai wanita juga menggunakan uang orangtua si wanita. Dan untuk pesta walima barulah uang mempelai pria.


Sungguh perbedaan adat budaya antara Indonesia dan Pakistan.


Di Indonesia para gadis di lamar, diberikan hantaran, perabot, perhiasan, uang untuk pesta, dll.


Namun di Pakistan semua itu dibawa sendiri oleh wanita. Ini adalah suatu kehormatan, bagi wanita yang banyak membawa barang dan perhiasan, ia akan dipuji. Jika tidak juga bukan menjadi masalah.

__ADS_1


Setelah Acara Baraat berakhir. Pengantin wanita pun langsung dibawa pulang ikut bersama suaminya. Saat ini adalah yang paling mengharukan. Semua keluarga wanita akan menangis mengiringi dan mengantar pengantin wanita sampai masuk mobil. Pengantin wanita bergantian dipeluk oleh ibu bapak dan saudara saudarinya. Saat seperti ini biasa music akan diputar lagu "BABA KI RANI HAI" yang artinya putri nya ayah.😢


Di rumah mempelai pria, kamar pengantin sudah dihias begitu indahnya.


Esok adalah hari walima. Keluarga Shahzad tidak membuat acara walima terlalu besar. Hanya sederhana saja.


Semua acara pernikahan pun telah berakhir. Shahzad yang tidak memberikan kabar pada Nazulfa disebabkan bingung harus bicara dimana. Takut semua orang mengetahui. Sebab ia juga belum sanggup menyatakan langsung pada ami ji dan abu ji, mereka sudah tua, sudah sekitar 80tahunan.


Tanpa terasa sudah satu minggu lebih Shahzad di Pakistan. Nazulfa di Indonesia yang merasa di acuhkan mulai merajuk. Malas rasanya untuk mengankat telpon dari Shahzad.


Beberapa hari lagi Shahzad akan pulang ke Malaysia..


Shahzad mengajak Guriya ke bazar dan meminta Guriya memilih pakaian wanita. Guriya merasa heran namun tidak berani bertanya. Mereka membeli dua set salwar qameez.


Sampai dirumah ami ji bertanya..


"Aap kya kharid hai?" tanya ami ji


(Apa yang kamu beli).


"Yeh do kapray ami ji, amir bhai kharid hai." jawab Guriya santai.


Shahzad yang biasa dipanggil keluarga dengan amir pun langsung melotot mendengar Guriya berkata baju itu miliknya, sebab itu kan pakaian wanita.


"Lekin... Yeh larki kapray..?" tanya ami ji lagi


"Mein nahi jantha ami.. (aku tidak tahu ami)" ujar Guriya sambil menaikkan bahunya, ia sengaja menunjukkan pada mi ji supaya ami ji bertanya untuk siapakah pakaian itu.


"Ami... Yeh kapray, mere boss ka biwi ke liye hai. Boss Order." sahut Shahzad


(ami..baju ini adalah punya istri bosku, bos order).


"Ooouuu..." ujar ami ji bersamaan dengan Guriya..😅😅😅


Ternyata Si Shahzad pinter juga yahhh,, boong nya, ingin memberi kekasih pake alasan untuk bos.... hhehe


Sedangkan Abangnya yang pertama tengah sibuk bolak balik mengurus segala dokumen nikah yang diperlukan Shahzad, dari kantor yang satu ke kantor yang lainnya, begitu setiap harinya.


Abang yang luar biasa.. Membantu Shahzad meskipun ami ji abu ji belum mengetahui berita Shahzad dengan gadis Indonesia.


Saat dokumen perlu tanda tangan abu ji Shahzad meminta abu ji langsung tanda tangani,dengan alasan dokumen penting untuk urusan kerja di Malaysia, ditambah usia abu ji yang sudah 80an tidak terlalu nampak tulisa.🤭


Bukan berniat membohongi orangtua, tapi abangnya lah yang mengatakan bahwa urusan abu ji dan ami ji mereka yang bicara.


Shahzad pun kini sudah kembali ke Malaysia. Sampai di bandara KLIA, ia langsung menelpon Nazulfa. Tapi Nazulfa tidak mengangkat telpon darinya.

__ADS_1


Nazulfa yang merasa kecewa ingin memberikan pembalasan kepada Shahzad. Ia pun kini mengabaikan Shahzad.


Shahzad terus menghubungi Nazulfa. Hingga taxi pun sudah berada di depan rumahnya, tapi Nazulfa masih tidak merespon panggilan whatsapp darinya.


Shahzad masik dan membersihkan diri. Ia sedikit bingung mengapa sikap Nazulfa berubah. Dalam hatinya tidak ada sedikit pun perasaan bersalah. Malah ia berpikir apalah telah ada pria lain yang mengacaukan hati Nazulfa.


Mendengar Shahzad sudah kembali, CEO perusahan dekor tempat ia bekerja pun datang kerumah. Shahzad dan bos memang seperti teman. Mereka bercerita bebas diluar jam kerja, namun saat bekerja Shahzad tidak pernah berani tertawa bercanda.


Shahzad membawa dvd acara pernikahan Naeem. Mereka menonton sambil makan buah potong.


Tengah malam Nazulfa terus melihat layar hp nya. Ingin rasanya ia nelpon balik Shahzad, tapi rasa kesalnya belum hilang.


Nazulfa adalah tipe orang yang sulit mengungkapkan perasaan ketika sedang marah dia memilih diam.


Berbeda dengan Shahzad, ketika ia telah merasa dekat pada seseorang ia tidak malu-malu lagi mengatakan apa yang ia suka dan tidak suka, bahkan ketika marah ia akan mengatakan secara langsung penyebab ia marah. Sehingga sebenarnya lebih mudah dipahami dibandingkan sikap Nazulfa yang diam.


Padahal untuk kesehariannya Nazulfa lah yang periang dan banyak bicara.


Bos berpamitan pulang sebab sudah larut malam. Setelah mengunci pintu, Shahzad langsung mengambil hp nya dan menghubungi Nazulfa kembali.


"tuuuttt... tuuuttt.. tuuut..." bunyi panggilan.


Akhirnya benteng perrtahanan Nazulfa pun roboh, ia pun mengangkat panggilan video call dari Shahzad.


"Halo.. Asslamualaikum.. Nazulfa...." panggil Shahzad.


"Waalaikumsalam.." jawab Nazulfa singkat dengan wajah bete.


"Dari tadi saya call awak tak jawab, awak pigi mana..?" tanya Nazulfa.


"Tak de pigi manapun, ada rumah je, rumah mak di kampung.." jawab Nazulfa.


"Sejak bila awak balek rumah kampung.. biasa dari dulu saya kenal ada kat bandar rumah onty.." tanya Shahzad heran.


"Sejak awak pergi pakistan, awak kan busy sangat, tak de kabar berita.. Saya ingat awak dah kawin pun kat sane.." jawab Nazulfa.


Shahzad pun tertawa terbahak-bahak mendengar celotehan kesal Nazulfa..


"Saya kan sudah janji sama awak, saya akan menikah dengan awak.., kenapa awak tak percaya..?" ucap Shahzad.


"Saya cakap tunggu.. tunggu saya balek.. jaga diri baik-baik.." ujar Shahzad.


"Hmmm... Maaf..." sahut Nazulfa pelan.


"Semua dokumen yang kita perlukan untuk menikah sudah siap.., tinggal bagaimana saya boleh dapatkan visa untuk datang ke Indonesia." ujar Shahzad.

__ADS_1


Nazulfa pun merasa senang mendengar dokumen untuk syarat menikah mereka sudah siap semua. Tinggal memikirkan urusan visa saja. Ia rasa tak percaya, ia akan benar-benar menikah dengan pria asing yang menyayanginya dan memperjuangkan dirinya.


..."SUNGGUH MAHA BESAR ALLAH YANG MENCIPTAKAN RASA CINTA DI ANTARA DUA MANUSIA"...


__ADS_2