Perjuangan Cinta Beda Negara

Perjuangan Cinta Beda Negara
Bertemu Keluarga Shahzad


__ADS_3

Sehabis mengunjungi lokasi event yang sedang di dekor oleh perusahaan tempat Shahzad bekerja.


Shahzad mengajak Nazulfa pergi makan ke suatu resto yang Nazulfa sendiri tidak tahu dimana. Sebab mereka saat ini naik bus umum sudah 2x turun dan sambung lagi. Hal ini membuat Nazulfa heran namun ia tidak juga bertanya.


Sampai di suatu tempat banyak apartment namun tidak ada pepohonan. Rasanya disana panas sekali. Ada satu resto di dekat apartment. Shahzad pun mengarahkan jarinya k resto tersebut. Nazulfa hanya mengangguk sebab sudah lelah berjalan kaki. Huuuufht...😅


Sesampainya di resto, Nazulfa langsung memesan ice lemon tea untuk menyejukkan tenggorokan yang terasa kering.


Tak lama kemudian....


Datanglah seorang lelaki Pakistani yang jauh lebih tinggi dari Shahzad, tampak santai namun memandang Nazulfa dengan mengerutkan dahi.


Lelaki itu langsung duduk tepat di depan Shahzad. Posisi nya saat ini Nazulfa dan Shahzad duduk bersebelahan.


Lelaki itu langsung berbicara dengan bahasa urdu atau bahasa Pakistan. Nazulfa yang tak paham hanya diam dan tidak terlalu menanggapi. Lagi pula Nazulfa tidak merasa kenal lelaki itu buat apa beramah tamah.


Tiba-tiba Shahzad menyuruh Nazulfa memberikan salam pada lelaki itu.


"Nazulfa....", panggil Shahzad.


"Ya Shahzad...", jawab Nazulfa.


"Bagi salam pada abang saya..", kata Shahzad.


"Haaaaa......, apa...?"🙊


"Abang.....??" sahut Nazulfa dengan rasa terkejut.


"Ya.., kenalkan ini abang kandung saya.., namanya Naeem" jelas Shahzad.


"Assalamualaikum.." Nazulfa memberi salam sambil tersenyum dengan segera.


"Waalaikumsalam.." jawab Naeem biasa saja.


Setelah itu sang abang langsung bertanya pada Nazulfa..


"Siapa nama awak..?" tanya abang Naeem yang sudah bisa berbahasa Melayu.

__ADS_1


"Nazulfa.." ujar Nazulfa.


"Berapa umur awak?" tanya nya lagi.


"22 tahun" jawab Nazulfa singkat.


"Duduk Malaysia kerja apa?" ditanya lagi..


"Saya duduk Indonesia dan kerja juga disana.." jelas Nazulfa.


"Hmmm....." kata abang Naeem.


Lalu beradik itu mulai berbahasa urdu lagi, namun kali ini dengan nada sedikit terdengar marah.


"Saya mau nikah sama dia, titik" kata Shahzad tiba-tiba dengan bahasa Melayu.


Nazulfa pun langsung menghentikan minumnya dan memandang wajah shahzad lalu wajah abang naeem.


"Kalau you suka ini amoy ok silahkan, tapi lepas tu lupakan dan nikah di Pakistan" jawab abang Naeem sedikit marah.


Nazulfa langsung menarik tissue dari tempatnya, ia langsung mengelap mulutnya sambil memandang wajah abang Naeem, lalu membuang tissue ke lantai, Nazulfa pun menginjak tisuue tersebut sambil berkata..


"Maaf.. saya bukan perempuan yang lepas orang tak suka lagi lalu buang" ujar Nazulfa marah.


Nazulfa berdiri ingin meninggalkan tempat itu, tanpa berpikir sekalipun ia tidak tahu sedang dimana dan bagaimana caranya pulang. Tapi supir taxi pasti tahu jika Nazulfa menyebutkan nama hotel tempat ia dan tante sedang menginap, begitulah dalam benak Nazulfa.


Namun saat akan melangkah.., Shahzad menghentikan Nazulfa dan memohon untuk kembali duduk.


Naeem tersenyum melihat tingkah Nazulfa dan Shahzad. Lalu ia berkata dengan bahasa Melayu..


"Kalau memang you nak menikah juga dengan Nazulfa, lalu bagaimana dengan ami ji.." ujar Naeem pada Shahzad.


"Masalah ami ji dan abu ji saya yang urus.., jawab Shahzad"


"Kalau macam tu okay.., segera selesaikan urusan di kampung (maksud abangnya masalah perjodohan di kampung)". ujar abang Naeem.


Lalu abang Naeem pun berpamitan untuk pergi sambil meminta maaf atas sikapnya yang kurang baik. Sebenarnya itu ia lakukan untuk mengetahui gadis seperti apa Nazulfa.

__ADS_1


Perginya abang Naeem lalu Shahzad juga memanggil taxi untuk mengantar Nazulfa kembali ke hotel. Si Tante juga udah resah menunggu Nazulfa. Sebab hari sudah sore Nazulfa masih belum kembali.


Di dalam taxi mengomeli Shahzad, karena tidak memberitahunya dari awal ingin bertemu dengan saudara kandungnya.


Nazulfa merasa malau sebab tidak membeli apa pun untuk sang abang, juga berpenampilan kurang keren menurutnya...


Sesampai di hotel Nazulfa langsung menceritakan soal hari ini pada Si Tante. Dan Si Tante meminta Shahzad untuk datang ke Indonesia jika dokumen pernikahan sudah lengkap semuanya.


Tante yang pegawai Departement Agama sangat paham apa saja syarat pernikahan beda negara.


Si Tante langsung menuliskan semua point yang harus dilakukan Shahzad.


Dengan penuh cinta pasangan kekasih beda negara itu tersenyum bahagia.


Kini antara Nazulfa dan Shahzad tidak ada lagi hambatan. Mereka telah mendapat lampu kuning. Hanya tinggal Shahzad meminta restu pada Ami dan Abu, juga menyiapkan semua dokumen.


Malam hari Shahzad langsung menelpon saudara laki-lakinya yang pertama yang ada di Lahore, Pakistan menceritakan tentang Nazulfa. Ia pun menyatakan menyetujui. Lalu ia menelpon lagi pada saudara laki-lakinya yang berada di London, UK.. Abang hanya menanyakan soal pendidikan Nazulfa, dan setelah mendengar Nazulfa tamatan dari Academy Pilot School, ia pun langsung setuju. Lalu yang terakhir menelpon saudara laki-lakinya yang berada di Saudi Arabia, abang yang di Arab mendengar abang pertama dan kedua setuju, ia pun ikut setuju.


Barakallah... kini Shahzad mengantongi persetujuan dari semua saudara laki-lakinya.


Dan abang yang pertama berjanji akan merayu ami ji dan abu ji untuk bisa menyetujui hubungan Shahzad dan Nazulfa. Abang juga membantu Shahzad mempersiapkan semua dokumen pernikahan yang di perlukan.


Sebab abang pertama ini yang berada di Pakistan, dan ia adalah anak tertua hingga mudah untuk berbicara. Biasa di Pakistan anak tertua sangat dihormati dan tidak ada satu pun yang berani membantah.


Mereka yang sudah menerima Nazulfa pun meminta Shahzad mengirimkan foto Nazulfa, mereka sangat antusias ingin melihat wajah gadis Indonesia pilihan Shahzad.


Sebab Shahzad telah menolak banyak gadis Pakistan yang dijodohkan padanya, mereka semua cantik jelita.


Shahzad yang tidak menyimpan foto Nazulfa, lalu mengirim pesan whatsapp untuk Nazulfa agar segera mengirim foto yang sopan.


Nazulfa mengirimkan foto dengan hijab berwarna pink dengan pose sedikit miring dan tersenyum.


Semua orang berkata..


"Sona.. Bara Sona.. Lekin Pinni.." ujar mereka di Pakistan.


Yang artinya.. " Cantik.. Benaran Cantik.. tapi Hidung pesek" Hahahahaa😅😅

__ADS_1


__ADS_2