
Hari demi hari mereka lalui penuh cinta dan kebahagiaan. Semakin hari perut nazulfa juga semakin terlihat besar. Kini ia sudah sangat lelah jika harus berjalan dan berdiri lama.
Rasa khawatir pun menyelimuti hati shahzad. Ia takut saat ia bekerja jika nazulfa membutuhkan bantuan namun ia tidak ada lantas bagaimana. Ia merasa tudak tenang jika harus meninggalkan nazulfa sendiri di rumah. Akan tetapi ia juga harus bekerja.
Malam hari mereka pun berbincang tentang hal itu. Lalu keputusan bulat, shahzad akan mengantar istrinya ke rumah orangtua nazulfa di Medan, Indonesia.
Shahzad pun mengajukan permohonan cuti. Melihat kondisi nazulfa bos memberikan izin selama satu minggu.
Sebelumnya shahzad telah memberitahukan bos yang juga best friend baginya itu tentang ia akan mempunyai bayi kembar.
Bos nya selalu berkata setelah lahir jika bersedia berikan padanya salah satu dari bayi kembar mereka. Tidak tahu itu merupakan candaan atau bukan namun shahzad selalu menceritakan perkataan bos nya itu kepada nazulfa.
Hari ini mereka telah berada di airpot KLIA2,, Nazulfa mengambil foto shahzad,, karna ia akan sangat merindukan suami nya itu..
Shahzad hanya mengantarkan nazulfa pulang selama beberapa hari saja. Dan nanti ketika akan melahiran barulah ia datang kembali ke Medan.
Saat tiba di Medan.., abang dan tante nazulfa telah menunggu di depan pintu kedatangan. Mereka segera menuju lobby dan masuk ke dalam mobil. Meneruskan perjalanan menuju rumah orangtua nazulfa.
Tante meminta nazulfa untuk menetap di kota saja bersamanya. Karna sejak dulu pun nazulfa besar di rumah sang tante. Namun, shahzad berpendapat lain..
Ia mau istrinya itu menetap di desa, udara disana lebih segar dan bersih. Begitulah menurut shahzad. Tante pun hanya menganggung mengikuti permintaan suami nazulfa.
Sampai didesa.. Rumah setengah batu itu masih terlihat sama, rumah kedua orangtua nazulfa yang sangat sederhana.
__ADS_1
Usia kandungan nya yang sudah hampir tujuh bulan itu pun sangat membuat nazulfa merasa sesak sebab perutnya terlalu besar sedangkan dirinya semakin kecil.
Beberapa hari di Medan shahzad dan nazulfa hanya pergi shopping perlengkapan bayi. Shahzad sangat antusias dalam memilih setiap perlengkapan bayi. Sebelumnya mereka telah berbelanja di Sogo Kuala Lumpur namun hanya beberapa macam saja seperti baju-baju sarung tangan dan kaos kaki. Namun untuk perlengkapan lainnya mereka membeli di Medan agar tidak repot membawanya.
Masa cuti sudah habis, shahzad pun harus kembali ke negeri jiran. Nazulfa harus lah membiasakan diri tanpa suaminya.
Hari demi hari pun berlalu hingga saat ini nazulfa sudah sangat sulit untuk bangun dari tempat duduk atau tempat tidur. Ia mereka sudah sangat tidak nyaman dan berat sekali.
Ibu nazulfa menyarankan untuk ke dokter, memeriksakan kandungan nazulfa dan menceritakan keluhan nazulfa pada specialis.
Akhirnya setelah mendengarkan semua curhatan nazulfa dan melakukan pemeriksaan, dokter itu menyatakan nazulfa tidak bisa melahirkan normal. Harus melakukaan operasi caesar. Namun sementara menunggu saat itu,sebaiknya nazulfa harus banyak istirahat jika perlu makan dan minum pun harus di ambilkan. Nazulfa tidak boleh banyak beraktifitas.
Dokter khawatir jika nazulfa memaksakan diri untuk berjalan atau melakukan aktivitas, resiko yang di takutkan jika anak yang satunya akan lahir normal karena posisi kepala sudah di pintu dan siap untuk lahiran sedangkan yang satu lagi posisi melintang hingga wajib operasi.
Maka dari itulah nazulfa disuruh untuk berbaring saja sampai menunggu saat akan di bedah.
Dokter pun menetapkan tanggal operasi. Sebab bayi yang berada di bagian bawah sudah tidak sabar ingin keluar melihat dunia.
Dokter hanya berkata kedua janin dalam keadaan sehat hanya mereka kecil-kecil, namun ini sangat wajar bagi bayi kembar.
"Mereka mancung-mancung kali ya buk.., seperti orang india pakistan.." tebak sang dokter
"Ia dok.., ayah mereka memang asli pakistan dok.." ujar nazulfa pelan.
"Wahhh.. pantas saja keduanya sangat mancung sekali..bahkan di monitor pun sudah terlihat jelas.." kata sang dokter
__ADS_1
"Apa ibu tidak ingin melihat kelamin calon bayi ibu..?" tanya dokter
"Tentu saja saya mau tau dok..," ucap nazulfa
Dokter langsung memutar-mutarkan alat USG yg tersambung ke monitor.
"Lihat bu nazulfa.., itu yang bulat di antara paha bayi ibu menandakan anak laki-laki. Dan yg satu lagi seperti nya dia pemalu. Ia terus menutup wajahnya dengan tangan kecilnya itu. Jenis kelamin janin satu lagi pun tidak terlihat. Sudah beberapa kali dokter memutar-mutarkan alat USG nya namun tidak juga terlihat. Akhirnya mereka memutuskan untuk mengakhiri season pemeriksaan. Dan telah di tetapkan pada tanggal 26 november pukul 04.00am sebagai jadwal operasi nya.
Sesampai di rumah nazulfa langsung menelpon shahzad dan meminta shahzad datang sebelum tanggal 26 november. Agar suaminya bisa menemaninya saat akan di caesar.
Nazulfa harus di operasi sesegera mungkin dikarnakan kondisinya. Shahzad pun tiba kembali. Dan keesokan harinya sebelum subuh mereka sudah berada di rumah sakit.
Shahzad menandatangi beberapa surat untuk pelaksanaan operasi. Setelah selesai nazulfa langsung di bawa ke ruangan. Disana hanya ada mereka berdua. Terkadang suster masuk dan menyuntikkan obat kepada nazulfa.
Sungguh tidak pernah disangka suami asing begitu peduli dan sayang padanya. Dia awal perkenalan yang singkat masa pacaran yang tiada romantis, namun setelah menikah apalagi saat mengetahui bahwa ia mengandung shahzad sungguh manis dan romantis. Begitu perhatian dan peduli dengan dirinya juga calon anak mereka.
Shahzad menggenggam tangan nazulfa dan mengecup keningnya.
"Awak jangan takut.. semua akan baik-baik saja..banyak berdoa inshallah Allah jaga.." ucap shahzad
Nazulfa hanya menganggukkan kepala..
Suster masuk dan memberitahu saat nya pindah ruangan. Nazulfa di bawa ke ruangan tunggu pelaksanaan operasi. Shahzad tidak boleh masuk kesana hanya bisa menunggu sampai operasi selesai.
Shahzad di dampingi ibu nazulfa duduk menanti di ruang tunggu. Adik dan tante nazulfa pun telah tiba di rumah sakit. Nazulfa masih belum keluar. Shahzad merasa khawatir. Dokter berkata pukul 10.00am operasi dipastikan selesai, namun saat ini sudah hampir pukul 11.00am masih belum ada kabar nazulfa maupun kedua bayi mereka.
__ADS_1
Saat di euang tunggu seorang pasien melahirkan di kabarkan meninggal dunia. Dan suaminya yang mendengar berita duka itu langsung terduduk lemas mengeluarkan airmata. Anak bayi nya selamat yang dari tadi berkoar menangis terdengar keluar, suster minta pria itu masuk melihat bayi nya.
Melihat kejadian itu membuat shahzad sangat gelisah. Rasanya ia ingin sekali masuk dan melihat istrinya di dalam. Ibu dan tante nazulfa dan semua orang di ruang tunggu menjadi sedih melihat keluarga yang ditinggal si pasien.