
Ibarat kata pepatah " Jika jauh wangi jika dekat akan bau busuk".
Selama ini mereka yang hidup di negara ketiga selalu senantiasa mendapatkan pujian dari keluarga. Namun kita nazulfa mendapat sedikit masalah. Akibat terlalu lama di kota dan terlalu bebas, tidak seperti kebanyakan wanita pakistan. Terdengar bahwa ada yang mengatakan nazulfa suka berpoya-poya dan tidak ingin hidup di desa.
Lusa adalah hari anniversary mereka. Tahun ini mereka tidak dapat merayakan bersama-sama. Nazulfa telah meminta izin suaminya, ia akan memasak berbagai macam masakan indonesia. Hingga ia harus menghabiskan uang saku nya sebab ia juga akan membagi-bagikan pada tetangga mereka. Niat hati nazulfa merayakan dan bersedekah.
Pagi-pagi sekali nazulfa meminta ponakan lelaki membawanya ke bazar dan berbelanja bahan unyuk di masak. Sampai lah sore hari hampir semua masakan selesai.
Nazulfa membuat nasi tumpeng di negeri Pakistan. Ia membuat sendiri nasi kuning, sambal kentang empela, ayam goyang, lalapan timun tomat, telur dadar, indomie goreng, kari daging, sambal ijo. Ia menghias nasi tumpeng dengan bahan seadanya di Pakistan. Ia menambahkan kari dagibg sebab ia khawatir ada yang tidak bisa makan masakan indonesia.
Sebelum maghrib suaminya video call dan bertanya apakah semua sudah siap. Mereka berbicara sangat bahagia penuh canda tawa. Selesai pembicaraan itu nazulfa bergegas membawa anak-anak mandi dan memakaikan pakaian bagus. Ruangan pun sudah selesai di dekor sederhana oleh ponakan. Di dinding sudah ada tulisan "Happy Anniversary".
Selesai mandi nazulfa sholat maghrib lalu berdandan cantik. Semua makanan sudah tertata rapi di meja ruangan. Acara ini hanya lah acara keluarga saja. Namun nazulfa memasak lebih untuk bersedekah pada para tetangga. Semua ini biasa ia buat saat di Indonesia maupun Malaysia.
Ponsel nya yang sedang di cas dikamar berbunyi. Nazulfa segera mengangkat panggilan itu tentu saja dari suaminya tercinta.
"Hello.. Nazulfa.."
"Ya ji.. asslmlkm.." jawab nazulfa
"walaikumsalam..." sahut shahzad
"Nazulfa.. kenapa awak tak balek-balek kampung ya..??? Apa hal awak mau terus duduk sana.." ketus shahzad
"Ada apa ini shahzad.. kenapa awak tiba-tiba cakap macam ini.." ujar nazulfa heran
"Saya tanya kenapa awak tak nak balek kampung.." Kalau macam ini awak balik je Malaysia nanti saya kirim tiket.." tegas shahzad
__ADS_1
"Shahzad apa hal awak cakap macam ni sama saya, saat ini awak tau saya tengah buat kita punya anniversary.." ujar nazulfa sedih
"Saya tak perlu anniversary kalau awak buat tuk diri sendiri buat senang-senang sendiri.. Awak tak fikir orang di kampung.. awak suka buang-buang uang saja disana.." nada shahzad semakin tinggi
"Shahzad awak kenapa..??? Bukan kah saya dah tanya dari awal saya nak buat ini..?? Awak pun dah bagi izin sebab tu saya buat.." ujar nazulfa pelan
"Saya tak nak tau.. Esok awak mesti pulang ke kampung.., okay!!!" perintah shahzad
Nazulfa yang merasa kecewa pun berderai air mata. Belum pernah sebelumnya ia di marahi suaminya sampai membentak nya. Terlebih lagi ini qdalah hari bahagia mereka berdua.
Sungguh mengherankan kenapa bisa shahzad yang sejak awal mengetahui dan ia sendiri dari pagi hingga nazulfa selesai memasak pun video call sangat manis tiba-tiba menjadi singa galak yang mengamuk.
Nazulfa terus menangis terisak-isak di kamarnya. Ia tidak berselera keluar melihat ruangan yang sudah di hiasi dengan makanan penuh di atas meja.
Rasa sakit hatinya itu tidak dapat ia tutupi. Ia pun sangat malu untuk memperlihatkan wajah sembabnya di depan keluarga.
"Api.. come on we start doa and eat togather.." ujar ponakan perempuannya.
"wait....." jawab nazulfa dari dalam
Ia semakin bingung harus bagaimana, nangisnya malah semakin pecah dan terisak-isak.
Mendengar seperti suara isak an tangis, ponakan yang masih menunggu di depan pintu merasa aneh. Ia terus mengetuk pintu sampai nazulfa membuka pintu kamar.
"Api.... what happen..???"
"Nothing sis..."
__ADS_1
"Api.. if nothing.. why u crying...??" tanya ponakan
"Shahzad call me and angry.. he say bla bla bla bla.." nazulfa menceritakan kronologi kejadian.
"Astaghfirullah.. why he do like this.. okay i will tell my papa.." ponakan nazulfa pun terburu-buru mencari papanya, nazulfa tak bisa menghentikan langkah keponakannya itu.
Nazulfa terdiam duduk di tepi tempat tidur, meratapi kejadian dimana shahzad marah besar padanya. Terasa sangat pedih hati nya sebab seumur pernikahan mereka, shahzad tidak pernah marah meledak-ledak seperti itu.
Ponakan yang relah menceritakan pada papanya pun mencari nazulfa ke kamar. Langsung meminta nazulfa untuk menghubungi shahzad. Nazulfa menolak sebab ia sangat takut menambah masalah. Takut jika shahzad menganggap nazulfa sebagai pengadu.
Namun abang ipar tertua nya itu meminta nazulfa tetap menghubungi shahzad.
Panggilan pun tersambung..
Tanpa basa basi abang ipar nazulfa langsung to the point memarahi sikap shahzad yang menyakiti hati istrinya di hari bahagianya itu.
Shahzad berusaha memberikan penjelasan pada abangnya. Berusaha membela diri. Namun abangnya yang tersinggung sebab shahzad menuduh nazulfa berpoya-poya ketika berada di rumahnya pun langsung bertanya apa shahzad tidak suka nazulfa tinggal di rumahnya.
Shahzad yang menjawab dengan terbata-bata pun mengatakan bahwa ia sungguh tidak masalah nazulfa mau tinggal dimanapun asal istri dan anak-anaknya bahagia.
Namun kenapa kamu marah-marah dan menuduh istrimu suka membuang-buang uang. Begitulah pertanyaan abang nya. Shahzad diam dan tak dapat menjawab lagi.
Abang iparnya itu pun menutup percakapan, mengajak nazulfa untuk hepi kembali dan merayakan hari istimewanya.
Sehabis semua acara siap, anak-anak pun ngantuk dan tidur. Nazulfa yang tidur bersama ponakan itu pun saling curhat.
Nazulfa berkata dengan nada heran kenapa shahzad bisa marah tanpa sebab, sedangkan pagi hingga petang mereka berkomunikasi baik-baik saja. Seperti mustahil jika tiada api tanpa asap.
__ADS_1
Kira-kira siapakah orang yang telah mempengaruhi pikiran suaminya itu......????