Perjuangan Cinta Beda Negara

Perjuangan Cinta Beda Negara
Peraturan Adat


__ADS_3

Alama Iqbal International Airport..


Setiba nya mereka di kota Lahore, nazulfa bergegas menuju toilet mencari baby room. Ia mengganti baju anak² nya dan sedikit touch up make up natural di wajahnya.


Kali ini ia datang di awal musim dingin, sebelum keluar anak-anak dan ia sendiri sudah memakai coat. Saat ini twins memakai coat berwarna merah dengan bawahan soft jeans model joger. Nazulfa sendiri memakai serba hitam dengan handbag LV coklat. Sedangkan shahzad sangat keren memakai tshirt putih, jeans serta coat by zara.


Terlihat keluarga Pakistan sudah berada di depan pintu kedatangan, Guriya berlari menghampiri twins dan memeluk bergantian. Ami ji dan lain nya pun juga berjalan menghampiri lalu memeluk mereka satu persatu. Ponakan yang sudah dewasa mendorongkan bagasi mereka. Guriya menggendong Ibrahim. Dan ami ji menggendong Yusouf.


Berjalan dengan wajah sumringah menuju parkiran. Mereka kembali ke rumah abang shahzad yang berada di kota itu. Beberapa hari berada di kota Lahore sebelum kembali ke desa.


Kali ini shahzad tidak bisa berlama-lama di Pakistan. Meskipun adik bungsu nya akan menikah namun ia tetap harus kembali dulu ke Malaysia barulah nanti saat acara ia datang lagi.

__ADS_1


Ami ji meminta shahzad membawa nazulfa shopping setiap keperluan nazulfa dan anak-anak untuk pesta nanti. Ami ji bilang jika tidak dibeli dari sekarang takut tidak akan ada orang yang mau menjahitkan baju pesta mereka. Karena cuti shahzad tidak lama. setelah seminggu di Pakistan dia pun harus kembali ke Malaysia. Dan akan datang kembali di bulan maret sebelum pesta pernikahan adiknya..


Finally.. semua keperluan nazulfa dan twins sudah lengkap mereka pun kembali ke desa kampung kelahiran shahzad.


Nazulfa belum pernah sebelumnya di tinggal sendiri di rumah mertuanya. Tak tahu harus bagaimana saat ia harus jauh dari suami selama 2bulan lebih lamanya. Hidup di negeri yang memiliki kebudayaan beda jauh dengan indonesia dan malaysia. Sebenarnya jauh di dalam hati nazulfa merasa takut. Takut tidak bisa menyesuaikan diri.


sebenarnya demi kenyamanan nazulfa telah membuat persyaratan dengan suaminya ketika masih di Malaysia..


"Setiap bulan uang saku nazulfa dan si kembar wajib diberikan ke nazulfa, dan nazulfa bebas mw membeli apa dan untuk apa" begitulah bunyi permintaan na,ulfa yang telah disetujui shahzad.


Namun, berbeda dengan nazulfa yang sudah mengajukan persyaratan dengan suaminya. Sehingga keluarga harus menerima dan memahami. Bahwa di dalam kebudayaan nazulfa istri berhak penuh atas uang bulanan dan membeli keperluan sendiri tanpa meminta dan menyuruh keluarga suami memberikannya. Bagi orang Indonesia sangat malu sekali jika harus meminta-minta, apalagi menyuruh orangtua membelikan.

__ADS_1


Sebelum shahzad kembali ke Malaysia pun ia telah membekali nazulfa dengan uang yang sudah di tukar menjadi uang rupees pakistan.


Bersyukur hampir semua anggota keluarga shahzad bisa berbahasa inggris, memudahkan nazulfa berkomunikasi dengan mereka. Sejauh ini mereka semua sangat baik dan selalu membantu mengabulkan setiap keinginan nazulfa.


Di Pakistan hidup di desa sudah tentu sangat banyak aturan. Banyak hal yang tidak boleh di lakukan wanita. Semua ini mulai terasa karna kini nazulfa menetap disana tanpa suaminya. Banyak sekali perbedaan cara hidup. Bahkan sampai ke hal-hal kecil. Nazulfa harus menyesuaikan diri. Jika tidak berusaha menyesuaikan diri ini bisa menimbulkan masalah.


Sudah satu bulan berada di desa yang membuatnya seperti penjara, bukan hanya tidak boleh pergi keluarga berbelanja dengan bebas. Bahkan keluar ke rumah tetangga pun tidak boleh. Setiap keluar harus mengcover wajah memakai cadar. Tidak boleh tertawa lebar apalagi terlalu banyak bicara. Bahkan sampai cara duduk dan sikap sehari-hari dalam rumah pun semua memiliki aturan.


Nazulfa yang ingin sedikit ruang meminta pada suaminya untuk pergi ke kota Lahore. Ia sudah rindu suasana kota yng dapat memberinya sedikit ruang untuk bebas menjadi diri sendiri.


Suami nya meng iyakan permintaannya, ia pun bersiap-siap di antar oleh abang ipar ke lahore. Ia membawa ponakan nya yang saat itu kebetulan sedang libur kuliah. Ponakan yang biasa menjadi salah satu anak kembarnya. Mereka pun on the way menuju kota Lahore dengan penuh semangat.

__ADS_1


Di Lahore nazulfa bebas pergi nge mall ke bazar makan di luar rumah dll. Kota Lahore persis seperti kota Medan. Nazulfa juga bisa bepergian dengan taxi online seperti uber jika tidak ada orang yang mengantar. Shahzad tidak pernah menghalanginya sebab shahzad juga sangat paham istri nya yang pemberani dan biasa dengan dunia luar. Nazulfa memang wanita yang mandiri.


Di kota ini hari tanpa terasa dilalui, tidak ada hal yang membosankan disini nazulfa benar-benar menjadi diri sendiri. Tanpa banyak aturan adat.


__ADS_2