
Akhirnya permohonan cuti shahzad diterima dan mereka mendapatkan izin pulang ke Pakistan untuk satu bulan lamanya.
Nazulfa yang sangat exited pun mempersiapkan banyak oleh-oleh untuk keluarga di Pakistan.
Shahzad telah memberitahukan kabar gembira ini. Semua orang di Pakistan pun sibuk mempersiapkan penyambutan menantu asing mereka.
Pagi ini adalah jadwal penerbangan yang telah mereka booking. Semua koper telah masuk ke bagasi taxi yang akan mengantar ke bandara.
Sampai di bandara sudah berdiri salah satu sahabat baik shahzad yang langsung membantu membawakan trolley untuk koper mereka.
Hari ini shahzad memakai kemeja putih polos lengan panjang dengan jeans. Dan nazulfa memakai dress berwarna blue sky.
Perjalanan mereka akan membutuhkan waktu sedikit lama di karnakan mereka tak mendapatkan penerbangan langsung, sehingga mereka harus transit di Srilanka untuk beberapa jam.
Ini adalah jarak perjalanan terpanjang pertama kali bagi nazulfa. Ia sedikit takut karna akan terlalu lama berada di dalam pesawat. Sebenarnya nazulfa memiliki fobia ketinggian. Namun saat di pesawat ketakutan itu mampu ia redam dengan menonton film. Ia tidak akan bisa tidur meskipun penerbangan itu berjam-jam lamanya.
Shahzad sudah terlelap dalam tidur nya, kepalanya kini berada di pundak istrinya. Tampak wajah suaminya itu yang sangat lelah. Usai menyelesaikan projek dekor milik artis ternama Malaysia ia pun mendapat cuti dan langsung membeli tiket. Keesokan harinya mereka harus berkeliling Kuala Lumpur untuk mengumpulkan oleh-oleh. Lalu lusa hari keberangkatan. Belum sempat istirahat namun sudah harus melakukan perjalanan jauh.
"Baby.. kenapa tak tidur.." tanya shahzad sambil membelai wajah istrinya
"Saya tak boleh tidur.. tak tau kenapa bila saya dalam aeroplane mesti tak tidur.." ujar nazulfa serasa nada mengeluhkan perasaannya
"Kenapa..." tanya shahzad balik. Wajar shahzad bingung karna mereka memang tak berpacaran lama dan tak selalu berjumpa. Sehingga saat setelah menikahlah waktu bagi mereka untuk saling mengenal dan memahami satu sama lain.
"Saya takut ketinggian.." ujar nazulfa
"Ouuuhhh... hahahhaa" sahut shahzad sambil tertawa.
"Sini..." shahzad langsung memeluk istrinya sambil tertawa kecil.
__ADS_1
"Bukankah awak dulu kerja sering pindah-pindah kota di Indonesia, mesti lah naik aeroplane." ujar shahzad
"Iyaaaaa... tapi tetap takut jugak.." gumam nazulfa
Suaminya itu pun tersenyum mendengar pengakuan istri mungil nya itu.
Pernikahan mereka memang di usia muda sehingga terkadang sikap dan kelakukan juga masih kekanak-kanakan.
Transit di Srilanka sampai 4jam membuat mereka merasa jenuh. Sudah dua kali berkeliling bandara, cuci mata melihat lihat barang dan pernak pernik khas negara tersebut.
Batu permata.. Yahh.. Srilanka terkenal akan batu permata. Banyak sekali toko perhiasan yang menjual batu asli srilanka yang memang menakjubkan. Berkilauan bak berlian.
Terdapat sebuah gerai kecil di sudut bagian bandara. Yang tak lain adalah toko perhiasan juga. Shahzad pun ingin membelikan istrinya sebuah kalung. Namun mereka hanya membawa uang ringgit bukan dolar, dan di toko tersebut pun hanya menerima pembayaran tunai. Jadi mereka terpaksa harus mencari money changer untuk menukar dollar lalu kembali ke toko perhiasan itu dan barulah membeli kalung permata ungu yang telah menjadi pilihan nazulfa.
Sehabis membeli perhiasan mereka ngopi di kafe yang terletak tak jauh dari ruang tunggu.
Pesawat lanjutan pun sudah sampai dan para penumpang menuju Lahore sudah di panggil untuk segera masuk ke pesawat.
Perjalanan kembali berlanjut tapi nazulfa masih tetap tidak tidur. Sungguh terlalu fobia nya.
Pemberitahuan bahwa dalam beberapa saat lagi pesawat akan landing di badara Alama Iqbal International Airport.
Mereka langsung menuju loket imigrasi, cop pasport lalu melewati ruang pemeriksaan. Dan mengambil bagasi.
Detik-detik mereka menuju pintu keluar kedatangan pun tiba.
Terlihat dr kejauhan banyak mata memandang ke arah mereka. namun bukan semua adalah keluarga shahzad. Ramai orang-orang dari mana saja datang ke Pakistan.
__ADS_1
Senyum shahzad mulai merekah melihat keluarga nya yang langsung maju ke arah mereka. Ibu nya langsung memeluk shahzad lalu terdiam memandang wajah nazulfa.
Di pegang ibunya wajah nazulfa dengan kedua tangan berada di pipi nazulfa. Di kecup ibunya dahi nazulfa dan ia pun mengucapkan Selamat datang menantuku dalam bahasa Urdu.
Di susul abang dan adik shahzad. Mereka semua saling berpelukan penuh keharuan.
Keponakan lelaki shahzad yang sudah remaja pun membantu mendorong trolley bagasi sampai memasukkan semua koper ke dalam bagasi mobil.
Mereka pun langsung pulang menuju kediaman abang nya yang juga berada di kota Lahore. Di rumah semua keluarga besar telah menunggu shahzad dan nazulfa.
Semua orang menanti ingin sekali melihat wajah asli wanita Indonesia. Yang katanya meskipun pesek namun manis membuat orang tak boleh lupa.
Rombongan dari bandara sudah tiba di depan rumah. Salah satu dari keluarga membukakan pintu dan mengajak masuk nazulfa.
Shahzad hanya tersenyum melihat sikap nazulfa yang salah tingkah.
Sebenarnya nazulfa merasa kebingungan dikarnakan perbedaan budaya dan bahasa. Di tambah lagi rasa takut jika keluarga shahzad tidak menyukainya.
Ketika sudah berada di dalam rumah mereka mempersilahkan nazulfa duduk dan keluarga semua mengelilingi nazulfa sambil terus memandang wajahnya.
Ia semakin salah tingkah tak mengerti. Semua itu membuat nya menjadi insecure. "Apa dikarenakan aku jauh lebih jelek dari mereka kah... sehingga mereka terus memangdangiku seperti ini" batin nazulfa berkata.
Shahzad menghampiri nazulfa lalu membisikkan. "Mereka terpesona dengan kecantikanmu" ujar shahzad menggoda.
Nazulfa pun langsung mencubit paha shahzad, karna ulah suaminya yang mengejek dirinya.
Dan akibat dari sikap nya semua orang malah tertawa. Nazulfa pun menjadi tersipu malu dan tertunduk.
Alhamdulillah... Semua keluarga shahzad menerima nazulfa. Mereka juga sedang mempersiapkan acara Walima dalam waktu dekat.
__ADS_1