
Hari ini jadwal kepulangan Nazulfa. Ia telah on the way menuju bandara. Shahzad yang tengah sibuk bekerja karna hari ini bukan hari libur, tidak punya banyak waktu untuk menghubungi Nazulfa.
Diperjalanan Nazulfa memandangi foto nya saat bersama Shahzad kemarin. Di usapnya layar hp sambil tersenyum lalu menjadi sedih.
Sebenarnya dalam hati Nazulfa belum ada rasa cinta. Dia hanya mengagumi pria itu. Akan tetapi Ia merasa sungguh beruntung disukai oleh pria tampan seperti Shahzad.
Sesampainya di bandara saat akan turun dari taxi ia dikejutkan oleh sosok pria yang langsung menghampirinya.
Ya... siapa lagi kalau bukan Shahzad..!!
"Shahzad,....?!" pekik Nazulfa heran.
"Awak kenapa ada kat sini....?" tanya Nazulfa.
"Bukankah awak cakap tengah banyak kerja sehingga tak boleh antar saya.." jelas Nazulfa.
Shahzad pun tersenyum...
"Ya saya memang banyak kerjaan, tapi saya lari sekejab.." jawab Shahzad.
"Bos awak tak marah ke..?" tanya Nazulfa lagi.
"Tak marah tadi saya dah cakap saya sakit kepala nak balek rumah rehat.."😬 jelas Shahzad.
__ADS_1
"So bos cakap okay, saya lari jauh sikit dari office saya stop taxi terus menuju airport.." ujar Shahzad.
"Astaghfirullah...." pekik Nazulfa.
"Kenapa awak mesti cakap tipu sama bos Shahzad, saya tak suka awak buat macam tu" kata Nazulfa.
"Maaf..... Saya cuma nak jumpa awak sebelum awak pergi...." ujar Shahzad.
"Ya Allah.. Sampai segitunya kah dia padaku.." batin Nazulfa berkata.
Lalu mereka pun masuk menuju check in counter dan bergegas menuju pintu masuk..
Shahzad hanya bisa mengantar sampai depan pintu masuk menuju imigrasi. Tiada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya. Akan tetapi tampak jelas di wajahnya seperti di landa kesedihan.
Tapi saat menatap wajah Shahzad membuat Nazulfa tak tega untuk meninggalkannya. Lalu Nazulfa mengambil pulpen dan buku nota kecil dari dalam handbag nya. Dan menuliskan kata.
"I will missing you Shahzad" tulis Nazulfa.
Lalu di serahkannya tulisan itu pada Shahzad. Sontak seketika setelah Shahzad membaca tulisan tersebut wajahnya berubah seperti tomat.
Tanpa bicara Shahzad pergi meninggalkan Nazulfa. Nazulfa yang kebingungan ada apa dan kenapa pun menepuk keningnya dan mengelus dadanya. Tak bisa memahapi situasi.
5menit 10menit berlalu Shahzad tak kembali. 15menit berlalu Nazulfa masih berdiri menanti kemana Shahzad. Namun ia tak kembali.
__ADS_1
Nazulfa pun akhirnya memutuskan masuk menuju imigrasi cek. Bolak balik Nazulfa menoleh namun sosok pria asing tersebut tak kunjung terlihat jua.
Kini hati Nazulfa di landa delima. Apakah ia salah dalam bersikap pada Shahzad.
Setelah pengecopan paspor, Nazulfa langsung melanjutkan berjalan kaki menuju gate. sembari melihat hp nya. Namun Shahzad juga tidak aktif di whatsapp.
Sesampainya di gate Nazulfa pun termenung memikirkan hal yang telah berlaku saat ini.
Berulang kali Nazulfa mengirimkan pesan kepada Shahzad. Bahkan ia memberanikan diri bertanya melalui pesan suara.
"Shahzad....! Apa saya buat salah sama awak?" ketik Nazulfa.
"Kenapa awak pergi tinggalkan saya tanpa sebab..?" tanya Nazulfa melalui pesan suara.
"Shahzad tolong jawab pesan saya.. sekejab lagi pesawat saya akan take off" ketik Nazulfa yang berharap Shahzad akan membaca dan menjawab chat nya itu.
"Shahzad.... Awak dimana? Awak oke kan...? Awak tak de apa jadi kan..?" khawatir Nazulfa.
Tanpa disadari Nazulfa merasa kecewa dan sedih atas sikap Shahzad. Tak bisa dipungkiri kebersamaan mereka yang hanya satu hari sungguh berkesan dalam pikiran Nazulfa. Meskipun ia berkata dalam hati dia tidak mencintai Shahzad namun ia merasa nyaman memiliki sesorang yang peduli padanya.
Saat ini Nazulfa sungguh merasa kehilangan.
Jangan lupa LIKE VOTE dan berikan HADIAH agar author semangat update. Thank You🥰
__ADS_1