
Sudah beberapa hari nazulfa selalu merasa aneh dengan mood nya. Biasa ini adalah pertanda akan datang bulan. Namun kali ini bulan tak kunjung turun. Ia juga sering merasa lapar dan mual.
Malam itu nazulfa tiba-tiba saja demam tinggi. Shahzad langsung memanggil dokter datang ke rumah untuk memeriksa kondisi istrinya. Namun nazulfa berkata pada shahzad mungkin ini di karna ia kecapek an saja, setelah dari walima.
Dokter pun sudah tiba di kediaman keluarga Mughal. Shahzad segera membawa dokter masuk menuju kamar mereka. Dan nazulfa segera di periksa. Ami ji juga ikut masuk bersama dengan dokter.
Setelah pemeriksaan, dokter tampak tersenyum tipis.
"What happen to me dokter..??" tanya nazulfa penasaran.
"Nothing.., You just need lots of rest, eat lots of fruit, vegetables and milk. This is will good for you and your baby.." ujar dokter
"Haaaa..." nazulfa menutup mulutnya dengan kedua tangan nya dan langsung menoleh ke arah suaminya.
Suaminya langsung menghampirinya dengan wajah berbinar dan mencium kening istrinya penuh cinta. Ami ji pun tersenyum lebar mendengar berita baik itu.
__ADS_1
Ibu mertuanya meminta nazulfa untuk tetap diam dan tidak mengabarkan kabar berita ini kepada semua orang. Sebab ami ji takut na,upfa terkena nazaar.
Tak heran sebab di Pakistan ada jenis penyakit yang datang dari pandangan seseorang. Hanya dengan pandangan terlalu bahagia ataupun terlalu iri hati, keduanya bisa membuat seseorang menjadi sakit maupun terkena musibah. Penyakit ini di Pakistan di sebut Nazaar. Atau kalau di Arab biasa disebut Ain yang artinya mata. Di Indonesia juga ada dibeberapa daerah mempercayai hal ini.
Bahkan nazulfa harus merahasiakan dari anggota keluarga shahzad. Hingga kandungannya genap 4bulan. Hanya ami ji lah yang mengetahuinya.
Sejak saat itu ami ji semakin menyayangi menantunya itu. Segala kebutuhan nazulfa dipersiapkan oleh api farida dengan sangat baik. Api farida sudah sangat lama bekerja dengan keluarga shahzad bahkan seperti keluarga sendiri.
Api farida tidak dapat berbahasa inggris namun nazulfa selalu berkomunikasi dengannya saat bersama di dapur. Meskipun nazulfa menggunakan bahasa urdu dan punjabi seadanya, namun nazulfa tetap berusaha berbicara pada setiap anggota keluarga agak hubungan tali kekeluargaan semakin erat.
Di Pakistan nazulfa tidak ingin di perlakukan seperti tuan putri yang segala kebutuhannya dipersiapkan dan tidak dibolehkan melakukan pekerjaan rumah. Ia lebih suka melakukan segalanya sendiri. Pagi hari ia sendiri membersihkan kamarnya. Menyapu dan pel ruangan kamar. Lalu ia juga memasak untuk dirinya. Nazulfa memang sangat suka masak. Lagi pula di Pakistan semua orang makan roti, mereka makan nasi hanya seminggu satu kali. Bagaimana bisa nazulfa yang biasa makan nasi 3x sehari harus makan roti setiap hari.....
Saat menikahi nazulfa.., shahzad membeli sebuah rumah di dekat bazaar kota sialkot. Rumah itu tidak berpenghuni. Hanya di kunjungi sesekali oleh keluarganya.
Ketika mereka berada di Pakistan, seminggu 2x bahkan 3x mereka mengunjungi rumah itu dengan alasan dekat dengan bazaar, terkadang alasan mereka sebab ingin bersih-bersih.
__ADS_1
Padahal sesungguhnya tuan punjabi itu ingin bermesraan dengan istrinya di rumah tersebut.
Semakin hari perut nazulfa semakin terasa kencang. Pipi nya semakin gemoi. Bentuk tubuhnya yang awalnya ramping kini lebih berisi di karenakan sekarang ia sangat suka makan. Ia terus saja merasa lapar. Namun naiknya berat badan nazulfa malah membuat suaminya semakin genit, selalu saja menggodanya tiap kali ada kesempatan.
Nazulfa sangat rindu masakan indonesia. Air liur nya terasa akan jatuh bila mengingat makanan nusantara. Namun kepulangan mereka di perpanjang 2minggu lagi karna permintaan abu ji ayah shahzad yang sudah berusia 80tahunan saat itu.
Selama di Pakistan mereka memang tidak pergi check USG. Mereka berencana memeriksakan kandungannya di Malaysia.
Kedatangan pertama nazulfa ke Pakistan menjadi sejarah cinta bagi pasangan beda negara itu. Selain pertemuan keluarga dan acara adat, kehamilan nazulfa juga terjadi saat di Pakistan.
2hati sebelum kepulangan mereka ke Malaysia. Barulah ibu shahzad membuat sebuah acara syukuran kehamilan menantunya itu.
Dalam acara ini hanya di hadiri keluarga inti dan tetangga terdekat saja. Syukuran ini juga untuk mendoakan mereka pulang dengan selamat samapai ke tujuan.
Di acara ini keluarga shahzad memberikan nazulfa beberapa hadiah untuk oleh-oleh dibawa pulang. Nazulfa pun juga memberikan hadiah kepada ibu mertua nya. Ia sengaja membeli sepasang anting emas secara diam-diam untuk mertuanya yang sudah sangat baik menerimanya dan menyayanginya seperti anak sendiri.
__ADS_1
Anting yang diberikan Nazulfa kepada Ibu Mertua..