Perjuangan Cinta Beda Negara

Perjuangan Cinta Beda Negara
Berbaikan


__ADS_3

Dalam keheningan Shahzad yang merasa bersalah sangat menyesali perbuatannya. Sebenarnya ia sangat tertekan dengan keadaan saat ini.


Entah sampai kapan pandemi ini berakhir, keuangan mereka sangat menipis. Tidak pernah terlindas dalam pikiran masa seperti ini akan datang tiba-tiba.


Usaha Nazulfa di Indonesia pun dikabarkan mengalami kebangkrutan. Tak sedikit pun harta tersisa untuk mereka.


Kepanikan yang menyelimuti pikiran mereka membuat tali kasih yang begitu kuat menjadi mengendur. Uang bukan segalanya, namun ketika rumah tangga di hadapkan dalam kesulitan uang maka hanya kesabaran dan keikhlasan yang mampu menghadapinya.


Penyesalan suaminya karna telah melukai hati sang istri membuat Shahzad tak tahu harus berbuat apa. Nazulfa yang sudah 3 hari hanya diam dan tak mau makan membuat shahzad sangat khawatir. Nazulfa yang sangat syok dengan sikap suaminya dan merasa tak percaya itu semua terjadi padanya.


Shahzad selalu saja keluar masuk kamar, memandang sang istri lalu keluar. Terkadang hanya sekedar bertanya sesuatu yang tak penting. Ia sangat merindukan sang istri yang seperti sebelumnya.

__ADS_1


Perubahan sikap Nazulfa sangat membuatnya kesepian. Sudahlah tidak memiliki harta sekarang ia juga kehilangan belahan jiwa akibat perbuatannya sendiri. Ia tidak sanggup.


Setiap malam nazulfa selalu saja cepat tidur, begitu anak-anak tidur ia pun langsung tidur. Ketika Nazulfa tidur Shahzad memangdangi wajah istri tercintanya itu. Wajah yang selalu menebar senyum pada semua orang. Sungguh ingin ia memeluk istrinya namun ia takut istrinya terbangun dan marah.


Ke esokkan harinya ibu mertua Nazulfa masuk kamar membawakan sarapan untuknya. Sembari bertanya kabar nazulfa.


Saat nazulfa bicara Abu ji atau ayah mertua Nazulfa juga masuk. Di lihatnya kaki Nazulfa, lalu di belai abu ji kepala nazulfa dengan meneteskan airmata.


Dengan begitu kasih sayang abu ji juga lebih pada Nazulfa. Meski mereka terkendala dalam bahasa sebab orangtua Shahzad yang sangat tua tidak paham bahasa inggris, dan Nazulfa juga tidak begitu lancar berbahasa urdu.


Tangisan Abu ji membuat Nazulfa sedih. Lalu Nazulfa juga ikut menangis. Di ikuti Ami ji pun juga menangis.

__ADS_1


Shahzad sedari tadi memperhatikan dari dekat pintu pun tanpa terasa meneteskan airmata. Ketika Abu ji dan Ami ji keluar, ia pun segera masuk ke dalam kamar dan meminta maaf. Nazulfa yang berada di atas tempat tidur sedangkan Shahzad memegang kaki nya yg menjuntai ke bawah.


Shahzad memohon untuk kembali seperti semula. Ia memohon agar Nazulfa istrinya yang ia kenal periang untuk kembali seperti dulu, jangan menjadi pendiam dan pemurung.


Mempertimbangkan semuanya akhirnya Nazulfa pun memaafkan dan tersenyum tipis pada Shahzad. Shahzad langsung berdiri dan memeluk istrinya. Ia tak henti mencium kepala mata hidung pipi dagu dan berakhir di bibir sang istri.


Shahzad benar-benar minta maaf. Dan Nazulfa pun memohon agar musibah pandemi covid ini tidak akan membuat rumah tangga mereka berubah.


Karna bagi Nazulfa bukan harta hal terpenting namun Keluarga.


Sejak saat itu suaminya tidak pernah melampiaskan amarah pada Nazulfa. Meskipun ia memiliki beban pikiran ia hanya share dan Nazulfa memberikan pendapat.

__ADS_1


Rumah tangga mereka pun kini kembali seperti semula. Mereka pun berusaha ikhlas menerima kenyataan dan saling support dalam segala hal.


__ADS_2