
Winda terus meremas rambut Prima dengan erat ia sangat senang karena berhasil membujuk lelaki itu untuk mampir ke rumah, yang pada akhirnya Prima diberi obat perangsang, Winda menikmati dari dorongan senjata milik Prima yang terus maju mundur di dalam miliknya tersebut, ''Prim..sakit..'' ucap Winda sambil tersenyum kenikmatan walaupun miliknya sedikit berdarah.
Prima terus mendorong pinggulnya maju mundur ''gak papa Win, sebentar lagi juga gak sakit?'' balas Prima sambil terus bergoyang diatas tubuh wanita itu.
Sedangkan Sela sedang menyapu lantai agar bersih dari kotoran dan debu ''akhirnya selesai juga'' gumam Sela yang baru saja selesai menyapu lantai, wanita itu berjalan ke dapur untuk mengambil air minum ''sekarang aku mau membereskan tempat tidur'' ucap Sela kepada dirinya sendiri.
Sela berjalan menuju ke kamarnya dan merapihkan tempat tidur tersebut ''kenapa Prima belum pulang? apa dia pulang ke rumah Mamahnya?'' gumam Sela yang bertanya kepada dirinya sambil merapihkan tempat tidur tersebut.
''Mandi sudah? beres-beres juga sudah? sekarang istirahat dulu deh'' ucap Sela kepada dirinya sendiri, lalu ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang ''aku harus cari pekerjaan lagi? tapi kerja apa yah?'' Sela berkata sambil memikirkan mau kerja apa dirinya itu.
''Nanti kalau Prima kesini aku tanya deh, barang kali ada lowongan pekerjaan?'' Sela berkata sambil berbaring di atas ranjang, ia berharap Prima akan pulang ke rumah tersebut dan akan menanyakan lowongan pekerjaan.
Orang yang diharapkan Sela akhirnya datang juga, Prima berjalan masuk sambil menoleh kanan dan kiri mencari keberadaan Sela, ''Sel..Sel..dimana kamu!?'' teriak Prima memanggil Sela.
__ADS_1
''Itu suaranya Prima?'' ucap Sela yang mendengar teriakan dari lelaki itu.
Sela berjalan keluar dari kamarnya untuk menghampiri Prima yang masih memanggil-manggil, ''iya mas sebentar?'' balas Sela sambil berjalan menghampiri Prima.
''Kamu baru pulang mas? aku bikin minuman dulu yah?'' ucap Sela kepada Prima sambil tersenyum.
''Iya Sel, jangan terlalu panas yah?'' sahut Prima kepada wanita itu sambil mengangguk kan kepalanya.
Sela berjalan ke dapur dan membuat teh hangat untuk lelaki itu, Sela kembali menemui Prima sambil membawa minuman tersebut ''ini mas, di minum dulu?'' ucap Sela sambil memberikan teh hangat tersebut kepada Prima.
''Kamu sudah makan mas? aku sudah buatin makan untuk kamu?'' Sela menanyakan kepada Prima apakah dia sudah makan atau belum.
''Aku sudah makan Sel, maaf yah lain kali aja?'' balas Prima sambil minta maaf kepada Sela karena dirinya sudah makan di rumahnya Winda.
__ADS_1
''Gak papa mas? lain kali aku akan membuat makanan untuk kamu lagi?'' sahut Sela sambil tersenyum kepada lelaki tersebut.
Prima berjalan masuk ke dalam kamar dan di susul oleh Sela, ''capek sekali aku hari ini Sel?'' ucap Prima sambil merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
''Apa mas Prima mau di pijit?'' Sela menawarkan pijatan untuk lelaki tersebut.
''Gak usah Sel, nanti malah kamu capek?'' balas Prima yang tidak mau kalau Sela kecapean.
''Gak papa mas'' sahut Sela lalu langsung memijat kakinya Prima.
''Beneran kamu gak papa Sel?'' ucap Prima kepada wanita itu sambil menoleh ke arahnya.
''Iya gak papa mas'' jawab Sela yang terus memijat kaki lelaki tersebut.
__ADS_1
Sela terus memijat kaki dan punggung milik Prima sambil mengobrol bersama.
*Bersambung*