Perjuangan Wanita Penghibur

Perjuangan Wanita Penghibur
Hadiah untuk Aris


__ADS_3

  Keesokan harinya setelah sarapan pagi, Sela menghampiri Aris yang sedang duduk di ruang tamu, wanita itu ikut duduk di samping lelaki itu, ‘’Ris apa kamu bisa mengantar aku ke kota?’’ ucap Sela kepada lelaki tersebut sambil sedikit senyum.


‘’Bisa, tapi untuk sementara ini kamu gak usah ke kota dulu, diluar mereka sedang mencari kamu, nanti kalau situasi sudah aman, aku antar kamu ke kota, oke’’ jawab Aris sambil menoleh dan menepuk pundak wanita itu.


‘’Baiklah, terserah kamu saja’’ sahut Sela, ia merasa kangen kepada Prima, sudah lama dia tidak tahu kabar lelaki tersebut.


  Hari demi hari pun berlalu, setiap hari Aris mengamati situasi di kampung tersebut, sesekali ia mengintai di gudang


dimana Sela dulu di tahan, lelaki itu terus mengembalakan domba-dombanya sambil mengamati situasi lingkungan tersebut.


  Pihak kepolisian pun belum menemukan titik terang mengenai kasus yang menimpa Sela, Prima terus menyuruh orang kepercayaannya untuk mencari keberadaan Sela yang sampai sekarang belum di temukan, lelaki itu pun rindu dan khawatir terhadap Sela.

__ADS_1


  Satu bulan sudah berlalu, malam harinya Aris menghampiri Sela yang sedang ada di kamarnya, ‘’Sel kamu belum tidur?’’ ucap Aris sambil mengetuk pintu kamar tersebut, ‘’Belum mas?, masuk saja pintunya gak di kunci?!’’ jawab Sela dari dalam kamarnya.


  Aris pun masuk kedalam kamar itu, ‘’ada apa mas?’’ Sela bertanya ketika Aris sudah masuk kedalam kamar tersebut, ‘’ayo duduk di sini, ceritakan ada apa?’’ ucap Sela lagi sambil menyuruh lelaki itu untuk duduk di sampingnya di tepi ranjang.


‘’Begini Sel, situasi di luar sudah aman, setiap hari aku mengawasi gudang itu dan sekarang sudah sepi, besok aku akan mengantarmu ke kota, gimana?’’ jawab Aris sambil memegang pundak wanita tersebut.


‘’Syukurlah kalau situasi sudah aman, baiklah kita besok ke kota’’ ucap Sela sambil tersenyum senang karena situasi sudah aman jadi dia bisa kembali ke kota.


  Ketika lelaki itu hendak berjalan keluar, tangannya di tarik oleh wanita itu, ‘’tunggu dulu mas’’ ucap Sela sambil menarik tangan lelaki itu dan terjatuh menindihnya, ‘’Sel, apa yang kamu lakukan’’ sahut Aris yang jatuh di atas tubuh wanita tersebut.


‘’Aku tidak bisa membalas semua kebaikan kamu yang telah di berikan kepadaku mas, aku hanya bisa membalas kebaikanmu dengan tubuhku ini mas?’’ jawab Sela sambil memeluk lelaki tersebut.

__ADS_1


‘’Sel, jangan lakukan ini’’ balas Aris yang berusaha untuk bangkit.


  Namun Sela membalikkan tubuh lelaki itu supaya berada di bawahnya, ‘’Tidak mas, kamu tidak boleh pergi sebelum menikmati tubuhku ini’’ ucap Sela lalu menciumi bibir lelaki itu sambil tangannya melepas satu persatu kancing baju milik lelaki tersebut.


  Bibir wanita itu terus menciumi leher Aris dan turun ke dada lelaki itu, sambil tangannya melepas celana yang di pakai oleh lelaki itu, ‘’Sel..’’ ucap Aris yang merasa miliknya sedang di mainkan oleh wanita itu, Sela pun melepaskan semua pakaiannya lalu duduk di atas tubuh lelaki tersebut sambil menggerakkan badannya.


  Aris hanya pasrah karena miliknya sudah masuk kedalam milik Sela, wanita itu terus menggerakkan badannya sambil tangannya memegang dada lelaki tersebut, Aris pun ikut menggerakkan pinggulnya, Sela tersenyum ketika lelaki itu merespon dirinya.


  Aris lalu duduk sambil memangku tubuh wanita tersebut dan bibirnya bermain di dada milik Sela, wanita itu menggeliat kenikmatan sambil terus menggerakkan badannya naik turun, kedua orang itu bercinta di atas ranjang dengan penuh semangat dan saling menikmatinya.


*BERSAMBUNG*

__ADS_1


__ADS_2