Perjuangan Wanita Penghibur

Perjuangan Wanita Penghibur
Kedatangan Pak Broto


__ADS_3

  Sela dibawa oleh anak buahnya Pak Broto yang


dulu pernah membeli Sela dari rumah Bordil, namun Prima menebus Sela dengan


harga dua kali lipat dari Pak Broto tersebut, sehingga lelaki paruh baya itu


marah dan mencari Sela kemana-mana.


  Sela dimasukkan kedalam gudang oleh


anak buahnya Pak Broto itu, sedangkan Prima baru saja kembali dari rumah


Mamahnya, baru sampai dihalaman rumah, tetangga yang melihat Sela telah di


culik langsung menceritakan kejadian itu kepada Prima.


  Prima langsung  menuju ke kantor polisi dan melaporkan hal


tersebut, kasus penculikan itu akan di tangani oleh pihak kepolisian, namun


Prima tidak hanya berpangku tangan mengandalkan pihak kepolisian tersebut.


  Prima mengumpulkan anak buahnya untuk


mencari keberadaan Sela, ia juga menemui Winda karena wanita itu pernah


mengancam Sela dan Prima, Winda mengelak karena di tuduh menculik Sela, ia


tidak merasa menculik wanita itu namun ada pihak lain yang menginginkan Sela.


  Prima mondar-mandir di dalam rumah


Mamahnya sambil terus berfikir mencari cara untuk bisa menemukan keberadaan


Sela, Mamahnya pun ikut memikirkan nasib Sela yang kini entah dimana


keberadaannya itu.

__ADS_1


  Mulut Sela dibungkam dengan lakban


hitam dan tangannya di ikat sambil duduk di kursi, pintu ruangan itu di buka


oleh dua orang yang menjaganya dan masuk lelaki parug baya yang berkumis itu


dan berkata kepada Sela, ‘’apa kamu masih ingat denganku sayang?’’ ucap lelaki


itu yang tak lain adalah Pak Broto.


‘’mmm, mmm’’ hanya itu yang bisa Sela ucapkan, karena mulutnya masih di lakban.


‘’Buka lakbannya!’’ Broto menyuruh anak buahnya untuk membuka lakban di mulut


Sela.


‘’Kenapa kamu menculikku? Bukannya kita tidak ada urusan lagi?’’ Sela berkata


setelah lakban yang menutup mulutnya di lepas oleh anak buahnya Broto.


‘’Siapa bilang kita tidak ada urusan lagi, aku sudah membelimu dari rumah


tersenyum lalu menjawil dagu Sela dengan tangannya.


  Sedangkan di kebun belakang gudang


tersebut ada seorang pemuda desa yang sedang mengembala domba-dombanya, ‘’ayo


manis, kalian makan yang banyak yah biar cepat gemuk’’ Pemuda itu berkata


kepada domba-domba miliknya yang sedang makan rumput sambil duduk di bawah


pohon.


  Pemuda itu mendengar suara teriakan


orang  minta tolong, ia menoleh lalu

__ADS_1


mencari asal suara tersebut, sedangkan kedua pipi Sela sedang di cengkeram oleh


Broto, ‘’silahkan berteriak sesuka kamu, di sini jauh dari kota dan tak akan


ada yang menolongmu’’ ucap lelaki itu sambil mencengkeram kedua pipi Sela .


  Sela langsung meludahi wajah lelaki


itu, ‘’dasar ******, plak, plak’’ ucap Broto yang langsung menampar wajah


wanita itu, ‘’tutup mulutnya dengan lakban’’ Broto menyuruh anak buahnya untuk


menutup mulut wanita itu lagi dengan lakban.


‘’Dasar wanita ******! Jangan beri dia makan dan minum?!’’ ucap Broto lagi


kepada anak buahnya.


‘’Baik bos’’ jawab anak buah tersebut, lalu mereka pergi dan mengunci gudang


itu.


  Hanya ada dua orang yang menjaga pintu


gudang tersebut sambil bermain catur, sedangkan dari tadi pemuda yang sedang


mengembala domba mengintip dari celah-celah pintu belakang gudang tersebut, ‘’siapa


mereka, kenapa wanita itu di sekap disini?’’ ucap pemuda itu pada dirinya


sendiri.


  Pemuda itu terus mengintai gudang


tersebut, ‘’hanya dua orang saja yang jaga pintu’’, karena hari sudah mulai


gelap, pemuda itu pun kembali dengan domba-dombanya.

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2