Perjuangan Wanita Penghibur

Perjuangan Wanita Penghibur
Kemesraan


__ADS_3

Sela kembali melanjutkan memasaknya, tak butuh lama akhirnya wanita itu selesai memasak, ''mas kamu taruh ini di meja'' Sela menyuruh Prima untuk menaruh mangkok yang berisi sayuran tersebut ke meja makan.


''Oke'' Prima bergegas mengambil mangkok tersebut dan menaruhnya di meja makan, lalu ia kembali membantu Sela membawa beberapa lauk pauk dan menaruhnya lagi di meja makan.


Setelah semuanya sudah selesai, mereka berdua pun mulai menyantap hidangan tersebut dengan lahap, mereka sarapan pagi sambil mengobrol sampai tak terasa kalau nasi yang ada di piringnya sudah habis di lahap.


Sedangkan Winda dan Romi masih berada di atas ranjang, lelaki itu enggan untuk melepaskan pelukannya, ''Rom ini sudah jam berapa?'' wanita itu bertanya kepada Romi, ''aku harus berangkat kerja''.


''Hari ini kamu libur saja dan temani aku di sini'' Romi membalas sambil mempererat pelukannya, 'kamu perlu uang berapa, nanti aku kasih'' ucap Romi lagi kepada Winda.


''Huft..'' hanya helaan nafas dari wanita itu karena ia tidak di perbolehkan untuk bekerja.


''Rom aku lapar?'' Winda berkata karena perutnya sudah mulai berbunyi.


''Biar aku pesan makanan online saja'' balas Romi sambil mengambil ponselnya lalu memesan makanan, ''hari ini kamu adalah permaisuriku, kamu tidak boleh kemana-mana'' ucap Romi lagi kepada Winda.

__ADS_1


''Terserah kamu saja Rom, malas aku'' itulah jawaban dari Winda yang merasa terkekang oleh lelaki itu.


Prima merangkul Sela sambil duduk di ruang tengah, televisi pun menyala menemani mereka berdua, sela menyandarkan kepalanya di dada lelaki itu sambil berkata ‘’mas apa kamu akan menikahi wanita itu?’’, ucapan dari Sela membuat Prima memandangi wajah cantik milik Sela.


‘’Entahlah Sel, itu hanya kecelakaan’’ jawaban yang keluar dari mulutnya Prima ‘’aku juga tidak mencintainya’’. Prima terus membelai rambut wanita itu dengan lembut.


‘’Kalau dia memaksa gimana?’’ Sela bertanya lagi kepada lelaki tersebut sambil mengelus dada yang menjadi sandarannya itu.


‘’Apa kamu rela aku menikah denganya?’’ Prima balik bertanya kepada Sela.


‘’Gak Sel, kamu tak boleh pergi dari rumah ini, aku sangat menyayangimu Sel’’ Prima berkata lalu mencium kening wanita itu.


‘’Makasih mas kamu telah menyayangiku, aku juga sayang sama kamu’’ Sela menjawab sambil tersenyum kepada Prima.


Sedangkan di dalam apartemen, Romi masih memeluk tubuh Winda sambil berkata ‘’sebulan lagi aku akan menikahimu Win’’ kata itu yang terucap dari mulutnya Romi sambil terus memeluk wanita itu dari belakang.

__ADS_1


Winda lalu membalikan badannya, ‘’gak Rom, aku gak mau menikah dulu, aku harus mengejar karier supaya aku bisa menjadi orang sukses’’.


‘’Aku punya harta Win, kita akan hidup bahagia, kita tidak akan kekurangan uang’’ Romi berkata sambil membelai pipi wanita tersebut.


‘’Kamu yang telah merampas kebahagiaanku Rom, kamu jahat’’ Winda menjawab sambil memukul dada lelaki itu berkali-kali.


‘’Sudah Win, kita gak usah ribut lagi, nikmati saja hidup ini’’ Romi membalas perkataan dari wanita itu sambil memegangi tangan Winda yang memukul dadanya.


‘’Kamu tega sama aku Rom’’ Winda meneteskan air matanya sambil terisak.


Winda terus menangis dalam pelukan lelaki itu, Romi membelai rambut Winda penuh kasih sayang sambil sesekali mencium kening wanita tersebut.


‘’Kamu jahat..kamu jahat..’’ Winda terus memukul dada lelaki itu berkali-kali sambil menangis sesenggukkan.


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2