Perjuangan Wanita Penghibur

Perjuangan Wanita Penghibur
Nikmatnya pagi hari


__ADS_3

Setelah makanan siap ia pun sarapan sendiri karena Sela belum bangun dari tidurnya, selesai sarapan Prima menulis diatas secarik kertas dan menaruhnya diatas meja makan, Prima bergegas untuk berangkat ke kantor dengan mengendarai mobilnya.


Didalam kamar Sela mulai membuka matanya ''jam berapa ini?'' ucap Sela pada dirinya sendiri, ''hah jam sembilan?!'' ia bergegas menuju ke kamar mandi, tak lama kemudian ia pun keluar dari kamar mandi dan berjalan masuk kedalam kamarnya untuk berganti pakaian, setelah selesai ia berjalan menuju ke dapur hendak membuat sarapan.


Ketika sela berjalan ke dapur, ia melihat ke meja makan dan dilihatnya sudah ada makanan yang tersedia, wanita itu lalu mendekati meja tersebut, ''apa ini?'' Sela mengambil secarik kertas yang di tinggalkan oleh prima ''selamat pagi Sel, semoga tidurmu nyenyak, terima kasih atas selimutnya tadi malam? oh iya aku sudah menyiapkan makanan untuk kamu? dimakan yah? aku berangkat ke kantor dulu? yang menyayangi kamu Prima'' Sela membaca secarik kertas tersebut sambil tersenyum sendiri, ''terima kasih mas kamu sudah menyiapkan makanan untukku?'' ucap Sela pada dirinya sendiri.


Sela mulai menyantap makanan tersebut sendirian sambil senyum-senyum sendiri, sedangkan mata Winda perlahan terbuka ia merasa ada yang melingkar di perutnya, ia pun melihat tangan yang sedang melingkar di perutnya itu lalu Winda menoleh kebelakang, ''Romi? kenapa aku ada disini?'' ucapnya dengan lirih sambil menarik tangan Romi yang melingkar di perutnya, ''hah! pakaianku?'' Winda bangkit lalu mengambil pakaiannya yang berserakan di lantai.


Winda menangis sambil duduk di tepi ranjang ''kamu jahat Rom?'' ucapnya sambil terus meneteskan air matanya, Romi yang mendengar tangisan dari wanita tersebut seketika membuka matanya, ''kenapa kamu menangis Win?'' Romi berkata sambil memeluk tubuh Winda dari belakang.


''Kamu jahat Rom!? lepaskan aku?'' Winda berkata dan berusaha melepaskan pelukan Romi.

__ADS_1


''Sudahlah Win jangan menangis, aku sudah menikmati tubuh kamu'' Romi membalas dan terus memeluk Winda dari belakang.


''Kenapa kamu tega melakukan ini kepadaku Rom?'' Winda terus menangis sambil menutup wajah dengan kedua tangannya.


''Semenjak SMA aku selalu mengejar dan mengharapkan cintamu, apa kamu tahu begitu sakitnya hatiku ketika kamu anggap aku hanya seorang teman saja?'' Romi berkata sambil membelai rambut wanita tersebut.


''Lepaskan aku Rom?!'' Winda berusaha memberontak supaya terlepas dari pelukan lelaki tersebut namun ia gagal karena tenaga Romi lebih kuat darinya.


Winda membayangkan kejadian dirinya yang sedang bercinta dengan Romi, ia merasa jijik terhadap lelaki itu, karena ia tidak mencintainya, Winda menganggap Romi sebagai teman saja gak lebih.


''Lepaskan aku Rom?! aku mau pulang?'' Winda berkata dan terus berusaha melepaskan pelukan dari lelaki itu.

__ADS_1


''Kamu jangan membuat aku marah Win? Diamlah'' Romi membalik dan merebahkan badan Winda lalu ia menindihnya diatas ranjang.


''Lepaskan aku? kamu jahat Rom?'' Winda terus menangis sambil berusaha melepaskan dirinya dari kungkungan tubuh lelaki itu.


''Diamlah dan nikmati saja'' Romi berkata sambil menciumi leher wanita tersebut.


Winda yang berada di bawah tubuh Romi terus memberontak supaya bisa terlepas sampai kelelahan, ia pun pasrah karena Romi sudah memasukkan miliknya dan mendorong maju mundur. ''Diam dan nikmati saja'' ucap Romi sambil terus mendorong pinggulnya maju mundur.


Winda meremas seprai ranjang tersebut dengan erat dan menggigit sudut bibirnya sambil merasakan dorongan dari senjata Romi yang sedang maju mundur di dalam miliknya, Romi sangat bersemangat sekali menggoyangkan pinggulnya maju mundur sampai keringat bercucuran. Mereka bercinta di pagi hari yang cerah membuat keduanya kelelahan.


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2