
Sela dan Prima masih duduk di sofa sambil mengobrol, Sela tidak tahu kalau berkas
yang di bawanya adalah surat pengunduran diri dengan pekerjaannya sebagai
cleaning service, Prima mengangkat Sela sebagai asisten pribadinya mulai hari
itu juga.
Prima menyuruh Sela untuk mengganti
bajunya dan mengambil barang-barang miliknya yang di bawa , setelah Sela
mengganti baju dan mengambil barang miliknya ia kembali menemui Prima di
ruangan Ceo, ‘’sekarang tempat kerja kamu di sini bersamaku, kamu yang akan
mengurusi segala kebutuhanku’’ ucap Prima sambil tersenyum kepada Sela.
‘’Apa yang harus aku lakukan sekarang mas?’’ Sela bertanya kepada Prima karena
bingung apa yang harus dilakukannya.
‘’Untuk saat ini kamu duduk santai saja, nanti kalau ada rapat penting atau
pertemuan dengan klien kamu yang mengurusi semua keperluanku, oke’’ jawab Prima
dengan senyumannya.
‘’Baiklah’’ hanya kata itu yang terucap dari mulutnya Sela.
‘’Kita makan siang yuk, sudah jam setengah dua belas nih’’ Prima mengajak Sela
untuk makan siang bersama.
‘’Di kantin mas?’’ Sela bertanya lagi sambil tersenyum.
‘’Mau di kantin apa di restauran?’’ Prima memberi tawaran kepada Sela.
__ADS_1
‘’Terserah, aku ngikut saja’’ jawab Sela sambil tersenyum.
‘’Ya sudah ayo kita makan di restauran’’ Prima berkata sambil menggandeng
tangan Sela dan keluar dari ruangan tersebut menuju ke lift.
Mereka berdua turun ke lantai bawah dan
banyak mata yang melihat mereka sedang berjalan bergandengan tangan, ‘’dasar
wanita ganjen’’ ucap salah satu karyawan wanita kepada temannya, ‘’kamu iri
yah?’’ balas temannya sambil tersenyum.
‘’Siapa yang iri?’’ jawab wanita itu sambil terus melihat Prima dan Sela yang
sedang berjalan.
‘’Sudah-sudah jangan ribut, ayo kita ke kantin’’ ucap karyawan yang lainnya.
pergi menuju ke restauran. Sedangkan Wida masih di apartemennya Romi, ia tidak
di ijinkan untuk berangkat kerja, Winda merasa terkekang seperti di penjara
saja, ‘’Rom besok aku harus berangkat ke kantor, sudah hampir satu minggu aku
tidak masuk bisa-bisa aku di pecat’’ Winda mengeluh kepada Romi.
‘’Oke besok aku ijinkan kamu berangkat ke kantor asal di antar jemput oleh
sopir pribadi’’ jawab Romi sambil membelai rambut Winda.
‘’Makasih Rom’’ Winda sangat senang lalu mencium pipi lelaki itu.
‘’Sama-sama sayang’’ Balas Romi sambil memeluk Winda dan mencium keningnya.
‘’Aku harus bisa mendapatkan Prima apapun caranya’’ ucap Winda dalam hatinya.
__ADS_1
Romi masih memeluk Winda sambil
membelai rambut wanita itu lalu mencium bibir manis milik Winda, mereka berdua
lalu bercinta di sore hari, walaupun tanpa ada rasa cinta di hatinya Winda, namun
wanita itu tetap melayani nafsu lelaki tersebut.
Hari sudah gelap, setelah makan malam
Prima dan Sela duduk di ruang tengah sambil nonton sinetron, ‘’apa kamu suka
dengan pekerjaan baru kamu sayang’’ ucap Prima sambil membelai rambut wanita
yang ada di sandarannya itu.
‘’Ya mau gimana lagi mas, aku hanya menuruti apa kemauan kamu saja’’ balas Sela
lalu mendongakkan kepalanya menatap wajah lelaki itu.
‘’Aku hanya tidak mau kalau kamu kecapean, pekerjaan cleaning service kan
menguras tenaga, aku tidak mau kalau kamu sakit sayang’’ ucap Prima lagi sambil
membelai rambut Sela.
‘’Makasih ya mas, kamu selalu perhatian sama aku’’ balas Sela dan tersenyum
kepada Prima.
Mereka berdua saling menyayangi dan
mencintai, walaupun Sela mantan wanita penghibur itu semua tidak mempengaruhi
rasa cinta dan sayangnya Prima kepada Sela tersebut.
*Bersambung*
__ADS_1