Perjuangan Wanita Penghibur

Perjuangan Wanita Penghibur
Mencari Sela


__ADS_3

Mamah Retno terus menginterogasi mereka berdua, sedangkan di balik pintu Sela mendengarkan percakapan mereka sambil meneteskan air matanya, ia lalu berlari sambil terus menangis keluar dari kantor tersebut dan naik ojek untuk kembali menuju ke perumahan, Mamah Retno mencari-cari keberadaan Sela.


''Prim kamu cepat cari Sela?!'' Mamah Retno menyuruh anaknya untuk mencari keberadaan Sela.


''Apa dia ikut kesini Mah?'' Prima bertanya kepada Mamah nya.


''Iya, dia kesini bersama Mamah, mungkin dia mendengar semua pembicaraan kita? kamu cari dia sampai ketemu?!'' jawab Mamah Retno dan menyuruh Prima untuk mencari Sela.


''Iya Mah'' balas Prima dan langsung berjalan mencari Sela.


Sedangkan Winda yang sedari tadi berdiri di tempat itu ia penasaran, ''siapa Sela itu? apa hubungannya dengan Prima? aku harus cari tahu siapa dia sebenarnya?'' ucap Winda dalam hatinya bertanya kepada dirinya sendiri.


''Hei kamu? kalau memang kamu punya bukti, aku akan pertimbangkan semuanya?'' ucap Mamah Retno kepada Winda.


''Aku punya buktinya Bu? besok aku akan kasih rekaman itu kepada Ibu?'' balas Winda sambil tersenyum kemenangan dalam hatinya.


''Baik aku tunggu kamu besok, sekarang kamu boleh pergi?'' ucap Mamah Retno menyuruh Winda untuk pergi dari ruangan tersebut.


''Baik Bu'' balas Winda lalu berjalan pergi meninggalkan ruangan tersebut sambil terus tersenyum kemenangan.


''Kemana perginya Sela, ini semua gara-gara Prima?'' ucap Mamah Retno kepada dirinya sendiri sambil memijat keningnya.


Prima mencari Sela sambil bertanya kepada karyawan yang di temuinya, ia modar mandir kesana-kemari mencari keberadaan wanita tersebut namun belum menemukannya, ia beberapa kali menelepon Sela namun ponsel milik Sela tidak aktif, ia kembali menemui Mamahnya.


''Apa kamu sudah bertemu dengannya?'' tanya Mamah Retno kepada Prima.


''Belum Mah, apa dia pulang kerumah?'' balas Prima sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


''Ayo kita cari dia sampai ketemu?'' sahut Mamah Retno mengajak Prima untuk mencari lagi keberadaan Sela.


''Iya Mah'' balas Prima sambil menganggukkan kepalanya.


Mereka berdua berjalan keluar dari kantor tersebut dan masuk kedalam mobil menuju kerumah, tak butuh lama mereka sampai juga di rumah, Prima bergegas turun dari mobil dan masuk kedalam, ''Sel..Sela?!'' teriak Prima memanggil Sela.


''Non Sela pergi ke kantor bersama Nyonya Den?'' sahut Bi Ijah kepada Prima.


''Dia pergi dari kantor Bi?!'' balas Prima kepada asisten tersebut.


''Apa dia ada dirumah?'' ucap Mamah Retno yang baru saja masuk kedalam rumah tersebut.


''Maaf Nyonya, Non Sela tidak pulang ke rumah?'' jawab Bi Ijah.


Mereka bertiga saling pandang satu sama lain. Mereka semua kebingungan mencari keberadaan Sela, Mamah Retno mondar mandir sambil berkacak pinggang, Prima mencoba menghubungi Sela melalui ponselnya tapi ponsel milik Sela tidak aktif, ''apa dia disana? apa dia tahu jalannya?'' Prima berkata pada dirinya sendiri sambil memegang ponsel tersebut.


''Iya Mah'' balas Prima lalu berjalan keluar dari rumah tersebut.


''Kamu mau kemana!?'' teriak Mamah Retno kepada Prima.


''Katanya suruh mencari Sela, ini aku mau mencarinya?'' sahut Prima sambil menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang.


''Iya tapi mau cari dimana?'' tanya Mamah Retno lagi kepada Prima.


''Barang kali dia pulang ke perumahan? apa Mamah mau ikut?'' jawab Prima kepada Mamahnya.


''Oke Mamah ikut'' sahut Mamah Retno lalu berjalan menghampiri Prima.

__ADS_1


Mereka berdua masuk kedalam mobil, Prima pun menjalankannya dengan kecepatan sedang, ''maksud kamu rumah yang ada di perumahan itu?'' Mamah Retno bertanya lagi kepada anaknya di dalam mobil tersebut.


''Iya Mah, selama ini aku suruh Sela untuk menempati rumah tersebut?!'' balas Prima memberitahu kepada Mamahnya kalau selama ini Sela tinggal di rumah tersebut.


Prima terus melajukan mobilnya menuju ke perumahan, setengah jam kemudian mereka sampai di tempat tersebut, setelah Prima menepikan mobilnya mereka berdua turun dari mobil itu dan berjalan menuju ke pintu, karena Prima memegang kunci pintu cadangan ia pun segera membuka pintu tersebut.


Mereka berdua masuk kedalam rumah itu, Prima bergegas menuju ke kamarnya Sela, ''Sel..Sel..apa kamu di dalam? buka pintunya?'' ucap Prima sambil mengetok-ngetok pintu kamar tersebut.


''Aku sedang malas bicara mas!, kamu pergi saja!?'' balas Sela dari dalam kamarnya menyuruh Prima untuk pergi.


''Buka pintunya dong Sel, aku mau bicara sama kamu, biar aku jelaskan?'' ucap Prima lagi membujuk Sela agar membuka pintu tersebut.


''Sudahlah mas tidak ada yang perlu dijelaskan lagi? kamu pergi saja dari sini?! atau aku yang pergi dari rumah ini?!'' jawab Sela dengan nada tinggi menyuruh Prima untuk pergi dari rumah tersebut.


''Kamu disana saja?, biar Mamah yang bicara sama Sela?'' Mamah Retno menyuruh Prima untuk menunggu di ruang tengah.


''Iya Mah'' balas Prima yang tampak lesu.


''Sayang ini Mamah, buka pintunya?! Mamah mau bicara sama kamu?'' ucap Mamah Retno sambil mengetok pintu tersebut.


''Ceklek..'' suara pintu terbuka, ''masuk Mah?'' Sela menyuruh Mamah Retno untuk masuk kedalam kamar tersebut.


''Sudah dong kamu jangan menangis? sini peluk Mamah?'' ucap Mamah Retno menenangkan hatinya Sela dan menyuruhnya untuk memeluk.


''Sudah-sudah jangan menangis'' Mamah Retno terus mengelus punggung Sela sambil menenangkan hati wanita itu.


Sela terus menangis dan sesenggukkan dalam pelukan Mamah Retno.

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2