
Setelah pemuda itu mengalahkan dua penjaga
tersebut, ia mendobrak pintu masuk, berkali-kali pemuda itu terus berusaha
membuka pintu itu dengan besi linggisnya, ‘’kreit, krek, brakh’’ akhirnya pintu
tersebut dapat dibukanya.
Pemuda itu langsung melepaskan ikatan
yang melilit di tubuh Sela dan membuka lakban di mulut wanita itu, Sela pingsan
karena seharian tidak di beri makan, Pemuda itu langsung membopong tubuh wanita
itu dan membawanya pergi dari tempat tersebut.
Perlahan mata Sela mulai terbuka lalu
menoleh kanan dan kiri, ‘’dimana aku?’’ ucap wanita itu dengan lirih, tak lama
kemudian pintu kamar tersebut dibuka dari luar dan masuk seorang pemuda, ‘’kamu
sudah sadar, ayo makan? Kamu pasti sangat lapar’’ ucap pemuda itu sambil
mengambil makanan yang sudah di siapkan di meja yang ada di samping tempat
tidur itu.
Pemuda itu menyuapi Sela dengan makanan
tersebut, ‘’nama kamu siapa?’’ Pemuda itu bertanya sambil menyuapi wanita
tersebut, ‘’aku Sela, ini rumah kamu?’’ jawab Sela dan bertanya kepada pemuda
tersebut.
‘’Iya ini rumahku, namaku Aris, ayo makan lagi’’ balas Aris lalu menyuapi
wanita itu lagi.
__ADS_1
‘’Makasih kamu sudah menolongku’’ ucap Sela sambil mengunyah makanan tersebut.
‘’Sudah menjadi kewajiban kita untuk saling tolong menolong, kebetulan juga aku
ada di situ’’ sahut Aris sambil tersenyum, ‘’ayo dihabiskan’’ ucap pemuda itu
sambil menyuapi lagi.
Suap demi sesuap akhirnya makanan itu
habis juga di lahap oleh Sela, Aris lalu mengambilkan minuman untuk wanita
tersebut, ‘’ini diminum dulu’’ ucap lelaki itu sambil memberikan minuman
tersebut.
‘’Makasih’’ Sela menganggukkan kepalanya dan tersenyum kepada pemuda tersebut.
‘’Kamu istirahat saja ini sudah malam, aku keluar dulu’’ Aris berkata lalu
berjalan.
ya, selamat malam’’ ucap Sela lagi sambil tersenyum.
‘’Iya selamat malam’’ jawab Aris dan membalas senyuman wanita itu lalu berjalan
kembali keluar dari kamar tersebut.
Hari semakin larut hembusan angin
dingin pun masuk kedalam rumah tersebut, kehangatan sinar matahari telah
menggantikan cuaca yang dingin tersebut, suara warga yang beraktifitas pun
terdengar di telinganya Sela, perlahan mata wanita itu terbuka ‘’hoam...sudah
pagi rupanya’’ ucap Sela sambil menutup mulutnya.
Aris sedang menjemur pakaian sedangkan
__ADS_1
neneknya sibuk di dapur dengan masakannya, Sela berjalan keluar dari kamar dan
mencari keberadaan Aris namun yang di jumpainya adalah sang nenek yang sedang
memasak di dapur, ‘’pagi nek? Nenek sedang masak apa?’’ Sela menyapa nenek
tersebut sambil tersenyum.
‘’Kamu sudah bangun nak? Nenek sedang menumis kangkung , kamu mandi dulu sana
biar badan segar kembali’’ jawab sang nenek dan menyuruh Sela untuk mandi.
‘’Iya nek, kamar mandinya dimana nek?’’ Sela bertanya letak kamar mandi
tersebut.
‘’Lurus saja, dekat kok’’ jawab nenek sambil tersenyum.
‘’Makasih nek’’ Sela berjalan ke kamar mandi setelah berkata sambil tersenyum.
Setelah selesai menjemur pakaian, Aris
berjalan sambil membawa ember dan
menaruhnya di dekat kamar mandi, Aris sudah tidak tahan ingin buang air lalu
langsung masuk kedalam kamar mandi ‘’Aris!’’ ucap Sela yang terkejut.
‘’Sela! Maaf, maaf, kenapa pintunya gak di kunci? Aku gak tahu kalau kamu di
dalam’’ balas Aris yang sudah melihat tubuh polos wanita tersebut.
‘’Cepat kamu keluar, aku mau mandi’’ ucap Sela sambil mendorong lelaki itu
tanpa mempedulikan dirinya yang tidak memakai pakaian, ‘’iya aku keluar’’ jawab
Aris dan langsung keluar dari kamar mandi tersebut.
*Bersambung*
__ADS_1