Perjuangan Wanita Penghibur

Perjuangan Wanita Penghibur
Menolong Sela


__ADS_3

  Setelah pemuda itu mengalahkan dua penjaga


tersebut, ia mendobrak pintu masuk, berkali-kali pemuda itu terus berusaha


membuka pintu itu dengan besi linggisnya, ‘’kreit, krek, brakh’’ akhirnya pintu


tersebut dapat dibukanya.


  Pemuda itu langsung melepaskan ikatan


yang melilit di tubuh Sela dan membuka lakban di mulut wanita itu, Sela pingsan


karena seharian tidak di beri makan, Pemuda itu langsung membopong tubuh wanita


itu dan membawanya pergi dari tempat tersebut.


  Perlahan mata Sela mulai terbuka lalu


menoleh kanan dan kiri, ‘’dimana aku?’’ ucap wanita itu dengan lirih, tak lama


kemudian pintu kamar tersebut dibuka dari luar dan masuk seorang pemuda, ‘’kamu


sudah sadar, ayo makan? Kamu pasti sangat lapar’’ ucap pemuda itu sambil


mengambil makanan yang sudah di siapkan di meja yang ada di samping tempat


tidur itu.


  Pemuda itu menyuapi Sela dengan makanan


tersebut, ‘’nama kamu siapa?’’ Pemuda itu bertanya sambil menyuapi wanita


tersebut, ‘’aku Sela, ini rumah kamu?’’ jawab Sela dan bertanya kepada pemuda


tersebut.


‘’Iya ini rumahku, namaku Aris, ayo makan lagi’’ balas Aris lalu menyuapi


wanita itu lagi.

__ADS_1


‘’Makasih kamu sudah menolongku’’ ucap Sela sambil mengunyah makanan tersebut.


‘’Sudah menjadi kewajiban kita untuk saling tolong menolong, kebetulan juga aku


ada di situ’’ sahut Aris sambil tersenyum, ‘’ayo dihabiskan’’ ucap pemuda itu


sambil menyuapi lagi.


  Suap demi sesuap akhirnya makanan itu


habis juga di lahap oleh Sela, Aris lalu mengambilkan minuman untuk wanita


tersebut, ‘’ini diminum dulu’’ ucap lelaki itu sambil memberikan minuman


tersebut.


‘’Makasih’’ Sela menganggukkan kepalanya dan tersenyum kepada pemuda tersebut.


‘’Kamu istirahat saja ini sudah malam, aku keluar dulu’’ Aris berkata lalu


berjalan.


ya, selamat malam’’ ucap Sela lagi sambil tersenyum.


‘’Iya selamat malam’’ jawab Aris dan membalas senyuman wanita itu lalu berjalan


kembali keluar dari kamar tersebut.


  Hari semakin larut hembusan angin


dingin pun masuk kedalam rumah tersebut, kehangatan sinar matahari telah


menggantikan cuaca yang dingin tersebut, suara warga yang beraktifitas pun


terdengar di telinganya Sela, perlahan mata wanita itu terbuka ‘’hoam...sudah


pagi rupanya’’ ucap Sela sambil menutup mulutnya.


  Aris sedang menjemur pakaian sedangkan

__ADS_1


neneknya sibuk di dapur dengan masakannya, Sela berjalan keluar dari kamar dan


mencari keberadaan Aris namun yang di jumpainya adalah sang nenek yang sedang


memasak di dapur, ‘’pagi nek? Nenek sedang masak apa?’’ Sela menyapa nenek


tersebut sambil tersenyum.


‘’Kamu sudah bangun nak? Nenek sedang menumis kangkung , kamu mandi dulu sana


biar badan segar kembali’’ jawab sang nenek dan menyuruh Sela untuk mandi.


‘’Iya nek, kamar mandinya dimana nek?’’ Sela bertanya letak kamar mandi


tersebut.


‘’Lurus saja, dekat kok’’ jawab nenek sambil tersenyum.


‘’Makasih nek’’ Sela berjalan ke kamar mandi setelah berkata sambil tersenyum.


  Setelah selesai menjemur pakaian, Aris


berjalan sambil membawa ember  dan


menaruhnya di dekat kamar mandi, Aris sudah tidak tahan ingin buang air lalu


langsung masuk kedalam kamar mandi ‘’Aris!’’ ucap Sela yang terkejut.


‘’Sela! Maaf, maaf, kenapa pintunya gak di kunci? Aku gak tahu kalau kamu di


dalam’’ balas Aris yang sudah melihat tubuh polos wanita tersebut.


‘’Cepat kamu keluar, aku mau mandi’’ ucap Sela sambil mendorong lelaki itu


tanpa mempedulikan dirinya yang tidak memakai pakaian, ‘’iya aku keluar’’ jawab


Aris dan langsung keluar dari kamar mandi tersebut.


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2