Perjuangan Wanita Penghibur

Perjuangan Wanita Penghibur
Semangat bekerja


__ADS_3

Sela dan Rini makan siang bersama di kantin sambil mengobrol, selesai makan siang mereka berdua kembali ke kantor dan beristirahat sejenak di ruangan yang khusus untuk karyawan level bawah.


Hari pertama bekerja Sela lalui dengan semangat sampai sore hari, ia bersiap-siap untuk pulang setelah mengambil tas ia berjalan keluar dari kantor tersebut, ''mas Prima belum kelihatan? dimana dia?'' ucap Sela sambil berteduh menunggu Prima datang.


''Belum pulang kamu Sel?'' ucap Rini sambil menepuk pundak Sela dari belakang.


''Eh kamu Rin, bikin kaget aku saja?'' sahut Sela sambil menoleh ke belakang.


''Kenapa belum pulang?'' Rini bertanya lagi kepada Sela.


''Nunggu teman ku Rin?'' sahut Sela sambil menoleh kanan dan kiri mencari keberadaan Prima.


''Ya sudah aku duluan ya?'' balas Rini kepada Sela, ''iya Rin'' sahut Sela kepada Rini yang berjalan meninggalkan dirinya.


Sela menghubungi Prima melalui ponsel ''nut..nut..nut..nomor yang anda tuju sedang sibuk'' suara dari ponsel miliknya, cukup lama wanita itu menunggu kedatangan Prima, setelah jenuh ia pun naik ojek untuk pulang ke rumah.


Setelah sampai di rumah, Sela bergegas untuk masuk kedalam kamar, ''capek sekali hari ini? aku mau mandi dulu biar badan segar kembali'' ucap Sela pada dirinya sendiri lalu berjalan menuju ke kamar mandi.


Di tempat lain yang jauh dari rumah tersebut setelah toko tutup lalu Reza berjalan menuju sepeda motor dan Desi menyusul nya dari belakang "Za tunggu" ucap Desi yang menghampiri.

__ADS_1


"Ada apa Des?" Reza bertanya kepada Desi.


"Aku ikut, boleh yah" ucap Desi dengan manja kepada Reza.


"Lu biasanya pulang naik apa?" Reza masih bertanya kepada Desi.


"Naik angkot Za" Desi masih berharap agar Reza memberi tumpangan untuk dirinya.


"Ya udah kamu tunggu angkot datang aja?" ucap Reza dengan cuek nya lalu naik sepeda motornya.


"Pelit banget sih kamu Za? ikut numpang aja gak boleh" ucap Desi dengan wajah yang cemberut.


"Makasih Reza ganteng hehehe" Desi dengan semangat lalu membonceng Reza sambil menggoda nya.


"Dasar bawel, pegangan yang erat, kalau kamu jatuh aku gak tanggung jawab" Reza menyuruh Desi agar berpegangan dengan erat supaya tidak jatuh.


"Iya ganteng, dengan senang hati" lalu Desi memeluk tubuh Reza dari belakang.


Reza menjalankan motornya menuju ke rumah Desi, menembus padatnya lalu lintas "masih jauh gak rumah kamu?" lelaki itu menanyakan dimana rumah Desi.

__ADS_1


"Lurus aja terus, nanti ada mini market belok kiri" Desi memberi arahan kepada Reza.


Reza menuruti apa yang dikatakan oleh Desi, setelah melihat ada mini market lalu Reza membelokkan motornya ke kiri, "Masih jauh gak?" Reza bertanya kembali kepada Desi.


"Sedikit lagi sayang" ucap Desi yang manja, setelah hampir sampai lalu Desi menyuruh Reza untuk berhenti di depan rumah, Desi turun dari motor lalu mengajak Reza untuk mampir ke rumahnya.


"Mampir dulu Za?" Desi menarik tangan Reza dan mengajak nya masuk kedalam rumah.


"Jangan main tarik-tarik dong, entar jatuh?" ucap Reza yang tangannya di tarik oleh Desi.


"Ayo buruan kalau tidak mau jatuh" Desi masih menarik tangan Reza lagi.


"Lu maksa banget sih" akhirnya Reza mengikuti langkah Desi masuk ke dalam rumahnya.


"Oke aku buat kopi susu dulu, kamu tunggu disini sayang" Desi lalu berjalan menuju ke kamar, setelah berganti pakaian lalu membuat kopi susu untuk Reza.


Setelah Desi selesai membuat kopi, lalu berjalan menuju ke ruang tamu sambil membawa minuman tersebut ''ini diminum dulu?'' ucap Desi kepada Reza sambil menyodorkan kopi susu tersebut.


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2