Perjuangan Wanita Penghibur

Perjuangan Wanita Penghibur
Penculikan


__ADS_3

  Setelah pulang dari kantor, Winda diam-diam


mengikuti Prima dan Sela yang sedang berjalan menuju ke mobil, kedua orang itu


lalu melajukan mobilnya ke jalan raya, Winda terus mengikuti mereka berdua dari


belakang, ‘’dimana rumah wanita ****** itu?’’ ucap Winda dalam hatinya.


  Prima dan Sela sedang asyik mengobrol di


dalam mobil tanpa merasa ada yang mengikutinya, Winda menelefon orang


kepercayaannya untuk mengikuti dirinya, tak butuh lama akhirnya Prima dan Sela


sampai di rumah, mereka berdua masuk kedalam sedangkan Winda masih ada di


seberang jalan sambil mengamati rumah tersebut.


‘’Rupanya di


sini mereka tinggal, aku harus buat perhitungan dengan mereka’’ ucap Winda


lirih sambil mengepalkan tangannya.


  Orang yang di telfon Winda pun datang dan


bergabung dengan wanita itu, ‘’kalian awasi rumah itu, kalau ada kesempatan


culik wanitanya dan bawa kehadapanku, mengerti?!’’ ucap Winda kepada beberapa


orang suruhannya tersebut.


‘’Siap bos,


serahkan semuanya pada kami’’ jawab salah satu orang tersebut.


‘’Baiklah,


kalian terus awasi rumah itu? Aku pulang dulu’’ ucap Winda lagi lalu ia pergi


dengan mobilnya melesat meninggalkan tempat tersebut.


  Sedangkan Prima dan Sela sedang duduk di


ruang tengah sambil nonton sinetron dan posel milik Prima berbunyi, ‘’siapa

__ADS_1


mas?’’ Sela bertanya siapa yang menelfon tersebut.


‘’Mamah, aku


angkat dulu ya’’ jawab Prima lalu bangkit dan menerima panggilan dari Mamahnya


tersebut.


  Setelah selesai menjawab telfon tersebut


Prima kembali menghampiri Sela yang sedang nonton sinetron, ‘’sayang, aku ke


rumah Mamah dulu yah ada urusan penting’’ ucap Prima pamit sambil mencium pipi


wanita itu.


‘’Iya mas,


salam buat Mamah? Kamu hati-hati jangan ngebut?’’ jawab Sela sambil tersenyum


kepada lelaki itu.


‘’Oke


  Sela mengantar sampai di depan pintu, setelah


Prima tidak kelihatan ia kembali masuk ke dalam rumah, baru beberapa langkah, ‘’tok,tok,tok’’


suara ketokan pintu terdengar, Sela kembali membuka pintu tersebut.


  Sela langsung di bungkam mulutnya dan di


tarik menuju ke mobil, ‘’cepat ikut kami?!’’ Sela berusaha memberontak namun


tenaganya kalah jauh dari dua lelaki tersebut, Sela di bawa masuk ke dalam


mobil.


‘’Woi, siapa


kalian? Tolong, tolong, tolong!?’’ teriak salah satu warga yang melihatnya.


  Kedua orang itu langsung melajukan mobilnya


melesat jauh meninggalkan tempat tersebut, beberapa warga baru berdatangan, ‘’ada

__ADS_1


apa, ada apa?’’ mereka bertanya kepada warga yang berteriak tadi dan di


jelaskan semuanya kepada mereka semua.


‘’Apa ada


yang tahu nomor ponselnya mas Prima?’’ ucap ketua Rt setempat kepada warganya.


  Semua warga hanya menggelengkan kepalanya


menandakan kalau mereka tidak tahu, ‘’ya sudah kita lapor saja ke polisi’’ ucap


ketua Rt tersebut dan mengajak beberapa orang untuk ikut ke kantor polisi.


  Winda mendapat telefon dari anak buahnya, ‘’Bos


kita kecolongan?’’ ucap orang tersebut di seberang telefon, Winda langsung


marah ‘’maksud kalian apa!? Kecolongan bagaimana?!’’ ucap Winda dengan marah.


‘’Sudah ada


orang yang mendahului kita Bos, mereka membawa wanita tersebut, tapi salah satu


dari kami sedang mengikuti orang itu’’ balas orang tersebut dari seberang


telefon.


‘’Cepat


kejar mereka! dan bawa wanita itu kemari?!’’ ucap Winda berteriak dan menyuruh


anak buahnya untuk mengejar orang yang telah membawa Sela tersebut.


‘’Baik Bos’’


jawab anak buah tersebut lalu menutup panggilan itu.


‘’Kurang


ajar! Ada juga yang ikut campur?! Brakh’’ Winda berkata sambil menendang kursi


yang ada di tempat itu.


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2