
Setelah pulang dari kantor, Winda diam-diam
mengikuti Prima dan Sela yang sedang berjalan menuju ke mobil, kedua orang itu
lalu melajukan mobilnya ke jalan raya, Winda terus mengikuti mereka berdua dari
belakang, ‘’dimana rumah wanita ****** itu?’’ ucap Winda dalam hatinya.
Prima dan Sela sedang asyik mengobrol di
dalam mobil tanpa merasa ada yang mengikutinya, Winda menelefon orang
kepercayaannya untuk mengikuti dirinya, tak butuh lama akhirnya Prima dan Sela
sampai di rumah, mereka berdua masuk kedalam sedangkan Winda masih ada di
seberang jalan sambil mengamati rumah tersebut.
‘’Rupanya di
sini mereka tinggal, aku harus buat perhitungan dengan mereka’’ ucap Winda
lirih sambil mengepalkan tangannya.
Orang yang di telfon Winda pun datang dan
bergabung dengan wanita itu, ‘’kalian awasi rumah itu, kalau ada kesempatan
culik wanitanya dan bawa kehadapanku, mengerti?!’’ ucap Winda kepada beberapa
orang suruhannya tersebut.
‘’Siap bos,
serahkan semuanya pada kami’’ jawab salah satu orang tersebut.
‘’Baiklah,
kalian terus awasi rumah itu? Aku pulang dulu’’ ucap Winda lagi lalu ia pergi
dengan mobilnya melesat meninggalkan tempat tersebut.
Sedangkan Prima dan Sela sedang duduk di
ruang tengah sambil nonton sinetron dan posel milik Prima berbunyi, ‘’siapa
__ADS_1
mas?’’ Sela bertanya siapa yang menelfon tersebut.
‘’Mamah, aku
angkat dulu ya’’ jawab Prima lalu bangkit dan menerima panggilan dari Mamahnya
tersebut.
Setelah selesai menjawab telfon tersebut
Prima kembali menghampiri Sela yang sedang nonton sinetron, ‘’sayang, aku ke
rumah Mamah dulu yah ada urusan penting’’ ucap Prima pamit sambil mencium pipi
wanita itu.
‘’Iya mas,
salam buat Mamah? Kamu hati-hati jangan ngebut?’’ jawab Sela sambil tersenyum
kepada lelaki itu.
‘’Oke
Sela mengantar sampai di depan pintu, setelah
Prima tidak kelihatan ia kembali masuk ke dalam rumah, baru beberapa langkah, ‘’tok,tok,tok’’
suara ketokan pintu terdengar, Sela kembali membuka pintu tersebut.
Sela langsung di bungkam mulutnya dan di
tarik menuju ke mobil, ‘’cepat ikut kami?!’’ Sela berusaha memberontak namun
tenaganya kalah jauh dari dua lelaki tersebut, Sela di bawa masuk ke dalam
mobil.
‘’Woi, siapa
kalian? Tolong, tolong, tolong!?’’ teriak salah satu warga yang melihatnya.
Kedua orang itu langsung melajukan mobilnya
melesat jauh meninggalkan tempat tersebut, beberapa warga baru berdatangan, ‘’ada
__ADS_1
apa, ada apa?’’ mereka bertanya kepada warga yang berteriak tadi dan di
jelaskan semuanya kepada mereka semua.
‘’Apa ada
yang tahu nomor ponselnya mas Prima?’’ ucap ketua Rt setempat kepada warganya.
Semua warga hanya menggelengkan kepalanya
menandakan kalau mereka tidak tahu, ‘’ya sudah kita lapor saja ke polisi’’ ucap
ketua Rt tersebut dan mengajak beberapa orang untuk ikut ke kantor polisi.
Winda mendapat telefon dari anak buahnya, ‘’Bos
kita kecolongan?’’ ucap orang tersebut di seberang telefon, Winda langsung
marah ‘’maksud kalian apa!? Kecolongan bagaimana?!’’ ucap Winda dengan marah.
‘’Sudah ada
orang yang mendahului kita Bos, mereka membawa wanita tersebut, tapi salah satu
dari kami sedang mengikuti orang itu’’ balas orang tersebut dari seberang
telefon.
‘’Cepat
kejar mereka! dan bawa wanita itu kemari?!’’ ucap Winda berteriak dan menyuruh
anak buahnya untuk mengejar orang yang telah membawa Sela tersebut.
‘’Baik Bos’’
jawab anak buah tersebut lalu menutup panggilan itu.
‘’Kurang
ajar! Ada juga yang ikut campur?! Brakh’’ Winda berkata sambil menendang kursi
yang ada di tempat itu.
*Bersambung*
__ADS_1