
Sehabis bercinta, Romi memeluk Winda dari belakang, wanita itu hanya menangis merenungi nasibnya, Romi membelai rambut wanita itu sambil berkata ''sudahlah jangan menangis, aku akan menikahi kamu Win? aku harap kamu mau menerimanya''.
''Kenapa kamu tega sama aku Rom?'' Winda membalas sambil terus terisak meneteskan air matanya tanpa menoleh ke belakang.
''Karena dari dulu aku sangat mencintai kamu Win, dengan cara ini aku harap kamu mau menerima ku?'' Romi menjawab sambil membelai rambut Winda dengan lembut.
''Kamu telah menghancurkan harapanku Rom'' ucap Winda yang terus sesenggukkan meneteskan air mata.
''Apa kurangnya aku Win? aku kaya, punya segalanya, mengapa kamu tidak mau menerimaku?'' Romi membalas sambil membalikkan tubuh Winda supaya berhadapan dengan dirinya.
''Apa kurangnya aku Win?'' ucap Romi sambil memegang kedua pipi wanita itu.
__ADS_1
Winda hanya terdiam sambil terus sesenggukkan, Romi memeluk Winda dan merebahkan kepala wanita itu di dadanya sambil terus membelai rambut milik Winda tersebut ''sudahlah Win tak perlu kau sesali, aku akan bertanggung jawab dan menikahi kamu'' Romi berkata kepada wanita itu sambil terus membelai rambutnya.
Sedangkan Prima sudah membereskan berkas yang menumpuk, ia bergegas untuk pulang. Prima mengendarai mobilnya menuju ke perumahan untuk menemui Sela, setelah sampai lelaki itu buru-buru masuk kedalam rumah tersebut.
Setelah mandi dan berpakaian Prima duduk di ruang tengah sambil menyalakan televisi, Sela datang sambil membawa minuman dan menaruhnya di atas meja lalu Sela berjalan menuju ke kamarnya, ''Sel tunggu? Prima berhasil menghentikan langkah wanita itu ''maafkan aku Sel, aku tidak bermaksud menyakiti hatimu, itu semua hanya kecelakaan? aku di jebak oleh Winda'' Prima berkata sambil memegang kedua pundak wanita itu.
Sela hanya diam tidak bersuara dan melanjutkan berjalan menuju ke kamarnya, ''Sel aku benar-benar minta maaf sama kamu?!'' ucap Prima yang melihat Sela berjalan masuk kedalam kamarnya, lelaki itu pun kembali duduk di sofa sambil nonton film.
Sela membaringkan badannya di atas ranjang, ''maafkan aku mas, aku masih belum mau bicara sama kamu? aku pengin sendiri dulu'' Sela berkata dengan lirih sambil wajahnya di selipkan dengan bantal kesayangannya. Prima masih duduk di sofa sambil berfikir mencari cara supaya Sela memaafkan dirinya.
Setelah menyelimuti Prima, ia hendak berjalan akan tetapi tangannya ditarik dan ia jatuh kedalam pelukannya Prima, ''disini saja biar aku tidak kedinginan'' Prima berkata sambil memeluk Sela.
__ADS_1
''Lepaskan aku mas? aku mau tidur?'' Sela berkata sambil berusaha melepaskan dirinya dari pelukan lelaki itu.
''Gak? sebelum kamu mau memaafkan aku, tak akan ku lepaskan pelukan ini'' balas Prima sambil terus memeluk Sela.
''Sudah dong mas, lepaskan aku?'' sahut Sela lagi kepada Prima.
''Maafkan aku dulu? apa kamu mau memaafkan aku?'' balas Prima lagi yang masih terus memeluk wanita tersebut.
''Aku sudah memaafkan kamu mas dari kemarin hanya saja...'' jawab Sela yang menggantungkan kalimatnya.
''Hanya saja apa sayang?'' ucap Prima sambil membelai rambut wanita itu dengan lembut.
__ADS_1
''Hanya saja aku sedang datang bulan, jadi aku males bicara sama kamu mas'' balas Sela sambil menyembunyikan kepalanya di dada lelaki itu sambil tersenyum sendiri.
*Bersambung*