Perjuangan Wanita Penghibur

Perjuangan Wanita Penghibur
Ketahuan


__ADS_3

Setelah malam tiba, pemuda tersebut kembali ke gudang dimana


Sela sedang di sekap didalamnya, pemuda itu terus mengintai gudang tersebut,


sedangkan dua orang yang berjaga sedang asyik minum kopi sambil bermain catur,


pemuda itu perlahan-lahan mencongkel pintu belakang gudang tersebut dengan


memakai linggis, ‘’kriet, krakh’’.


  Dengan sangat hati-hati pemuda itu


terus mencongkel pintu tersebut, ‘’hei siapa itu?’’ ucap salah satu penjaga


tersebut sambil menyoroti dengan lampu senter, ‘’ayo kita periksa?’’ sahut


penjaga yang satunya, mereka berdua berjalan ke belakang gudang tersebut.


  Pemuda itu bersembunyi di balik


semak-semak sambil mengawasi kedua penjaga tersebut, ‘’siapa disana?!’’ kedua


penjaga tersebut terus mencari-cari sambil mengelilingi gudang tersebut, ‘’ada


yang berusaha mencongkel pintu ini’’ ucap salah satu dari mereka yang melihat


pintu itu sudah lecet-lecet dan hampir terbuka.


‘’Kita harus perketat penjagaan di sini, ada yang mau bermain-main dengan kita


rupanya’’ sahut penjaga yang satunya lagi.


‘’Mari kita sisir tempat ini’’ balas temannya sambil menoleh, mereka berdua


terus mencari-cari orang yang berusaha membuka pintu tersebut.


  Pemuda itu dengan sangat pelan dan


mengendap-endap berjalan ke depan gudang tersebut, sedangkan kedua penjaga itu


masih ada di belakang, ‘’srakh, grosakh’’ tak sengaja pemuda itu menginjak

__ADS_1


ranting yang panjang dan mengeluarkan suara tersebut.


‘’Siapa disana, ayo kita kejar?!’’ kedua orang itu berjalan cepat kearah suara


tersebut.


  Pemuda itu dengan cepat berlari ke


depan gudang, kedua penjaga itu terus mengejar pemuda tersebut, ‘’ayo cepat


kita tangkap dia’’, Pemuda itu sampai di pelataran gudang dan menghentikan


larinya, ‘’siapa kamu?!’’ ucap salah satu penjaga tersebut yang sudah ada di


dekat pemuda tersebut.


‘’Aku pemuda kampung ini, dan sedang mencari tikus-tikus sampah masyarakat


seperti kalian’’ jawab pemuda itu sambil memegang besi linggis.


‘’Bangsat!! Cari mati kamu? hajar dia!?’’ balas penjaga tersebut, ‘’hiatz,


wush, wush, wush’’ kedua penjaga itu langsung menyerang pemuda tersebut dengan


  Pemuda itu langsung menghindari


serangan mereka sambil mengayunkan besi linggis tersebut, ‘’srakh, prakh, wush,


wush’’.


‘’Hebat juga kamu bangsat!!, hiatz, wush, srakh, barkh’’ satu penjaga itu


melompat sambil menendang, pemuda itu menghindar saja dan orang tersebut


berhasil mengenai kursi yang ada di situ lalu terjatuh.


‘’Hiatz, wush, wush, wush, srakh’’ yang satunya ikut meloncat dan menghantam


pemuda itu dari samping, ‘’bugh, bugh’’ pemuda itu terkena pukulan dan jatuh.


‘’Rasain lu, berani-beraninya ikut campur urusa kami’’ ucap orang tersebut yang

__ADS_1


melihat pemuda itu terjatuh.


  Pemuda itu bangkit


dan bersiap-siap, ‘’cuma segitu pukulan lu?’’ ucap pemuda itu sambil


mengacungkan jempolnya terbalik.


‘’Punya nyali juga kamu, hiatz, wush, wush, wush,’’ penjaga


itu kembali meloncat sambil melayangkan pukulan lagi.


  Dengan sigap pemuda


itu langsung menangkis seranga tersebut, ‘’wush, plak, plak, plak, bugh, bugh,


sraakhh, braaakh’’ pemuda itu langsung memukul dada orang itu lalu penjaga


tersebut jatuh tersungkur ke tanah, ‘’brakh..kedebughh, auwhhh’’.


‘’Ayo, ini masih pemanasan, ayo bangkit?!’’ ucap pemuda itu sambil


loncat-loncat kecil.


‘’Bangsat!!, hiatz..wush, wush, wush, srakh, barakh, brakhh’’ penjaga itu


bangkit dan menyerang pemuda tersebut.


  Pemuda tersebut salto kebelakang


berkali-kali dan berhasil terhindar dari seranga penjaga itu, ‘’ayo keluarkan


semua kemampuan kamu?’’ ucap pemuda itu sambil melambaikan tangannya kepada


penjaga tersebut.


  Mereka terus saling menyerang dan baku


hantam, pemuda itu sudah habis kesabaran dan langsung mengalahkan mereka


berdua.

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2