
Setelah malam tiba, pemuda tersebut kembali ke gudang dimana
Sela sedang di sekap didalamnya, pemuda itu terus mengintai gudang tersebut,
sedangkan dua orang yang berjaga sedang asyik minum kopi sambil bermain catur,
pemuda itu perlahan-lahan mencongkel pintu belakang gudang tersebut dengan
memakai linggis, ‘’kriet, krakh’’.
Dengan sangat hati-hati pemuda itu
terus mencongkel pintu tersebut, ‘’hei siapa itu?’’ ucap salah satu penjaga
tersebut sambil menyoroti dengan lampu senter, ‘’ayo kita periksa?’’ sahut
penjaga yang satunya, mereka berdua berjalan ke belakang gudang tersebut.
Pemuda itu bersembunyi di balik
semak-semak sambil mengawasi kedua penjaga tersebut, ‘’siapa disana?!’’ kedua
penjaga tersebut terus mencari-cari sambil mengelilingi gudang tersebut, ‘’ada
yang berusaha mencongkel pintu ini’’ ucap salah satu dari mereka yang melihat
pintu itu sudah lecet-lecet dan hampir terbuka.
‘’Kita harus perketat penjagaan di sini, ada yang mau bermain-main dengan kita
rupanya’’ sahut penjaga yang satunya lagi.
‘’Mari kita sisir tempat ini’’ balas temannya sambil menoleh, mereka berdua
terus mencari-cari orang yang berusaha membuka pintu tersebut.
Pemuda itu dengan sangat pelan dan
mengendap-endap berjalan ke depan gudang tersebut, sedangkan kedua penjaga itu
masih ada di belakang, ‘’srakh, grosakh’’ tak sengaja pemuda itu menginjak
__ADS_1
ranting yang panjang dan mengeluarkan suara tersebut.
‘’Siapa disana, ayo kita kejar?!’’ kedua orang itu berjalan cepat kearah suara
tersebut.
Pemuda itu dengan cepat berlari ke
depan gudang, kedua penjaga itu terus mengejar pemuda tersebut, ‘’ayo cepat
kita tangkap dia’’, Pemuda itu sampai di pelataran gudang dan menghentikan
larinya, ‘’siapa kamu?!’’ ucap salah satu penjaga tersebut yang sudah ada di
dekat pemuda tersebut.
‘’Aku pemuda kampung ini, dan sedang mencari tikus-tikus sampah masyarakat
seperti kalian’’ jawab pemuda itu sambil memegang besi linggis.
‘’Bangsat!! Cari mati kamu? hajar dia!?’’ balas penjaga tersebut, ‘’hiatz,
wush, wush, wush’’ kedua penjaga itu langsung menyerang pemuda tersebut dengan
Pemuda itu langsung menghindari
serangan mereka sambil mengayunkan besi linggis tersebut, ‘’srakh, prakh, wush,
wush’’.
‘’Hebat juga kamu bangsat!!, hiatz, wush, srakh, barkh’’ satu penjaga itu
melompat sambil menendang, pemuda itu menghindar saja dan orang tersebut
berhasil mengenai kursi yang ada di situ lalu terjatuh.
‘’Hiatz, wush, wush, wush, srakh’’ yang satunya ikut meloncat dan menghantam
pemuda itu dari samping, ‘’bugh, bugh’’ pemuda itu terkena pukulan dan jatuh.
‘’Rasain lu, berani-beraninya ikut campur urusa kami’’ ucap orang tersebut yang
__ADS_1
melihat pemuda itu terjatuh.
Pemuda itu bangkit
dan bersiap-siap, ‘’cuma segitu pukulan lu?’’ ucap pemuda itu sambil
mengacungkan jempolnya terbalik.
‘’Punya nyali juga kamu, hiatz, wush, wush, wush,’’ penjaga
itu kembali meloncat sambil melayangkan pukulan lagi.
Dengan sigap pemuda
itu langsung menangkis seranga tersebut, ‘’wush, plak, plak, plak, bugh, bugh,
sraakhh, braaakh’’ pemuda itu langsung memukul dada orang itu lalu penjaga
tersebut jatuh tersungkur ke tanah, ‘’brakh..kedebughh, auwhhh’’.
‘’Ayo, ini masih pemanasan, ayo bangkit?!’’ ucap pemuda itu sambil
loncat-loncat kecil.
‘’Bangsat!!, hiatz..wush, wush, wush, srakh, barakh, brakhh’’ penjaga itu
bangkit dan menyerang pemuda tersebut.
Pemuda tersebut salto kebelakang
berkali-kali dan berhasil terhindar dari seranga penjaga itu, ‘’ayo keluarkan
semua kemampuan kamu?’’ ucap pemuda itu sambil melambaikan tangannya kepada
penjaga tersebut.
Mereka terus saling menyerang dan baku
hantam, pemuda itu sudah habis kesabaran dan langsung mengalahkan mereka
berdua.
__ADS_1
*Bersambung*