
Pagi hari Sela sudah bersiap berangkat kerja ia berjalan keluar dari rumah, setelah mengunci pintu ia berjalan dan naik ojek menuju ke tempat kerjanya.
Beberapa menit kemudian ia sampai di depan kantor, setelah membayar ojek lalu Sela berjalan terburu-buru masuk supaya tidak telat, ''brugh..'' Sela menabrak seseorang dan jatuh ke lantai ''auwh..''.
''Kalau jalan lihat-lihat dong?!'' ucap seorang laki-laki yang di tabrak oleh Sela.
''Maaf..'' sahut Sela meminta maaf kepada lelaki tersebut.
''Kamu karyawan baru?'' ucap lelaki itu lagi kepada Sela sambil membantu wanita itu berdiri.
''Iya aku karyawan baru'' balas Sela sambil bangkit dan berdiri, ''sekali lagi aku minta maaf? aku mau masuk dulu?'' ucap Sela meminta maaf lagi kepada lelaki tersebut dan berjalan meninggalkan tempat tersebut.
''Eh tunggu?! siapa nama kamu?!'' ucap lelaki itu yang melihat Sela sudah berjalan meninggalkan dirinya.
Sela terus berjalan masuk tanpa mempedulikan lelaki tersebut, setelah berganti pakaian ia mengambil peralatan untuk mengepel, ''kamu baru datang Sel?'' ucap Rini kepada Sela.
''Iya Rin, belum terlambat kan?'' balas Sela sambil bertanya kepada Rini.
''Belum, ayo kita mulai bekerja?'' jawab Rini lalu mengajak Sela untuk mulai bekerja.
__ADS_1
Mereka berdua mulai mengepel lantai sebelum semua karyawan datang, ''hei.. karyawan baru! kamu kan tadi yang menabrak aku?!'' teriak lelaki yang tadi di tabrak oleh Sela.
Sela dan Rini menoleh ke arah lelaki tersebut ''tadi aku sudah minta maaf, sekarang apa lagi?'' balas Sela kepada lelaki tersebut, ia pun kembali mengepel tanpa mempedulikan lelaki itu, ''kamu harus hati-hati dengan lelaki itu Sel?'' ucap Rini memberi nasihat kepada Sela.
''Siapa dia Rin?'' balas Sela bertanya kepada Rini.
''Namanya Reza, dia itu playboy di kantor ini kamu jangan terlalu dekat dengan dia?'' jawab Rini kepada Sela sambil memberi peringatan kepadanya.
''Reza, terima kasih kamu telah memperingatkan aku Rin?'' balas Sela sambil tersenyum kepada Rini.
''Hei aku bicara sama kamu jangan sok jual mahal?!'' ucap lelaki itu lagi kepada Sela.
''Brakh..'' Reza menendang ember yang berisi air pel tersebut.
''Apa-apaan sih kamu?!'' ucap Rini kepada Reza.
Reza menarik tangan Sela dan menyeretnya ke lorong yang sepi, ''lepaskan tangan kamu?!'' ucap Sela yang berusaha melepaskan tangan Reza.
''Aku mau bicara sama kamu di sana?'' balas Reza yang terus menyeret tangan Sela.
__ADS_1
''Lepaskan!? kalau tidak, aku akan teriak?!'' sahut Sela yang terus berusaha melepaskan tangan Reza tersebut.
''Coba saja kamu teriak?'' balas Reza sambil terus berjalan menuju lorong yang sepi.
''Tolong..tolong..tolong..'' Sela berusaha meminta tolong sambil berteriak.
Rini yang mendengar suara Sela berlari sambil membawa alat pel tersebut, ''lepaskan teman ku?! bugh..bugh..bugh'' ucap Rini sambil memukul Reza dengan alat pel tersebut.
''Auwh..kurang ajar!?'' Reza berkata sambil menahan rasa sakit akibat pukulan dari Rini tersebut, ''kamu gak papa Sel?'' ucap Rini yang menghampiri Sela.
''Aku tidak apa-apa Rin, terimakasih kamu sudah menolong ku?'' balas Sela kepada Rini sambil memeluk tubuh wanita tersebut.
Rini merasa kasihan kepada Sela ''ayo kita pergi dari sini?'' Rini mengajak Sela untuk pergi dari tempat tersebut, ''mau kemana kalian?! urusan kita belum selesai?'' suara Reza yang kembali menarik tangan Sela lagi.
''Lepaskan tangan ku?!'' ucap Sela kepada lelaki tersebut sambil berusaha melepaskan tangan Reza.
''Lepaskan mereka!?'' suara Prima terdengar di telinganya Sela.
Sela menoleh ke arah Prima yang baru saja datang, ''mas Prima? mas tolongin aku?'' ucap Sela kepada Prima meminta bantuan kepada lelaki itu.
__ADS_1
*Bersambung*