
Setelah semua orang pergi meninggalkan rumah tersebut, Nenek Surti memeluk Sela dan mengelus punggung wanita tersebut, ‘’maafkan cucu nenek ya nak, nenek terpaksa melakukan ini demi kebaikan kalian berdua’’, ucap sang nenek sambil meneteskan air matanya, ‘’iya nek, gak papa? nenek sudah benar mengambil keputusan tersebut, aku berterima kasih kepada nenek’’ balas Sela yang membalas pelukan dari sang nenek.
‘’Kamu sekarang sudah menjadi bagian dari keluarga ini, jadi kamu jangan sungkan-sungkan lagi yah?’’ ucap sang nenek lagi sambil membelai kedua pipinya Sela.
‘’Iya nek, sekarang aku cucunya nenek’’ jawab Sela sambil tersenyum kepada wanita tua tersebut.
‘’Oh iya nenek lupa? Dari tadi kita belum sarapan, ayo kita makan dulu nak’’ ucap sang nenek sambil melepaskan pelukannya.
‘’Ayo nek, mas kita makan dulu?’’ balas Sela sambil tersenyum dan memanggil Aris yang masih mengobrol dengan tetangganya.
‘’Iya sebentar’’ sahut Aris sambil menoleh.
Kedua wanita itu berjalan ke meja makan, tak lama kemudian Aris datang dan bergabung bersama mereka, Sela
mengambilkan nasi untuk suaminya, ‘’segini cukup mas?’’ ucap wanita itu terhadap suaminya, ‘’cukup Sel, makasih’’ balas Aris sambil tersenyum kepada istrinya.
__ADS_1
Mereka bertiga makan bersama dengan lahap sambil mengobrol, selesai makan Sela mencuci piring dan peralatan dapur yang kotor dibantu oleh sang nenek, Aris berjalan menghampiri kedua wanita tersebut, ‘’Sel, aku mau mengembalakan domba dulu?’’ ucap lelaki itu pamit untuk mengembala domba-dombanya.
‘’Mas aku ikut?’’ sahut Sela sambil menoleh.
‘’Jangan nak, nanti kulit kamu jadi gosong’’ ucap sang nenek kepada Sela.
‘’Gak papa nek, aku belum pernah mengembala domba, jadi ijinkan aku ikut dengan mas Aris yah nek?’’ jawab Sela merayu dan membujuk kepada sang nenek.
‘’Baiklah terserah kamu saja, kalian hati-hati yah’’ sahut sang nenek lalu tersenyum.
Suami istri itu pun berjalan ke belakang menuju ke kandang domba-domba tersebut, ‘’domba kamu banyak sekali mas’’ ucap Sela yang melihat domba milik suaminya itu, ‘’Iya sayang, ini peninggalan dari almarhum Ayah, sekarang aku yang merawatnya’’ balas Aris kepada istrinya sambil tersenyum.
‘’Ayo jalan, hust..hust..huts..’’ ucap Aris kepada domba-dombanya tersebut.
‘’Mereka nurut sama kamu mas, di suruh jalan , mereka langsung jalan, hebat kamu mas?’’ ucap Sela yang senang melihat domba-domba tersebut, ‘’embe..embe..embe...’’ suara domba tersebut yang berjalan.
__ADS_1
‘’Karena sudah terbiasa dan terlatih setiap hari seperti ini jadi mereka mengerti apa yang aku ucapkan’’ jawab Aris sambil tersenyum kepada istrinya.
Setelah sampai di padang rumput yang jauh dari gudang dimana dulu Sela di sekap dan ditahan, Aris mengajak istrinya untuk duduk di bawah pohon, ‘’ayo duduk sini sayang’’ ucapnya sambil menggandeng tangan istrinya.
‘’Kenapa duduk mas?, nanti domba-dombanya pada kabur lari gimana?’’ jawab Sela yang khawatir kalau domba-domba tersebut akan lari kabur meninggalkan mereka.
‘’Gak akan sayang, mereka tak akan kabur, ayo duduk di sini’’ jawab Aris sambil tersenyum dan menepuk pundak istrinya tersebut.
‘’Beneran gak akan kabur mas?’’ Sela masih belum yakin kalau domba-domba tersebut gak akan kabur.
‘’Bener sayang, lihat deh mereka sangat menikmati rumput itu?’’ balas Aris sambil menunjuk ke arah domba-domba tersebut.
Sela akhirnya duduk di samping suaminya sambil menyandarkan kepalanya di bahu lelaki itu sambil memandangi domba-domba tersebut, Aris pun merangkul istrinya sambil membelai rambut wanita yang sudah sah menjadi istrinya.
*BERSAMBUNG*
__ADS_1