Perjuangan Wanita Penghibur

Perjuangan Wanita Penghibur
Di tolong Prima


__ADS_3

Reza menarik tangan Sela dan menyeretnya ke lorong yang sepi, ''lepaskan tangan kamu?!'' ucap Sela yang berusaha melepaskan tangan Reza.


''Aku mau bicara sama kamu di sana?'' balas Reza yang terus menyeret tangan Sela.


''Lepaskan!? kalau tidak, aku akan teriak?!'' sahut Sela yang terus berusaha melepaskan tangan Reza tersebut.


''Coba saja kamu teriak?'' balas Reza sambil terus berjalan menuju lorong yang sepi.


''Tolong..tolong..tolong..'' Sela berusaha meminta tolong sambil berteriak.


Rini yang mendengar suara Sela berlari sambil membawa alat pel tersebut, ''lepaskan teman ku?! bugh..bugh..bugh'' ucap Rini sambil memukul Reza dengan alat pel tersebut.


''Auwh..kurang ajar!?'' Reza berkata sambil menahan rasa sakit akibat pukulan dari Rini tersebut, ''kamu gak papa Sel?'' ucap Rini yang menghampiri Sela.


''Aku tidak apa-apa Rin, terimakasih kamu sudah menolong ku?'' balas Sela kepada Rini sambil memeluk tubuh wanita tersebut.


Rini merasa kasihan kepada Sela ''ayo kita pergi dari sini?'' Rini mengajak Sela untuk pergi dari tempat tersebut, ''mau kemana kalian?! urusan kita belum selesai?'' suara Reza yang kembali menarik tangan Sela lagi.


''Lepaskan tangan ku?!'' ucap Sela kepada lelaki tersebut sambil berusaha melepaskan tangan Reza.

__ADS_1


''Lepaskan mereka!?'' suara Prima terdengar di telinganya Sela.


Sela menoleh ke arah Prima yang baru saja datang, ''mas Prima? mas tolongin aku?'' ucap Sela kepada Prima meminta bantuan kepada lelaki itu.


''Kamu jangan ikut campur urusan ku?!!'' bentak Reza kepada Prima sambil terus menarik tangan Sela.


''Lepaskan!!!'' Prima langsung membentak Reza, ''jangan berani nya sama perempuan saja? ayo lawan aku?!'' ucap Prima kepada Reza lagi.


''Kurang ajar! berani sekali kamu membentak aku? kamu belum tahu siapa aku hah!?'' balas Reza yang tidak suka di bentak oleh Prima.


''Aku tahu siapa kamu bodoh?! kamu kepala pemasaran dari perusahaan ini kan?'' balas Prima kepada Reza.


''Hei siapa kamu sebenarnya?!'' ucap Reza kepada Prima.


''Kamu tidak perlu tahu siapa aku? cepat lepaskan tangan kamu itu?!'' balas Prima menyuruh Reza supaya melepaskan tangannya dari tangan Sela.


''Kalau aku tidak mau, kamu mau apa hah!?'' jawab Reza yang tidak mau melepaskan tangannya.


Prima berjalan mendekati Reza ''bugh..bugh..bugh..'' Prima langsung memukul wajah Reza beberapa kali, Reza pun jatuh ke lantai ''auwh..kurang ajar!?'' ucap Reza sambil mengusap sudut bibirnya.

__ADS_1


''Kamu bawa Sela pergi dari sini? cepat?'' ucap Prima menyuruh Rini supaya mengajak Sela pergi dari tempat tersebut.


''Baik'' jawab Rini singkat lalu mengajak Sela meninggalkan tempat tersebut, ''ayo Sel kita pergi dari sini?'' ucap Rini kepada Sela.


Mereka berdua berjalan cepat meninggalkan tempat tersebut, sedangkan Prima masih berurusan dengan Reza, ''ayo bangkit lawan aku?'' ucap Prima kepada Reza, ''jangan berani nya sama perempuan?'' Prima menyuruh Reza untuk bangkit.


''Jangan sombong kamu?!'' sahut Reza sambil bangkit dari lantai ''hiatz..wush..wush..wush..'' Reza melompat sambil melayangkan tinjunya ke arah Prima.


Prima menggeser tubuhnya sedikit dan menangkis serangan dari Reza ''wush..plak..plak..plak..''. Reza terus menyerang Prima berkali-kali dengan tinju dan tendangan.


''Cuma segitu kemampuan kamu hah?!'' ucap Prima meledek Reza sambil tersenyum sendiri.


''Kurang ajar, hiatz..wushh..wush..wush..'' Reza kembali menyerang Prima dengan pukulan dan tendangan ''wush..wushh..wush..''.


Prima salto kebelakang beberapa kali untuk menghindari serangan dari Reza, ''wushh..wushh..wushh..'' lalu Prima melompat menerjang Reza sambil melayangkan kakinya ''wush..dugh..dugh..dugh..''.


Reza terkena tendangan dari kakinya Prima dan tersungkur ke lantai ''srakh..auwh..'', Reza bangkit lagi sambil menahan rasa sakit di bagian perutnya akibat terkena tendangan dari kakinya Prima tersebut.


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2