Perjuangan Wanita Penghibur

Perjuangan Wanita Penghibur
Perhatian


__ADS_3

Mereka berdua berjalan cepat meninggalkan tempat tersebut, sedangkan Prima masih berurusan dengan Reza, ''ayo bangkit lawan aku?'' ucap Prima kepada Reza, ''jangan berani nya sama perempuan?'' Prima menyuruh Reza untuk bangkit.


''Jangan sombong kamu?!'' sahut Reza sambil bangkit dari lantai ''hiatz..wush..wush..wush..'' Reza melompat sambil melayangkan tinjunya ke arah Prima.


Prima menggeser tubuhnya sedikit dan menangkis serangan dari Reza ''wush..plak..plak..plak..''. Reza terus menyerang Prima berkali-kali dengan tinju dan tendangan.


''Cuma segitu kemampuan kamu hah?!'' ucap Prima meledek Reza sambil tersenyum sendiri.


''Kurang ajar, hiatz..wushh..wush..wush..'' Reza kembali menyerang Prima dengan pukulan dan tendangan ''wush..wushh..wush..''.


Prima salto kebelakang beberapa kali untuk menghindari serangan dari Reza, ''wushh..wushh..wushh..'' lalu Prima melompat menerjang Reza sambil melayangkan kakinya ''wush..dugh..dugh..dugh..''.


Reza terkena tendangan dari kakinya Prima dan tersungkur ke lantai ''srakh..auwh..'', Reza bangkit lagi sambil menahan rasa sakit di bagian perutnya akibat terkena tendangan dari kakinya Prima tersebut.


Reza bangkit sambil memegang perutnya karena sakit terkena tendangan dari kakinya Prima, ''kurang ajar kamu!?'' ucap Reza sambil bangkit dan bersiap-siap melakukan serangan balik kepada lawannya tersebut ''hiatz..wush..wush..wush..'' Reza melompat dan melayangkan tinjunya kembali ke arah Prima dan berhasil mengenai angin saja.


Prima hanya menghindari serangan dari Reza, ''kemampuan kamu cuma segitu saja hah?!'' ucap Prima membuat Reza semakin geram dan marah.

__ADS_1


''Jangan sombong dulu kamu, terima serangan ku ini? hiatz..wush..wush..wush..wush..wush..'' Reza menyerang Prima dengan membabi buta, tendangan dan pukulan ia layangkan ke arah Prima.


Prima bergeser sambil menangkis serangan dari Reza tersebut, ''wush..sret..plak..plak..plak..plak..plak..'', Reza terus menerus menyerang Prima.


Prima menangkap tangan Reza lalu menarik ke belakang punggung lelaki itu untuk menguncinya, ''auwh..lepaskan!?'' ucap Reza yang tangannya di tarik ke belakang dan di kunci oleh Prima.


''Kalau aku masih melihat kamu mengganggu wanita itu lagi, kamu akan berurusan dengan ku? jangan harap kamu akan hidup tenang mengerti!?'' Prima berkata sambil menekan tangan Reza ke atas membuat lelaki itu kesakitan.


''Baik..baik...cepat lepaskan tangan ku?'' balas Reza kepada Prima sambil menahan rasa sakit di tangannya.


Reza terhuyung dan jatuh ke lantai ''brugh..auwhh..''.


Prima berjalan meninggalkan Reza sendirian di tempat tersebut, ia menuju dimana Sela dan Rini berada, sedangkan Reza masih duduk di lantai sambil menahan rasa sakit.


Prima menghampiri Sela dan Rini yang sedang duduk, ''kamu tidak apa-apa Sel?'' ucap Prima kepada Sela.


''Aku tidak apa-apa mas, terima kasih sudah menolong ku?'' balas Sela sambil tersenyum kepada Prima.

__ADS_1


''Kalau ada yang terluka obatin dulu, untuk sementara kamu istirahat saja dulu di sini?'' sahut Prima kepada Sela dan menyuruhnya untuk istirahat.


''Aku tidak apa-apa mas, aku masih sanggup kok untuk bekerja?'' balas Sela yang tidak mau dirinya bermalas-malas hanya karena luka kecil saja.


''Beneran kamu tidak apa-apa? kalau masih sakit kamu istirahat saja nati aku yang bilang sama Pak Teguh?'' ucap Prima lagi kepada Sela karena Prima khawatir kepada wanita tersebut.


''Aku beneran tidak apa-apa mas, lebih baik kamu kembali bekerja, aku juga mau melanjutkan pekerjaan ku? oh iya nanti sore kamu pulang gak?'' balas Sela sambil bertanya kepada Prima.


''Iya aku akan pulang, untuk kemarin sore aku di suruh Mamih ke rumahnya karena ada urusan penting?'' jawab Prima sambil tersenyum kepada Sela.


''Ya sudah aku mau lanjut kerja dulu? ayo Rin?'' balas Sela kepada Prima dan mengajak Rini untuk kembali bekerja.


''Ya sudah, kalau ada apa-apa kamu hubungin aku ya?'' sahut Prima kepada Sela sambil melihat kedua perempuan itu pergi kembali bekerja.


Prima berjalan kembali menuju ke ruangan nya, sedangkan Sela dan Rini kembali melanjutkan pekerjaan nya untuk mengepel lantai dan bersih-bersih kaca jendela.


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2