Perjuangan Wanita Penghibur

Perjuangan Wanita Penghibur
Menikah dadakan


__ADS_3

  Setelah Aris dan Sela bercinta di atas ranjang akhirnya mereka kelelahan dan berbaring sambil berpelukan, wanita itu tersenyum senang sambil membelai pipi Aris, ‘’makasih ya mas, kamu mau menerima hadiah dariku’’ ucapnya sambil tersenyum kepada lelaki tersebut.


‘’Aku yang seharusnya berterima kasih karena aku bisa menikmati tubuhmu yang cantik ini’’balas Aris sambil menjawil hidung wanita tersebut.


‘’Aku tak akan melupakan kebaikanmu mas, kapan-kapan aku akan berkunjung ke sini’’ sahut Sela sambil mengelus dada lelaki itu dengan lembut.


‘’Iya Sel, aku pasti akan merindukan kamu’’ ucap Aris lalu mencium kening wanita itu dan tersenyum bahagia, ‘’rasanya aku tak rela kamu meninggalkan rumah ini’’ ucapnya lagi sambil membelai pipi wanita tersebut.


‘’Jangan bilang begitu dong mas’’ sahut Sela sambil menempelkan jari telunjuknya ke bibir lelaki yang sedang memeluknya tersebut.


  Hari semakin larut kedua orang itu pun tertidur pulas sambil berpelukan sampai pagi, suara kicau burung dan silaunya sinar matahari membuat kedua mata Sela terbuka, ‘’hoam..’’, wanita itu memandangi wajah Aris sambil tersenyum sendiri, karena masih memeluk dirinya ‘’mas..bangun sudah pagi’’ ucapnya sambil menggoyang-goyangkan hidung lelaki tersebut.


‘’Sebentar lagi Sel, aku masih ingin memeluk tubuhmu’’ balas Aris sambil matanya masih terpejam.

__ADS_1


‘’Katanya mau mengantar ke kota?’’ sahut Sela lalu menjawil hidung lelaki itu lagi dan tersenyum.


‘’Ke kotanya nanti saja yah? Satu tahun lagi’’ sahut Aris yang masih memeluk tubuh wanita tersebut sambil tersenyum.


‘’Kamu gak rela yah aku pergi dari sini?’’ ucap Sela sambil mengelus dada lelaki tersebut lalu mencium pipinya Aris.


‘’Iya Sel, setelah kita bercinta rasanya aku tak rela kalau kamu pergi dari sini?’’ jawab Ariza lalu mengeratkan pelukannya.


‘’Makasih Sela sayangku’’ jawab Aris lalu mencium kening wanita tersebut.


  Nenek Surti datang menuju ke kamarnya Sela dan mengetuk pintu, ‘’tok, tok, tok, ..krieth..’’ pintu sedikit terbuka


karena semalam mereka berdua lupa mengunci pintu tersebut, ‘’Aris!!’’ ucap Nenek Surti seteleh melongok kedalam kamar tersebut dan melihat kedua orang itu sedang berpelukan tanpa memakai busana.

__ADS_1


  Aris dan Sela langsung menoleh ke arah pintu, ‘’Nenek?!’’ ucap Aris yang terkejut, Sela lalu menutupi tubuhnya dengan selimut, Aris bergegas memakai celananya lalu menghampiri sang Nenek, ‘’plak..plak’’ Nenek Surti langsung menampar wajah Aris, ‘’kalian berdua akan saya laporkan ke pak RT, supaya kalian di nikahkan sekarang juga?!’’ ucap sang Nenek yang langsung bergegas keluar dari kamar tersebut dan berjalan keluar dari rumah.


  Aris bingung harus berbuat apa, ‘’ini gimana Sel?, Nenek sedang melapor ke pak RT?’’ ucap Aris sambil menoleh kearah Sela yang masih di atas ranjang, ‘’sudahlah mas, nasi sudah menjadi bubur ayam, mau gimana lagi?’’ balas Sela sambil memandangi lelaki tersebut.


‘’Jadi maksudmu, kamu mau menikah denganku?’’ ucap Aris sambil berjalan mendekati wanita tersebut.


  Sela hanya menganggukkan kepalanya, ‘’iya aku mau mas’’ itu yang keluar dari bibirnya Sela sambil memandangi wajah lelaki tersebut., ‘’beneran kamu mau?’’ tanya Aris lagi kepada wanita tersebut. Sela menganggukkan kepalanya sambil tersenyum, ‘’iya mas, aku mau’’.


  Aris lalu memeluk Sela dan mencium keningnya, ‘’makasih ya sayang, aku bahagia banget’’ balas Aris sambil mencium kening wanita tersebut.


  Pak RT dan kepala desa serta beberapa warga pun datang kerumah tersebut, Sela dan Aris di paksa untuk menikah hari itu juga, setelah penghulu datang, ijab qobul pun di lantunkan dan kata ‘’sah’’ menggema di ruangan rumah tersebut.


*BERSAMBUNG*

__ADS_1


__ADS_2