
Sela masih diam dan menundukkan kepalanya ,
ia merasa kalau dirinya hanya sebagai cleaning service tidak pantas menatap
atasannya, apa lagi kalau dia adalah seorang Ceo di kantor tersebut, degub
jantung wanita itu semakin tidak beraturan ketika Ceo tersebut bangkit dan
berjalan mendekatinya.
‘’Tatap wajahku sekarang, kalau tidak, aku akan memecatmu?!’’ ucap Ceo tersebut
sambil mengangkat wajah milik Sela yang sudah ketakutan itu.
Sela perlahan membuka matanya sambil
menata jantung yang hampr copot tersebut, ‘’mas Prima!’’ ucap Sela ketika baru
saja melihat wajah Ceo itu lalu berkata lagi ‘’mas ngerjain aku yah..kamu
jahat, kamu jahat’’ ucap Sela sambil memukul-mukul dada lelaki tersebut
berkali-kali.
‘’Aku tidak mengerjaimu sayang? Kamu saja yang dari tadi terus menunduk, apa
kamu tidak mengenali suaraku?’’ balas Prima sambil memeluk wanita tersebut.
‘’Kamu jahat mas, jantungku hampir copot tau? Aku sangat ketakutan tadi, kamu
jahat mas’’ sahut Sela sambil terus memukul dada lelaki itu berkali-kali.
‘’Sudah, sudah, jangan nakal kamu yah’’ Prima berkata sambil mencium kening
milik Sela dan mengangkat wajah wanita tersebut, ‘’cium aku dong sayang’’ ucap
Prima lagi kepada wanita tersebut.
‘’Gak mau’’ hanya kata itu jawaban dari Sela sambil merebahkan kepalanya di
dada lelaki tersebut.
__ADS_1
‘’Ya sudah ayo kita duduk di sofa, kamu mau minum apa sayang?’’ Prima mengajak
Sela untuk duduk dan menawarkan minuman.
‘’Yang dingin ada gak mas?’’ Sela bertanya sambil tersenyum.
‘’Ada dong, kamu pilih sendiri mau yang mana, ayo kesini?’’ balas Prima dan
menyuruh Sela untuk mendekat kepadanya.
Sela berjalan mendekati Prima dan
memilih minuman kaleng yang dingin tersebut, ‘’ini saja mas, nanti kalau kurang
boleh namabah ya mas’’ ucap wanita itu sambil tersenyum manis.
‘’Boleh, terserah kamu saja’’ balas Prima yang ikut tersenyum kepada wanita
tersebut.
‘’Ruang kerja kamu luas dan bagus sekali mas, tidak seperti ruanganku di bawah’’
Sela berkata sambil memandangi seisi ruangan tersebut.
Prima sambil tersenyum menggoda.
‘’Mana ada cleaning service bekerja di ruangan seperti ini mas, kamu jangan
ngaco deh’’ sahut Sela sambil terus mengamati seisi ruangan tersebut.
‘’Hanya ada satu cleaning service yang bekerja di ruangan seperti ini’’ jawab
Prima sambil menepuk pundak wanita itu.
‘’Siapa dia mas, enak sekali cleaning service bekerja di ruangan seperti ini?’’
balas Sela sambil senyum-senyum sendiri.
‘’Mau tahu atau mau tahu banget?’’ ucap Prima menjahili wanita itu sambil
tersenyum jahil.
__ADS_1
‘’Tinggal jawab saaj apa susahnya sih mas?’’ ucap Sela yang merajuk kepada
lelaki itu.
‘’Hanya kamu yang bisa sayang’’ balas Prima berbisik di telinga wanita
tersebut.
‘’Ngaco kamu mas, sudahlah aku mau duduk di sofa’’ sahut Sela dan berjalan
menuju ke sofa di ikuti oleh Prima.
Mereka berdua duduk sambil bercanda dan
mengobrol, ‘’mulai besok kamu langsung bekerja di sini sebagai asisten
pribadiku, atau sekarang juga boleh’’ ucap Prima sambil tersenyum menatap wajah
cantik wanita di sampingnya itu.
‘’Jangan bercanda kamu mas’’ sahut Sela sambil menepuk lengan lelaki tersebut.
‘’Siapa yang bercanda sayang? Aku tanya, kamu tadi kesini bawa apa?’’ balas
Prima dan bertanya kepada Sela.
‘’Aku ke sini bawa berkas-berkas yang di berikan oleh Pak Ahmad kepadaku’’
jawab Sela kepada lelaki tersebut.
‘’Apa kamu tahu isi dari berkas tersebut?’’ Prima bertanya lagi kepada wanita
itu sambil tersenyum.
‘’Mana ku tahu mas, kan kamu yang baca berkas itu mas’’ Sela menjawab sambil
memonyongkan bibirnya.
‘’Berkas itu adalah surat pengunduran diri kamu sayang, dan mulai saat ini kamu
akan menjadi asisten pribadiku’’ sahut Prima sambil membelai rambut milik Sela
__ADS_1
dengan lembut.
*Bersambung*