Perjuangan Wanita Penghibur

Perjuangan Wanita Penghibur
Kejutan


__ADS_3

  Sela masih diam dan menundukkan kepalanya ,


ia merasa kalau dirinya hanya sebagai cleaning service tidak pantas menatap


atasannya, apa lagi kalau dia adalah seorang Ceo di kantor tersebut, degub


jantung wanita itu semakin tidak beraturan ketika Ceo tersebut bangkit dan


berjalan mendekatinya.


‘’Tatap wajahku sekarang, kalau tidak, aku akan memecatmu?!’’ ucap Ceo tersebut


sambil mengangkat wajah milik Sela yang sudah ketakutan itu.


  Sela perlahan membuka matanya sambil


menata jantung yang hampr copot tersebut, ‘’mas Prima!’’ ucap Sela ketika baru


saja melihat wajah Ceo itu lalu berkata lagi ‘’mas ngerjain aku yah..kamu


jahat, kamu jahat’’ ucap Sela sambil memukul-mukul dada lelaki tersebut


berkali-kali.


‘’Aku tidak mengerjaimu sayang? Kamu saja yang dari tadi terus menunduk, apa


kamu tidak mengenali suaraku?’’ balas Prima sambil memeluk wanita tersebut.


‘’Kamu jahat mas, jantungku hampir copot tau? Aku sangat ketakutan tadi, kamu


jahat mas’’ sahut Sela sambil terus memukul dada lelaki itu berkali-kali.


‘’Sudah, sudah, jangan nakal kamu yah’’ Prima berkata sambil mencium kening


milik Sela dan mengangkat wajah wanita tersebut, ‘’cium aku dong sayang’’ ucap


Prima lagi kepada wanita tersebut.


‘’Gak mau’’ hanya kata itu jawaban dari Sela sambil merebahkan kepalanya di


dada lelaki tersebut.

__ADS_1


‘’Ya sudah ayo kita duduk di sofa, kamu mau minum apa sayang?’’ Prima mengajak


Sela untuk duduk dan menawarkan minuman.


‘’Yang dingin ada gak mas?’’ Sela bertanya sambil tersenyum.


‘’Ada dong, kamu pilih sendiri mau yang mana, ayo kesini?’’ balas Prima dan


menyuruh Sela untuk mendekat kepadanya.


  Sela berjalan mendekati Prima dan


memilih minuman kaleng yang dingin tersebut, ‘’ini saja mas, nanti kalau kurang


boleh namabah ya mas’’ ucap wanita itu sambil tersenyum manis.


‘’Boleh, terserah kamu saja’’ balas Prima yang ikut tersenyum kepada wanita


tersebut.


‘’Ruang kerja kamu luas dan bagus sekali mas, tidak seperti ruanganku di bawah’’


Sela berkata sambil memandangi seisi ruangan tersebut.


Prima sambil tersenyum menggoda.


‘’Mana ada cleaning service bekerja di ruangan seperti ini mas, kamu jangan


ngaco deh’’ sahut Sela sambil terus mengamati seisi ruangan tersebut.


‘’Hanya ada satu cleaning service yang bekerja di ruangan seperti ini’’ jawab


Prima sambil menepuk pundak wanita itu.


‘’Siapa dia mas, enak sekali cleaning service bekerja di ruangan seperti ini?’’


balas Sela sambil senyum-senyum sendiri.


‘’Mau tahu atau mau tahu banget?’’ ucap Prima menjahili wanita itu sambil


tersenyum jahil.

__ADS_1


‘’Tinggal jawab saaj apa susahnya sih mas?’’ ucap Sela yang merajuk kepada


lelaki itu.


‘’Hanya kamu yang bisa sayang’’ balas Prima berbisik di telinga wanita


tersebut.


‘’Ngaco kamu mas, sudahlah aku mau duduk di sofa’’ sahut Sela dan berjalan


menuju ke sofa di ikuti oleh Prima.


  Mereka berdua duduk sambil bercanda dan


mengobrol, ‘’mulai besok kamu langsung bekerja di sini sebagai asisten


pribadiku, atau sekarang juga boleh’’ ucap Prima sambil tersenyum menatap wajah


cantik wanita di sampingnya itu.


‘’Jangan bercanda kamu mas’’ sahut Sela sambil menepuk lengan lelaki tersebut.


‘’Siapa yang bercanda sayang? Aku tanya, kamu tadi kesini bawa apa?’’ balas


Prima dan bertanya kepada Sela.


‘’Aku ke sini bawa berkas-berkas yang di berikan oleh Pak Ahmad kepadaku’’


jawab Sela kepada lelaki tersebut.


‘’Apa kamu tahu isi dari berkas tersebut?’’ Prima bertanya lagi kepada wanita


itu sambil tersenyum.


‘’Mana ku tahu mas, kan kamu yang baca berkas itu mas’’ Sela menjawab sambil


memonyongkan bibirnya.


‘’Berkas itu adalah surat pengunduran diri kamu sayang, dan mulai saat ini kamu


akan menjadi asisten pribadiku’’ sahut Prima sambil membelai rambut milik Sela

__ADS_1


dengan lembut.


*Bersambung*


__ADS_2