
Prima menghampiri Sela dan Rini yang sedang duduk, ''kamu tidak apa-apa Sel?'' ucap Prima kepada Sela.
''Aku tidak apa-apa mas, terima kasih sudah menolong ku?'' balas Sela sambil tersenyum kepada Prima.
''Kalau ada yang terluka obatin dulu, untuk sementara kamu istirahat saja dulu di sini?'' sahut Prima kepada Sela dan menyuruhnya untuk istirahat.
''Aku tidak apa-apa mas, aku masih sanggup kok untuk bekerja?'' balas Sela yang tidak mau dirinya bermalas-malas hanya karena luka kecil saja.
''Beneran kamu tidak apa-apa? kalau masih sakit kamu istirahat saja nati aku yang bilang sama Pak Teguh?'' ucap Prima lagi kepada Sela karena Prima khawatir kepada wanita tersebut.
''Aku beneran tidak apa-apa mas, lebih baik kamu kembali bekerja, aku juga mau melanjutkan pekerjaan ku? oh iya nanti sore kamu pulang gak?'' balas Sela sambil bertanya kepada Prima.
''Iya aku akan pulang, untuk kemarin sore aku di suruh Mamih ke rumahnya karena ada urusan penting?'' jawab Prima sambil tersenyum kepada Sela.
''Ya sudah aku mau lanjut kerja dulu? ayo Rin?'' balas Sela kepada Prima dan mengajak Rini untuk kembali bekerja.
''Ya sudah, kalau ada apa-apa kamu hubungin aku ya?'' sahut Prima kepada Sela sambil melihat kedua perempuan itu pergi kembali bekerja.
__ADS_1
Prima berjalan kembali menuju ke ruangan nya, sedangkan Sela dan Rini kembali melanjutkan pekerjaan nya untuk mengepel lantai dan bersih-bersih kaca jendela.
Sela dan Rini kembali melanjutkan pekerjaannya, mereka berdua sangat bersyukur karena Prima datang tepat waktu untuk menolong Sela dari cengkeraman Reza, ''siapa lelaki tadi Sel?'' tanya Rini kepada Sela karena penasaran dengan Prima.
''Mas Prima maksud kamu?'' balas Sela sambil menoleh ke arah Rini.
''Iya lelaki yang menolong tadi? kelihatannya kalian berdua sangat dekat?'' sahut Rini kepada Sela sambil terus mengepel lantai.
''Ceritanya panjang Rin lain kali aku ceritakan, yang jelas lelaki itu sudah beberapa kali menolong ku?'' jawab Sela sambil tersenyum kepada Rini.
Sedangkan Reza di dalam ruangan nya sedang mengobati dirinya sendiri, ''siapa laki-laki itu? aku harus cari tahu siapa dia sebenarnya?'' ucap Reza pada dirinya sendiri sambil mengobati luka di wajahnya. Reza penasaran dengan Prima ia akan mencari tahu siapa Prima sebenarnya.
''Aku harus membalas semua ini, awas kau? tunggu pembalasan ku?!'' ucap Reza sambil tangannya mengepal kuat, ia akan balas dendam kepada Prima.
Hari semakin sore, Sela dan Rini membereskan peralatan yang tadi buat mengepel lantai, setelah selesai mereka berdua membersihkan diri sebentar dan berganti pakaian, lalu Sela dan Rini berjalan keluar dari kantor tersebut.
''Aku duluan ya Sel, jemputan ku sudah datang?'' ucap Rini kepada Sela sambil menepuk pundak sahabatnya dengan pelan.
__ADS_1
''Iya Rin, hati-hati di jalan?'' balas Sela yang melihat Rini sedang menghampiri jemputan nya tersebut.
''Ayo kita pulang?'' suara Prima dari arah belakang membuat Sela sedikit kaget lalu ia menoleh ke belakang, ''eh mas Prima bikin kaget aja? ayo mas'' balas Sela sambil tersenyum kepada lelaki itu.
Mereka berdua berjalan menuju ke tempat parkir, setelah mereka masuk kedalam mobil, Prima segera menjalankan mobil tersebut menuju kerumah, ''apa ada yang masih sakit?'' ucap Prima bertanya kepada Sela di dalam mobil.
''Tidak ada mas, sudah lah aku baik-baik saja kok? kamu jangan terlalu cemas dan khawatir dong?'' balas Sela sambil tersenyum kepada Prima.
''Aku kan cuma memastikan saja kalau kamu baik-baik atau masih sakit?'' sahut Prima yang juga ikut tersenyum kepada Sela.
''Makasih ya kamu sudah perhatian sama aku'' balas Sela sambil tersenyum menatap wajah Prima yang tampan tersebut.
''Iya sama-sama, kalau di kantor ada apa-apa kamu langsung hubungin aku dong? biar kejadian tadi pagi tidak terulang lagi?'' ucap Prima memberi nasehat kepada Sela agar dirinya dihubungi kalau terjadi sesuatu dengan wanita itu.
''Iya mas'' sahut Sela sambil tersenyum manis kepada laki-laki itu.
Mereka berdua terus mengobrol di dalam mobil sampai tidak terasa kalau mereka sudah dekat dengan rumahnya tersebut, setelah Prima memarkirkan mobilnya lalu mereka berdua keluar dari mobil dan berjalan bersama menuju ke pintu rumah, mereka berdua masuk kedalam, Sela bergegas untuk mandi sedangkan Prima duduk di tepi ranjang sambil bermain ponsel nya.
__ADS_1