Perjuangan Wanita Penghibur

Perjuangan Wanita Penghibur
Shopping


__ADS_3

Bi Ijah kembali ke dapur, Sela dan Prima langsung menikmati es jeruk itu sambil menunggu Mamah nya pulang dari arisan, tak lama kemudian Mamah Retno pulang sambil membawa bingkisan dan menghampiri mereka berdua di ruang tengah, ''ini Mamah bawakan cemilan buat kamu sayang?'' ucap Mamah Retno sambil memberikan bingkisan tersebut kepada Sela.


''Makasih Mah'' balas Sela sambil tersenyum ramah dan menerima bingkisan tersebut.


''Mamah kedalam dulu yah?'' ucap Mamah Retno sambil mengelus rambut milik Sela.


''Iya Mah, makasih sudah bawakan aku cemilan'' sahut Sela sambil tersenyum.


Mamah Retno berjalan masuk kedalam kamarnya, ''cie..cie...yang sudah akrab sama camer, hehehe..'' ucap Prima meledek Sela sambil tersenyum cengengesan.


''Apaan sih kamu mas, nanti di dengar Mamah tau?'' balas Sela sambil menutup mulutnya Prima dengan tangannya.


Mamah Retno berjalan keluar dari kamarnya menghampiri Sela dan Prima yang masih ada di ruang tengah, mereka bertiga mengobrol sambil nonton sinetron, Mamah Retno sangat menyayangi mereka berdua walaupun Sela belum menjadi menantunya, karena dari dulu ia berharap mempunyai anak perempuan setelah Prima lahir.

__ADS_1


''Kalian menginap saja disini ya sayang? besok kita jalan-jalan shopping?'' ucap Mamah Retno sambil membelai rambut Sela.


''Gimana mas?'' sahut Sela sambil melirik kearah Prima dan bertanya kepadanya.


''Terserah kamu saja Sel? ini kan rumahku juga ya gak Mah?'' balas Prima sambil tersenyum kepada Mamah nya.


''Benar kata Prima, kamu mau yah sayang? anggap saja ini rumah kamu?'' ucap Mamah Retno lagi sambil membujuk Sela agar mau menginap dirumahnya.


Mereka terus mengobrol sampai hari mulai gelap, mereka pun makan malam bersama, Mamah Retno sangat senang dengan kehadiran mereka berdua sehingga dirinya tidak kesepian lagi, suasana rumah itu menjadi hangat dengan canda'an dan obrolan mereka.


Prima pun sangat senang karena kehadiran Sela bisa mengubah suasana di keluarga tersebut yang tadinya dingin sekarang menjadi hangat.


Keesokan harinya Sela diajak oleh Mamah Retno jalan-jalan, mereka memasuki mall yang terkenal di wilayah tersebut, sedangkan Prima berangkat ke kantor karena ada meting yang mendadak, Mamah Retno memilih-milih baju untuk Sela, ''yang ini cocok buat kamu sayang?'' ucap Mamah Retno sambil memegang baju tersebut.

__ADS_1


''Gak usah Mah?'' sahut Sela yang tak enak hati kepada Mamah Retno.


''Gak papa sayang, ayo dicoba dulu?'' balas Mamah Retno sambil menyuruh Sela untuk mencoba baju tersebut.


Sela berjalan ke kamar ganti yang di sediakan oleh mall tersebut lalu ia keluar dengan memakai baju itu dan menghampiri Mamah Retno, ''betulkan apa kata Mamah, ini cocok sekali buat kamu sayang?'' ucap Mamah Retno sambil tersenyum kepada Sela, setelah mengambil baju itu mereka kembali melanjutkan shopping nya.


Mereka berkeliling mencari baju-baju yang sekiranya disenangi oleh Mamah Retno, beberapa baju sudah mereka pilih, setelah Mamah Retno membayar semua belanjaan nya, mereka makan siang di restoran yang terkenal di wilayah tersebut, ''ayo dimakan sayang?'' Mamah Retno mengajak Sela untuk segera menyantap hidangan yang sudah di pesannya.


''Iya Mah'' jawab Sela singkat sambil tersenyum.


Mereka berdua menikmati hidangan tersebut sambil mengobrol, ''ini resto langganan Mamah sayang, di sini makanannya selalu enak dan bergizi?'' ucap Mamah Retno sambil mengunyah makanan tersebut.


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2