Perjuangan Wanita Penghibur

Perjuangan Wanita Penghibur
Memberikan selimut


__ADS_3

Romi sangat bernafsu sekali untuk menikmati tubuh wanita tersebut, sampai keringatnya bercucuran membasahi tubuh ''sekarang kamu milik ku Win?'' ucap Romi dengan lirih sambil terus menikmati tubuh wanita tersebut, Romi terus menggerakkan badannya diatas tubuh Winda, wanita itu hanya pasrah karena tidak kuat untuk melawannya.


Lelaki itu terus menggoyangkan pinggulnya maju mundur sambil tangannya merentangkan kedua kaki milik Winda, ia sangat menikmati tubuh wanita itu dengan penuh gairah. Selesai menikmati tubuh Winda, ia pun kelelahan dan memeluk wanita itu yang sudah tertidur dengan lelap.


Sela masih berada di dalam kamarnya ia masih enggan untuk berbicara dengan Prima, luka di hatinya masih belum sembuh, sedangkan Prima sedang memasak di dapur untuk makan malam mereka berdua karena Mamah Retno sudah pulang tadi sore, selesai membuat makanan, Prima berjalan sambil membawa makanan menuju ke kamarnya Sela.


''Sel! aku sudah buatkan makanan untuk kamu? aku taruh di depan pintu?'' ucap Prima lalu menaruh makanan tersebut di depan pintu dan ia kembali duduk di ruang tengah sambil menikmati makanan yang sudah dibuatnya sendiri.

__ADS_1


Sela berjalan dan membuka pintu lalu mengambil makanan tersebut, ''ngapain dia susah-susah membuat makanan untukku? aku tidak memintanya?'' ucap sela pada dirinya sendiri sambil memandangi makanan tersebut, ''kelihatannya enak? apa aku makan saja? ah bodo amat?!'' ucap Sela lagi kepada dirinya.


Karena perutnya sudah lapar Sela pun akhirnya menyantap makanan tersebut ''enak juga masakan kamu mas?'' ucap Sela sambil tersenyum dan menikmati makanan tersebut, selesai makan ia duduk di tepi ranjang sambil merenungkan dirinya sendiri ''apa aku terlalu egois ya sama mas Prima, dia kan tidak bersalah? kenapa aku harus marah kepadanya? aku juga pernah menjadi wanita penghibur?'' itulah yang ada di benak wanita tersebut.


Hari sudah larut malam Sela pelan-pelan membuka pintu kamarnya, ia berjalan keluar dari kamar sambil membawa piring dan gelas yang kotor tersebut, ia menuju ke dapur, setelah menaruh piring dan gelas tersebut wanita itu pun mengambil botol dan mengisinya dengan air minum lalu berjalan kembali hendak ke kamarnya, Sela melihat Prima sedang tidur di atas sofa, ''kasihan mas Prima?'' ucap Sela dalam hatinya, ia melanjutkan menuju ke kamarnya.


Sela kembali berjalan menuju kedalam kamarnya dan beristirahat sampai dirinya terlelap tidur, malam semakin larut dan hari mulai berganti pagi, sinar matahari mulai masuk ke celah-celah jendela, perlahan mata Prima mulai terbuka ''sudah pagi rupanya? kenapa ada selimut disini? apa Sela tadi malam datang ke sini?'' ucap Prima dengan lirih melihat selimut yang masih nyangkut di kakinya.

__ADS_1


Prima bergegas untuk bangun, ia berjalan menuju ke kamar mandi, sedangkan Sela masih terlelap diatas ranjangnya, ia tertidur sangat nyenyak sekali, Prima membuat sarapan untuk mereka berdua, dengan bahan-bahan yang masih tersisa ia pun membuat makanan seadanya saja.


Setelah makanan siap ia pun sarapan sendiri karena Sela belum bangun dari tidurnya, selesai sarapan Prima menulis diatas secarik kertas dan menaruhnya diatas meja makan, Prima bergegas untuk berangkat ke kantor dengan mengendarai mobilnya.


Didalam kamar Sela mulai membuka matanya ''jam berapa ini?'' ucap Sela pada dirinya sendiri, ''hah jam sembilan?!'' ia bergegas menuju ke kamar mandi, tak lama kemudian ia pun keluar dari kamar mandi dan berjalan masuk kedalam kamarnya untuk berganti pakaian, setelah selesai ia berjalan menuju ke dapur hendak membuat sarapan.


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2