Perjuangan Wanita Penghibur

Perjuangan Wanita Penghibur
Saingan


__ADS_3

Sela dan teman-teman mengobrol di ruang tengah sambil menceritakan pengalaman mereka, terkadang saling menjahili dan bercanda ria membuat suasana ruangan tersebut menjadi ramai dengan tawa mereka, lalu lewat beberapa wanita yang beda kelompok dan saling berbisik, ''tuh anak baru yang sedang naik daun di rumah bordil ini?'' ucap Lusi yang berbisik kepada Wulan sambil menunjuk ke arah Sela.


''Oh itu anaknya? masih cantik gue lah di banding sama dia?'' balas Wulan yang tidak menyukai Sela yang sedang naik daun di tempat tersebut.


''Ya iyalah masih cantik lu? kamu kan nomer satu di tempat ini ya gak Lus?'' sahut Restu sambil menoleh ke arah Lusi.


Wulan berjalan menghampiri Sela yang sedang mengobrol bersama teman-temannya lalu menjambak rambutnya Sela, ''lu anak baru yah? bisa-bisanya mau nyaingin gue di tempat ini, ngaca dong?!'' ucap Wulan sambil membentak kepada Sela dan terus menjambak rambutnya.


''Lepasin tangan lu? siapa yang menyaingi kamu hah?!'' balas Sela sambil berusaha melepaskan tangannya Wulan dari rambutnya.


''Lu gak usah pura-pura sama gue? bodoh?!'' sahut Wulan dengan membentak Sela dan mendorongnya ke lantai.

__ADS_1


Sela tersungkur ke lantai dan meringis kesakitan sambil menata rambutnya yang sudah di acak-acak oleh Wulan, Yuli dan yang lainnya membantu Sela untuk duduk kembali, ''udah kamu gak usah ladenin dia, ayo duduk di sini?'' ucap Yuli sambil memegang kedua lengannya Sela dari belakang.


Wulan dan teman-temannya berjalan meninggalkan kelompoknya Sela sambil terus menggerutu kepada temannya, ''berani-beraninya mau menyaingi gue? anak kemarin sore aja belagu amat?'' gerutu Wulan sambil berjalan bersama dengan teman-temannya.


''Iya tuh, anak kemarin sore aja mau bersaing dengan lu? kamu kan nomer satu di tempat ini'' sahut Lusi sambil berjalan di sampingnya.


''Awas aja kalau dia berani lagi untuk menyaingi gue? akan gue bikin dia bermuka jelek, hahaha..'' ucap Wulan kepada temannya sambil tertawa.


''Kenapa Mamih Desi tidak mengeluarkan dia dari sini?'' ucap Sela yang bertanya kepada teman-temannya.


''Dia itu keponakan nya Mamih Desi, jadi mana mungkin dia di keluarkan dari sini?'' balas Yuli menjelaskan siapa Wulan itu kepada Sela.

__ADS_1


''Mentang-mentang keponakan nya, jadi dia berbuat se enak hati gitu?'' ucap Sela lagi kepada temannya.


''Ya gitu deh?'' sahut Bella kepada Sela sambil manggut-manggut.


''Kami semua pernah di jahati oleh mereka, jadi bukan kamu saja Sel?'' ucap Yuli sambil menepuk-nepuk pundak Sela dengan pelan.


''Mereka keterlaluan?'' balas Sela yang geram dengan kelakuan Wulan dan kelompoknya.


Sela dan yang lainnya terus mengobrol sambil menunggu pelanggan datang, mereka saling berbagi cerita masa lalu dari masing-masing, malam semakin larut Sela pamit untuk masuk kedalam kamarnya dan ber istirahat melepas lelah di atas ranjang tersebut.


Wulan dan teman-temannya tidak suka kepada Sela karena mereka menganggap kalau Sela akan menyaingi kelompok Wulan dan teman-temannya, kelompok mereka akan membuat perhitungan dengan Sela suatu hari nanti.

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2