Perjuangan Wanita Penghibur

Perjuangan Wanita Penghibur
Permaisuri dadakan


__ADS_3

Sela berjalan menuju ke kamar mandi, sedangkan Prima masih enggan untuk bangun dari tidurnya, setelah selesai membersihkan diri, Sela bergegas ke dapur dan membuat sarapan untuk mereka berdua, wanita itu menyiapkan bahan-bahan untuk memasak.


Perlahan mata Prima terbuka, ia mengambil ponselnya lalu menghubungi Mamahnya, ''Mah hari ini aku tidak masuk ke kantor'' Prima berkata di dalam sambungan telefon tersebut.


''Iya sayang gak papa, gimana dengan Sela apa dia sudah mau bicara?'' balas Mamahnya di seberang telefon tersebut.


''Sudah Mah, kami sudah baikan sekarang'' jawab Prima sambil tersenyum sendiri.


''Syukurlah, kalau begitu kamu temenin Sela saja'' ucap Mamahnya lagi di seberang telefon itu.


''Iya Mah, aku tutup telefonnya ya Mah'' balas Prima lalau mematikan sambungan telefon tersebut.


Prima bangkit dari tempat tidur dan berjalan masuk kedalam kamar mandi, Sela masih sibuk dengan masakannya di dapur, tak lama kemudian Prima datang dan memeluk Sela dari belakang sambil berkata ''selamat pagi sayang'' Prima mencium pipi wanita itu dari belakang.

__ADS_1


''Eh, kamu mas, pagi juga'' Sela menjawab sambil menoleh kebelakang dan tersenyum manis kepada lelaki yang sedang memeluk dirinya itu.


''Biar aku bantuin'' Prima hendak membantu Sela memasak, ''gak usah mas, kamu duduk saja, sebentar lagi juga selesai'' Sela melarang Prima untuk membantunya.


''Baiklah'' kata itu yang keluar dari bibir Prima, ia pun duduk sambil memandangi Sela yang sedang memasak, ''tadi Mamah titip salam buat kamu'' ucap Prima kepada wanita itu lagi.


''Kapan Mamah telefon mas?'' Sela menoleh kearah Prima sambil bertanya.


''Tadi sebelum aku ke sini'' Prima menjawab sambil tersenyum kepada Sela.


''Oke'' Prima bergegas mengambil mangkok tersebut dan menaruhnya di meja makan, lalu ia kembali membantu Sela membawa beberapa lauk pauk dan menaruhnya lagi di meja makan.


Setelah semuanya sudah selesai, mereka berdua pun mulai menyantap hidangan tersebut dengan lahap, mereka sarapan pagi sambil mengobrol sampai tak terasa kalau nasi yang ada di piringnya sudah habis di lahap.

__ADS_1


Sedangkan Winda dan Romi masih berada di atas ranjang, lelaki itu enggan untuk melepaskan pelukannya, ''Rom ini sudah jam berapa?'' wanita itu bertanya kepada Romi, ''aku harus berangkat kerja''.


''Hari ini kamu libur saja dan temani aku di sini'' Romi membalas sambil mempererat pelukannya, 'kamu perlu uang berapa, nanti aku kasih'' ucap Romi lagi kepada Winda.


''Huft..'' hanya helaan nafas dari wanita itu karena ia tidak di perbolehkan untuk bekerja.


''Rom aku lapar?'' Winda berkata karena perutnya sudah mulai berbunyi.


''Biar aku pesan makanan online saja'' balas Romi sambil mengambil ponselnya lalu memesan makanan, ''hari ini kamu adalah permaisuriku, kamu tidak boleh kemana-mana'' ucap Romi lagi kepada Winda.


''Terserah kamu saja Rom, malas aku'' itulah jawaban dari Winda yang merasa terkekang oleh lelaki itu.


  Setelah Romi memesan makanan online ia kembali memeluk Winda lagi sambil menciumi pipi wanita itu ''sudah aku pesankan makanan, kamu disini saja seperti permaisuriku'' itulah ucapan dari lelaki tersebut sambil terus menciumi pipi wanita itu dengan lembut.

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2