Perjuangan Wanita Penghibur

Perjuangan Wanita Penghibur
Di kantor


__ADS_3

  Keesokan harinya Prima akan mengadakan rapat,


Sela membantu mengurusi segala sesuatu yang di butuhkan oleh Prima, Sela


merapihkan dasi yang di pakai oleh lelaki itu sambil tersenyum, ‘’sudah


selesai, kamu makin tampan mas’’ ucap Sela lalu mencium pipi lelaki tersebut.


‘’Makasih sayang, kamu tunggu saja disini rapatnya gak akan lama kok’’ balas


Prima sambil mengelus pipi wanita di hadapannya itu dan tersenyum.


‘’Iya mas’’ sahut Sela yang tersenyum pula kepada lelaki itu.


‘’Ya sudah aku tinggal dulu’’ Prima pamit dan berjalan keluar dari ruangan


tersebut.


  Sela kembali duduk sambil mempelajari


berkas yang diberikan oleh Prima, ia terus fokus mencermati berkas tersebut


sampai tak terasa kalau rapat sudah selesai, Prima berjalan masuk sambil


mengendap-endap lalu menutup matanya Sela.


‘’Siapa ini? Cepat lepaskan tanganmu?’’ ucap Sela sambil berusaha melepas


tangan yang menutup matanya.


  Prima lalu mencium pipi wanita itu dari


belakang sambil berkata, ‘’serius amat memandangi berkas itu’’ ucap Prima dan


melepaskan tangannya.


‘’Eh kamu mas, apa ada yang ketinggalan?’’ Sela menoleh dan bertanya kepada


lelaki itu.


‘’Gak ada sayang, rapatnya sudah selesai’’ jawab Prima sambil merangkul wanita


tersebut dari belakang.

__ADS_1


‘’Perasaan kamu baru saja keluar’’ sahut Sela lagi sambil menoleh.


‘’Lihat saja jam di tanganmu, aku sudah keluar berapa lama’’ jawab Prima dan


menyuruh Sela untuk melihat jam di tangannya itu.


‘’Hah, sudah


satu jam mas, kok terasa cepat banget yah’’ balas Sela sambil tersenyum.


‘’Prima!! Apa-apaan kamu?!’’ teriak Winda yang baru saja masuk ke ruangan


tersebut.


  Prima dan Sela menoleh bersama ke arah


Winda yang sedang berdiri di samping pintu, ‘’siapa wanita itu?!’’ tanya Winda


sambil membentak.


‘’Dia kekasihku, emangnya apa urusanmu’’ jawab Prima sambil terus memeluk Sela


dari belakang.


‘’Dia Winda, wanita yang telah menjebakku tempo hari’’ balas Prima menjelaskan


kepada Sela.


‘’Oh..’’ hanya itu yang keluar dari mulutnya Sela.


‘’Kamu bilang apa? Kamu sudah merampas kesucianku dan sekarang kamu bermain


dengan wanita lain, kamu bilang itu bukan urusanku?!’’ ucap Winda dengan marah


kepada Prima.


  Winda berjalan mendekati mereka berdua


lalu berkata ‘’hei wanita ******!, cepat pergi dari sini dan jangan kembali


lagi’’ ucap Winda sambil menarik tangan Sela.


  Prima langsung menampis tangan Winda

__ADS_1


yang menarik tangan Sela itu, ‘’kamu yang pergi dari sini?! ini bukan


ruanganmu?!’’ sahut Prima sambil berdiri di hadapannya Winda, ‘’kamu tidak


berhak masuk keruangan ini tanpa seizin dariku, mengerti!?’’ ucap Prima lagi


yang tidak suka dengan kelakuan Winda yang seenaknya main masuk keruangan


orang.


‘’Prima! Awas kamu? Aku akan bikin perhitungan dengan kalian terutama kamu


wanita ******?!’’ ucap Winda lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut.


‘’Kamu tidak apa-apa?’’ Prima memegang tangan Sela dan mengamati barang kali


ada yang terluka.


‘’Aku tidak apa-apa mas, cuma sakit sedikit’’ jawab Sela sambil tersenyum


kepada Prima.


‘’Syukurlah kamu tidak apa-apa, kelakuan Winda memang seperti itu selalu bikin


masalah saja’’ ucap Prima sambil membelai rambut Sela dengan lembut.


‘’Kamu yang sabar yah mas’’ Sela memberikan semangat kepada Prima untuk


menghadapi wanita seperti Winda dibutuhkan kesabaran.


‘’Makasih ya sayang’’ balas Prima lalu mencium kening Sela sambil membelai


rambut wanita itu dengan lembut.


‘’Iya mas’’ Sela tersenyum bahagia lalu memeluk lelaki itu dengan erat.


  Mereka berdua saling menyemangati dan


menguatkan satu sama lain supaya hubungan mereka berdua tidak goyah dengan


badai dan cobaan.


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2