
Keesokan harinya Prima akan mengadakan rapat,
Sela membantu mengurusi segala sesuatu yang di butuhkan oleh Prima, Sela
merapihkan dasi yang di pakai oleh lelaki itu sambil tersenyum, ‘’sudah
selesai, kamu makin tampan mas’’ ucap Sela lalu mencium pipi lelaki tersebut.
‘’Makasih sayang, kamu tunggu saja disini rapatnya gak akan lama kok’’ balas
Prima sambil mengelus pipi wanita di hadapannya itu dan tersenyum.
‘’Iya mas’’ sahut Sela yang tersenyum pula kepada lelaki itu.
‘’Ya sudah aku tinggal dulu’’ Prima pamit dan berjalan keluar dari ruangan
tersebut.
Sela kembali duduk sambil mempelajari
berkas yang diberikan oleh Prima, ia terus fokus mencermati berkas tersebut
sampai tak terasa kalau rapat sudah selesai, Prima berjalan masuk sambil
mengendap-endap lalu menutup matanya Sela.
‘’Siapa ini? Cepat lepaskan tanganmu?’’ ucap Sela sambil berusaha melepas
tangan yang menutup matanya.
Prima lalu mencium pipi wanita itu dari
belakang sambil berkata, ‘’serius amat memandangi berkas itu’’ ucap Prima dan
melepaskan tangannya.
‘’Eh kamu mas, apa ada yang ketinggalan?’’ Sela menoleh dan bertanya kepada
lelaki itu.
‘’Gak ada sayang, rapatnya sudah selesai’’ jawab Prima sambil merangkul wanita
tersebut dari belakang.
__ADS_1
‘’Perasaan kamu baru saja keluar’’ sahut Sela lagi sambil menoleh.
‘’Lihat saja jam di tanganmu, aku sudah keluar berapa lama’’ jawab Prima dan
menyuruh Sela untuk melihat jam di tangannya itu.
‘’Hah, sudah
satu jam mas, kok terasa cepat banget yah’’ balas Sela sambil tersenyum.
‘’Prima!! Apa-apaan kamu?!’’ teriak Winda yang baru saja masuk ke ruangan
tersebut.
Prima dan Sela menoleh bersama ke arah
Winda yang sedang berdiri di samping pintu, ‘’siapa wanita itu?!’’ tanya Winda
sambil membentak.
‘’Dia kekasihku, emangnya apa urusanmu’’ jawab Prima sambil terus memeluk Sela
dari belakang.
‘’Dia Winda, wanita yang telah menjebakku tempo hari’’ balas Prima menjelaskan
kepada Sela.
‘’Oh..’’ hanya itu yang keluar dari mulutnya Sela.
‘’Kamu bilang apa? Kamu sudah merampas kesucianku dan sekarang kamu bermain
dengan wanita lain, kamu bilang itu bukan urusanku?!’’ ucap Winda dengan marah
kepada Prima.
Winda berjalan mendekati mereka berdua
lalu berkata ‘’hei wanita ******!, cepat pergi dari sini dan jangan kembali
lagi’’ ucap Winda sambil menarik tangan Sela.
Prima langsung menampis tangan Winda
__ADS_1
yang menarik tangan Sela itu, ‘’kamu yang pergi dari sini?! ini bukan
ruanganmu?!’’ sahut Prima sambil berdiri di hadapannya Winda, ‘’kamu tidak
berhak masuk keruangan ini tanpa seizin dariku, mengerti!?’’ ucap Prima lagi
yang tidak suka dengan kelakuan Winda yang seenaknya main masuk keruangan
orang.
‘’Prima! Awas kamu? Aku akan bikin perhitungan dengan kalian terutama kamu
wanita ******?!’’ ucap Winda lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut.
‘’Kamu tidak apa-apa?’’ Prima memegang tangan Sela dan mengamati barang kali
ada yang terluka.
‘’Aku tidak apa-apa mas, cuma sakit sedikit’’ jawab Sela sambil tersenyum
kepada Prima.
‘’Syukurlah kamu tidak apa-apa, kelakuan Winda memang seperti itu selalu bikin
masalah saja’’ ucap Prima sambil membelai rambut Sela dengan lembut.
‘’Kamu yang sabar yah mas’’ Sela memberikan semangat kepada Prima untuk
menghadapi wanita seperti Winda dibutuhkan kesabaran.
‘’Makasih ya sayang’’ balas Prima lalu mencium kening Sela sambil membelai
rambut wanita itu dengan lembut.
‘’Iya mas’’ Sela tersenyum bahagia lalu memeluk lelaki itu dengan erat.
Mereka berdua saling menyemangati dan
menguatkan satu sama lain supaya hubungan mereka berdua tidak goyah dengan
badai dan cobaan.
*Bersambung*
__ADS_1