Perjuangan Wanita Penghibur

Perjuangan Wanita Penghibur
Berlari kencang


__ADS_3

Baca juga novel terbaru yang berjudul ''Jamu Cinta''


  Keesokan harinya Aris mengajak istrinya untuk pergi ke suatu tempat yang ada di wilayah tersebut, tempat yang cukup indah, taman yang banyak di tumbuhi berbagai bunga cantik, Sela sangat senang berada di taman tersebut, selain udaranya yang segar taman itu pun masih terbilang tertutup karena jarang warga yang tahu akan keberadaan taman tersebut.


‘’Ayo kita ke sana mas?’’ Sela mengajak suaminya berjalan ke tempat yang di maksudnya itu.


‘’Ayo sayang, hati-hati jalannya banyak bebatuan’’ jawab Aris sambil menggandeng tangan istrinya.


  Kedua orang itu duduk di sebuah batu yang besar, mereka menikmati pemandangan alam tersebut, ‘’kamu suka sayang?’’ Aris bertanya sambil merangkul istrinya, Sela menoleh dan berkata ‘’aku sangat suka tempat ini mas, indah dan udaranya sangat segar sekali’’ itu ucapan dari Sela sambil menatap wajah suaminya.


  Sela melingkarkan satu tangannya di pinggang suaminya sambil menyenderkan kepala di dada lelaki itu, wanita itu merasa hidupnya sangat nyaman bersama dengan suaminya, walaupun mereka tinggal di sebuah kampung yang terpencil jauh dari kota.


  Sedangkan Prima sedang menelpon orang kepercayaannya bertanya kabar mengenai Sela yang sampai sekarang belum di temukan oleh pihak kepolisian, ‘’begini bos, kemarin saya dan teman-teman melihat wanita persis seperti yang ada di foto ini, tapi kami belum yakin kalau itu Sela?’’ ucap di seberang telefon menceritakan semuanya kepada Prima.

__ADS_1


‘’Dimana kalian melihat wanita itu?’’ Prima bertanya kepada orang di seberang telefon tersebut.


‘’Di sebuah kampung yang terpencil bos, jauh dari kota ini?’’ jawab orang tersebut.


‘’Baik kita akan ke kampung itu, kamu tunggu aku datang’’ ucap Prima lalu menutup panggilan telefon tersebut.


  Jauh dari lelaki tersebut, setelah berada di taman itu cukup lama, akhirnya Aris mengajak istrinya untuk pulang, karena terik matahari hampir sampai ke ubun-ubun, ‘’ayo sayang kita pulang’’ ucap Aris lalu menggandeng tangan istrinya, mereka menggunakan sepeda menyusuri jalan setapak.


  Mobil itu langsung melesat kencang dan menyerempet sepeda tersebut, Aris dan Sela tersungkur jatuh ke tanah, ‘’srakhh...brakhh...auwhh’’, Aris membopong istrinya dan lari sekencang mungkin, ‘’kamu tidak apa-apa sayang’’


ucap lelaki itu sambil terus membopong istrinya.


‘’Sedikit sakit mas, turunkan aku saja kita lari bersama’’ jawab Sela yang merasa kasihan terhadap suaminya.

__ADS_1


  Kedua orang itu pun lari menyusuri kebun-kebun supaya mobil itu tidak bisa mengikutinya, ‘’cepat kalian turun dan


kejar mereka, aku akan mencari jalan yang lainnya’’ ucap orang yang ada di mobil itu kepada teman-temannya.


  Empat orang mengejar Aris dan Sela sedangkan dua orang yang ada di mobil mencari jalan yang lainnya, ‘’ayo sayang kita lewat sini?’’ ucap Aris kepada istrinya, ‘’baik mas’’ sahut Sela sambil terus berlari mengikuti suaminya.


  Aris terus mencari jalan untuk menghindari kejaran orang-orang tersebut, ke empat orang itu terus mengejarnya


walaupun jarak mereka cukup jauh, ‘’mas berhenti dulu aku capek?’’ Sela berkata karena dirinya merasa capek berlari terus, ‘’jangan sayang?, mereka masih mengejar kita, ayo naik ke punggungku biar aku gendong kamu?’’ jawab Aris lalu berjongkok di hadapan istrinya.


  Aris menggendong istrinya dan terus berlari sekuat tenaga supaya terhindari dari orang-orang tersebut.


*BERSAMBUNG*

__ADS_1


__ADS_2