
Mereka berdua masuk kedalam rumah itu, Prima bergegas menuju ke kamarnya Sela, ''Sel..Sel..apa kamu di dalam? buka pintunya?'' ucap Prima sambil mengetok-ngetok pintu kamar tersebut.
''Aku sedang malas bicara mas!, kamu pergi saja!?'' balas Sela dari dalam kamarnya menyuruh Prima untuk pergi.
''Buka pintunya dong Sel, aku mau bicara sama kamu, biar aku jelaskan?'' ucap Prima lagi membujuk Sela agar membuka pintu tersebut.
''Sudahlah mas tidak ada yang perlu dijelaskan lagi? kamu pergi saja dari sini?! atau aku yang pergi dari rumah ini?!'' jawab Sela dengan nada tinggi menyuruh Prima untuk pergi dari rumah tersebut.
''Kamu disana saja?, biar Mamah yang bicara sama Sela?'' Mamah Retno menyuruh Prima untuk menunggu di ruang tengah.
''Iya Mah'' balas Prima yang tampak lesu.
''Sayang ini Mamah, buka pintunya?! Mamah mau bicara sama kamu?'' ucap Mamah Retno sambil mengetok pintu tersebut.
''Ceklek..'' suara pintu terbuka, ''masuk Mah?'' Sela menyuruh Mamah Retno untuk masuk kedalam kamar tersebut.
''Sudah dong kamu jangan menangis? sini peluk Mamah?'' ucap Mamah Retno menenangkan hatinya Sela dan menyuruhnya untuk memeluk.
''Sudah-sudah jangan menangis'' Mamah Retno terus mengelus punggung Sela sambil menenangkan hati wanita itu.
__ADS_1
Sela terus menangis dan sesenggukkan dalam pelukan Mamah Retno.
Mamah Retno terus menenangkan Sela sambil menceritakan kejadian antara Prima dan Winda, Sela semakin menangis dengan keras mendengar cerita dari Mamah Retno mengenai Prima yang di jebak oleh Winda, karena Prima melakukannya dibawah pengaruh obat perangsang bukan karena kehendaknya sendiri.
Sedangkan jauh dari rumah tersebut Winda menyuruh seseorang untuk menyelidiki tentang Sela, ''kamu harus cari tahu tentang wanita yang ada di foto ini, namanya Sela?'' ucap Winda pada orang tersebut.
''Siap Bos, 1x24 jam kamu akan mendapatkan infonya, sekarang aku pergi dulu?'' balas orang tersebut sambil tersenyum kepada Winda.
''Oke aku tunggu kabar dari kamu?'' sahut Winda sambil memberikan amplop coklat yang berisi uang kepada orang tersebut.
''Makasih Bos'' balas Orang itu dan pergi meninggalkan Winda.
Winda berjalan dan duduk diruang tengah sambil menyalakan laptopnya, ''ting tong..ting tong'' suara bel pintu berbunyi. Winda berjalan menuju ke pintu dan membukanya, ''Romi? kapan kamu pulang?'' ucap Winda melihat orang yang memencet bel tersebut.
''Baru kemarin Win, maaf baru hari ini aku menemui kamu sayang?'' balas Romi lalu mencium pipi milik wanita tersebut.
''Ayo masuk?'' Winda menyuruh Romi untuk masuk.
Winda dan Romi berjalan ke ruang tengah dan duduk berdampingan, ''sebentar ya aku buat minuman dulu? ucap Winda lalu berjalan menuju ke dapur untuk membuat minuman, setelah selesai ia kembali menghampiri Romi sambil membawa minuman tersebut.
__ADS_1
''Diminum dulu Rom?'' Winda menyodorkan minuman tersebut kepada Romi.
''Makasih Win, kamu tambah cantik saja sekarang?'' sahut Romi sambil memuji kecantikan wanita itu dan tersenyum.
''Biasa aja Rom gak ada yang berubah''' balas Winda sambil membalas senyuman lelaki itu.
''Gimana? apa kamu masih bekerja di perusahaannya Prima?'' Romi bertanya kepada Winda.
''Masih Rom, kenapa?'' jawab Winda kepada Romi. ''baguslah kalau masih di situ?'' ucap Romi lagi sambil tersenyum kepada wanita tersebut.
''Kita jalan-jalan yuk? aku mau tunjukan kamu sesuatu?'' Romi mengajak Winda untuk jalan-jalan.
''Apa itu Rom? jangan bikin aku penasaran dong?'' balas Winda sambil tersenyum.
''Ikut saja, ayo?'' sahut Romi sambil menggandeng tangan Winda.
Mereka berdua keluar dari rumah itu dan masuk kedalam mobil, entah apa yang akan di tunjukkan oleh Romi kepada Winda, mereka menuju ke tempat yang Romi maksud, setelah sampai mereka berhenti di depan sebuah apartemen, ''ini apartemen siapa Rom?'' Winda bertanya kepada Romi.
''Aku baru saja membelinya kemarin, ayo masuk?'' Romi menggandeng tangan Winda dan masuk kedalam apartemen tersebut, mereka masuk kedalam lift dan naik kelantai tiga, ''ayo masuk?'' Romi menyuruh Winda masuk kedalam bersama dengan dirinya.
__ADS_1
*Bersambung*