
Sela sangat senang bisa menikmati udara di kebun tersebut sambil mengamati domba-domba milik suaminya yang sedang makan rumput, ‘’berapa jumlah domba kamu mas?’’ wanita itu bertanya sambil menoleh kepada suaminya tersebut.
‘’Ada lima puluh dua, sayang’’ jawab Aris sambil membelai rambut istrinya dan tersenyum.
‘’Wah, hebat dong mas, domba kamu banyak sekali, apa kamu tidak repot mengurus domba itu sendirian mas?’’ Sela berkata dan tersenyum manis kepada suaminya.
‘’Gak repot kok, sudah menjadi kebiasaanku setiap hari seperti ini sayang’’ jawab Aris lagi yang masih membelai rambut istrinya itu, ‘’kamu mau buah-buahan sayang?’’ Aris berkata sambil menoleh.
‘’Mau, mau?, apa kamu bawa buah-buahan mas?’’ jawab Sela yang sangat senang sambil tersenyum.
‘’Sebentar yah, kamu tunggu di sini saja’’ sahut Aris menyuruh istrinya untuk menunggunya.
‘’Baiklah mas, aku di sini saja’’ balas Sela dengan menganggukkan kepalanya.
Aris pergi lalu memanjat pohon buah jambu air yang ada di sekitar kebun tersebut, setelah memetik cukup banyak lalu ia kembali menemui istrinya, ‘’ini sayang, coba deh, jambu ini rasanya manis sekali’’ ucap Aris kepada Sela dan tersenyum kepadanya.
‘’Makasih mas, banyak banget ini? Kamu memetik dimana mas?’’ jawab Sela yang senang dan balik bertanya kepada suaminya.
__ADS_1
‘’Di kebun sendiri, dekat kok dari sini’’ balas Aris sambil mengunyah buah jambu tersebut.
‘’Kirain kebun milik orang lain’’ sahut Sela sambil menikmati buah jambu itu, ‘’benar mas, ini manis sekali, aku suka mas’’ ucap wanita itu yang sangat senang dengan buah jambu tersebut.
Kedua orang itu menikmati buah tersebut, setelah hampir siang bolong, Aris mengajak istrinya untuk pulang,
‘’ayo kita pulang’’ ucapnya sambil menggandeng tangan istrinya, tak butuh lama mereka akhirnya sampai di rumah, Sela berjalan ke dapur lalu membuatkan teh hangat untuk suaminya.
‘’Ini mas teh hangat buat kamu’’ Sela berkata sambil memberikan minuman tersebut kepada suaminya.
‘’Aku mau mandi dulu mas, badan sudah lengket nih’’ sahut wanita itu sambil pamit untuk mandi.
‘’Ya sudah sana kamu mandi’’ balas Aris lalu menyeruput teh hangat itu.
Sela berjalan ke kamar mandi, sedangkan Nenek Surti baru pulang dari sawah sambil membawa sayuran, ‘’Nenek baru pulang?’’ Aris bertanya sambil menoleh kepada sang nenek, ‘’iya nak, dimana Sela?’’ jawab sang nenek dan balik bertanya.
‘’Sedang mandi nek’’ sahut Aris sambil menikmati teh hangat tersebut.
__ADS_1
‘’Ya sudah nenek ke belakang dulu’’ ucap sang nenek lalu berjalan ke belakang dan menaruh sayuran tersebut di dapur.
Sela keluar dari kamar mandi dan melihat sang nenek sedang membersihkan sayuran yang dibawanya dari sawah, ‘’nenek sedang apa?’’ tanya Sela yang hanya menutupi tubuhnya dengan handuk saja, ‘’ini sedang bersihin sayuran, tadi nenek petik dari sawah’’ jawab sang nenek sambil tersenyum kepada wanita itu.
‘’Aku ganti pakaian dulu nek, nanti aku mau bantuin nenek’’ ucap Sela pamit untuk ke kamarnya.
Sela berjalan masuk kedalam kamar dan berganti pakaian, setelah sedikit merias wajahnya, wanita itu menghampiri suaminya, ‘’mas mau makan?’’ tanya wanita itu kepada Aris, lelaki itu pun menoleh ‘’iya sayang, kita makan berdua yah?’’ jawab suaminya sambil tersenyum menggoda.
‘’Baiklah aku ambilkan makanan dulu’’ balas Sela lalu berjalan menuju ke dapur dan mengambilkan makanan untuk suaminya tersebut.
‘’Kalian belum makan?’’ tanya sang nenek yang melihat Sela mengambil makanan.
‘’Belum nek, kami baru pulang dari mengembala domba’’ jawab Sela dengan senyumannya, wanita itu berjalan
menghampiri suaminya dan makan berdua saling bergantian menyuapi satu sama lain.
*BERSAMBUNG
__ADS_1