
Setelah mengunci pintu mereka berdua masuk kedalam mobil, Prima menjalankan mobil tersebut dengan kecepatan sedang, ''kita mampir dulu ke super market untuk beli oleh-oleh buat Mamah?'' ucap Sela kepada Prima sambil menepuk pundak lelaki itu dengan pelan.
''Oke'' balas Prima singkat sambil menoleh kearah Sela.
Setelah membeli oleh-oleh mereka melanjutkan perjalanan menuju kerumah orang tuanya Prima, ''masih jauh mas?'' Sela bertanya kepada lelaki itu sambil tersenyum.
''Sebentar lagi sampai'' jawab Prima sambil menoleh kearah wanita tersebut.
Mereka berdua mengobrol di dalam mobil, perasaan Sela semakin dag..dig..dug...ser...tak karuan, ia masih merasa malu kepada Mamahnya Prima, kalau tahu dirinya bekas wanita penghibur.
Mereka berdua masih mengobrol di dalam mobil sampai Sela tidak tahu kalau sekarang mereka sudah mulai memasuki pelataran rumah orang tuanya Prima, setelah masuk di pelataran rumah, Prima pun menghentikan mobilnya ''kok berhenti mas?'' ucap Sela kepada Prima sambil menoleh kanan dan kiri.
''Kita sudah sampai Sel, jangan tegang gitu dong? ayo senyum?'' balas Prima sambil menyuruh Sela supaya tersenyum ''ayo turun?'' ucap Prima lagi menyuruh Sela untuk turun dari mobil.
''I..iya mas..'' jawab Sela yang sedikit gugup.
Mereka berdua turun dari mobil, Prima mengetok pintu dan di buka oleh Bi Ijah ''eh Den Prima? ayo masuk?'' ucap Bi Ijah menyuruh mereka berdua untuk masuk, Sela dan Prima pun masuk kedalam rumah tersebut, Sela menengok kanan dan kiri melihat luasnya rumah tersebut ''besar sekali rumahnya?'' ucap Sela dalam hatinya yang melihat kemewahan rumah tersebut.
__ADS_1
''Mamah mana Bi?'' ucap Prima bertanya kepada asisten rumah tangga tersebut.
''Nyoya ada di dalam kamar Den? apa perlu saya panggilkan?'' balas Bi Ijah kepada Prima.
''Tidak usah Bi, biar aku saja kesana? Bibi buat minuman saja untuk kami?'' ucap Prima kepada asisten tersebut.
''Kamu tunggu di sini dulu? aku mau menemui Mamah dulu?'' ucap Prima kepada Sela.
''Iya mas'' jawab Sela singkat sambil matanya terus melihat-lihat isi rumah tersebut.
Prima berjalan menuju ke kamar Mamah nya, setelah mengetok pintu dan di buka ''eh sayang, kapan kamu datang?'' ucap Mamah Retno kepada anaknya tersebut.
''Papah sedang keluar kota sayang, ayo kita duduk di sana?'' jawab Mamah Retno sambil mengajak anaknya untuk duduk.
''Tunggu dulu Mah? kita temui seseorang dulu di ruang tamu?'' sahut Prima kepada Mamah nya.
''Siapa sayang? pasti wanita yah? ayo kita kesana Mamah ingin berkenalan dengan calon mantu?'' jawab Mamah Retno yang merasa senang jika anaknya mau mengenalkan wanita kepadanya.
__ADS_1
Mereka berdua berjalan menemui Sela yang sedang duduk di ruang tamu sendirian, ''itu yah calon mantu Mamah?'' bisik Mamah Retno kepada Prima, setelah sampai di dekat Sela, Prima mengenalkan Sela kepada Mamah nya.
''Kenalkan ini Sela Mah?'' ucap Prima kepada Mamah Retno sambil tersenyum kepada Sela.
Sela mencium punggung tangan Mamah Retno, ''aku Sela Tan?'' ucap Sela sambil tersenyum ramah kepada Mamah Retno.
''Jangan panggil Tante dong Sel, panggil saja Mamah?'' balas Mamah Retno sambil menepuk pelan punggung Sela.
''Iya Tan..eh..Mah?'' ucap Sela yang merasa canggung dan gugup kepada Mamah Retno.
''Gitu dong panggil Mamah jangan Tante?'' sahut Mamah Retno sambil tersenyum kepada Sela.
''Iya Mah'' balas Sela singkat kepada Mamah Retno, ''ini ada oleh-oleh buat Mamah?'' ucap Sela lagi memberanikan diri lalu menyodorkan bingkisan kepada Mamah Retno.
''Makasih sayang'' jawab Mamah Retno sambil memeluk tubuh Sela.
Sela yang di peluk oleh Mamah Retno melirik kearah Prima sambil menujulurkan lidahnya dan tersenyum kepada lelaki tersebut, Prima pun tersenyum kepada Sela sambil mengedipkan sebelah matanya.
__ADS_1
*Bersambung*