
Esok harinya Prima dan Sela sudah bersiap-siap untuk berangkat ke kantor, mereka melaju dengan mobilnya membelah padatnya lalu lintas di pagi hari, tak butuh waktu lama mereka pun sampai di kantor, setelah memarkirkan mobilnya mereka berdua turun dan berjalan beriringan masuk kedalam kantor tersebut.
Banyak mata yang melihat mereka berjalan berdua, bisik-bisik pun mulai terdengar di telinga Prima dan Sela, ‘’dasar cleaning servis ganjen? Berani-beraninya dia mendekati Bos kita?’’ ucap salah satu karyawan wanita yang sedang ngerumpi bersama teman-temannya.
‘’Iya tuh, dasar ganjen’’ sahut temannya yang juga melihat Prima dan Sela berjalan berdua.
‘’Kalau aku jadi Pak Prima, gue sih ogah berteman dengan cleaning servis?’’ celetuk karyawan lelaki yang ikut nimbrung.
‘’Makanya kamu gak laku-laku? Kebanyakan pilah-pilih sih kamu?’’ sahut seorang wanita lagi.
‘’Gue bukannya pilah-pilih tapi cari yang cocok untuk menjadi pendampingku?’’ jawab lelaki tersebut sambil menonyor jidat wanita tersebut.
‘’Sudah-sudah kenapa kalian malah ribut’’ salah satu wanita melerai mereka berdua.
Sela dan Prima pun berpisah di persimpangan karena ruangan mereka berbeda, Sela bergegas mengganti pakaiannya, ‘’hai Sel, kemana saja kamu? kenapa dari kemarin gak masuk kerja? Kamu sakit?’’ celetuk Rini dari belakang Sela dan memberondong berbagai pertanyaan
Sela menoleh kebelakang sambil berkata ‘’eh kamu Rin, bikin kaget aku saja’’ ucap Sela sambil tersenyum dan berkata lagi ‘’kalau mau bertanya satu-satu dong?’’ ucap Sela lagi sambil menepuk pundak Rini tersebut.
‘’Oke, oke, hmm..kamu darimana saja gak masuk kerja?’’ Rini mengatur nafas dan bertanya kepada Sela lagi.
__ADS_1
‘’Aku ada urusan keluarga yang sangat penting Rin, makanya aku tidak masuk kerja’’ itu jawaban dari mulutnya Sela sambil tersenyum.
‘’Kirain kamu sakit Sel, aku mau jenguk tapi aku gak tahu rumah kamu?’’ ucap Rini sambil sedikit cemberut.
‘’Aku baik-baik saja, lain waktu aku akan mengajakmu main kerumahku, oke’’ Sela menjawab sambil menepuk pundak Rini lagi.
‘’Siap, kapan pun kamu akan mengajakku aku akan siap Sel, hehehe’’ Rini membalas sambil tersenyum cengengesan.
‘’Ya sudah ayo kita bekerja?’’ Sela mengajak Rini untuk mulai bekerja.
‘’Ayo’’ jawaban singkat dari bibirnya Rini.
‘’Sel kamu di suruh keruangan HRD sekarang?’’ ucap kepala cleaning servis yang baru saja menghampiri mereka berdua.
‘’Baik Pak, Rin aku tinggal dulu yah?’’ Sela menjawab dan berpamitan kepada Rini.
Sela berjalan keruangan HRD, setelah melewati beberapa lorong ia pun sampai di depan pintu, setelah mengetok pintu tersebut Sela pun disuruh untuk masuk, wanita itu berjalan dan duduk di kursi ‘’apa Bapak memanggil saya?’’ Sela basa-basi bertanya.
‘’Betul Sel, ada sesuatu yang kamu harus antar ke ruangan CEO, kamu berikan ini kesana?’’ jawab Pak Ahmad ketua Hrd tersebut sambil memberikan stopmap kepada Sela.
__ADS_1
‘’Baik Pak saya akan bawa ini keruangan tersebut, saya permisi dulu Pak’’ Sela menerima berkas tersebut dan pamit untuk pergi.
‘’Silahkan’’ jawab Pak Ahmad sambil tersenyum ramah.
Sela berjalan keluar dari ruangan itu dan menuju ke lantai lima, setelah menaiki lift Sela berjalan ke ruangan Ceo tersebut dan mengetok pintu, ‘’tok,tok,tok, permisi’’ ucap Sela sambil mengetok pintu ruangan tersebut.
‘’Masuk’’ suara dari dalam menyuruh Sela untuk masuk.
Wanita itu pun berjalan masuk sambil mengatur detak jantungnya dan menundukkan kepalanya, ‘’silahkan duduk’’ ucap Ceo tersebut menyuruh Sela untuk duduk.
Sela duduk sambil mengatur nafasnya dan merapihkan detak jantungnya lalu berkata ‘’saya di suruh Pak Ahmad untuk mengantar berkas ini kepada Bapak’’ ucap Sela memberanikan dirinya sambil menyodorkan stopmap tersebut dan terus menundukan kepalanya tanpa melihat wajah Ceo itu.
Ada perasan takut dan was-was, karena ia merasa canggung kalau seorang cleaning servis menemui seorang Ceo, Sela terus menata detak jantungnya sambil mengatur nafas, jari jemarinya terus bermain di pangkuannya sendiri.
‘’Kenapa kamu diam dan selalu menunduk’’ Ceo itu bertanya kepada Sela sambil tersenyum.
‘’Maaf Pak, saya hanya seorang cleaning servis, mana mungkin saya berani menatap wajah Bapak’’ balasan yang keluar dari mulutnya Sela.
*Bersambung*
__ADS_1