
Mereka berdua berjalan menuju ke tempat parkir, setelah mereka masuk kedalam mobil, Prima segera menjalankan mobil tersebut menuju kerumah, ''apa ada yang masih sakit?'' ucap Prima bertanya kepada Sela di dalam mobil.
''Tidak ada mas, sudah lah aku baik-baik saja kok? kamu jangan terlalu cemas dan khawatir dong?'' balas Sela sambil tersenyum kepada Prima.
''Aku kan cuma memastikan saja kalau kamu baik-baik atau masih sakit?'' sahut Prima yang juga ikut tersenyum kepada Sela.
''Makasih ya kamu sudah perhatian sama aku'' balas Sela sambil tersenyum menatap wajah Prima yang tampan tersebut.
''Iya sama-sama, kalau di kantor ada apa-apa kamu langsung hubungin aku dong? biar kejadian tadi pagi tidak terulang lagi?'' ucap Prima memberi nasehat kepada Sela agar dirinya dihubungi kalau terjadi sesuatu dengan wanita itu.
''Iya mas'' sahut Sela sambil tersenyum manis kepada laki-laki itu.
Mereka berdua terus mengobrol di dalam mobil sampai tidak terasa kalau mereka sudah dekat dengan rumahnya tersebut, setelah Prima memarkirkan mobilnya lalu mereka berdua keluar dari mobil dan berjalan bersama menuju ke pintu rumah, mereka berdua masuk kedalam, Sela bergegas untuk mandi sedangkan Prima duduk di tepi ranjang sambil bermain ponsel nya.
Sela keluar dari kamar mandi lalu menyuruh Prima untuk segera mandi, lelaki itu pun bergegas untuk mandi, Sela memakai baju tidur dan sedikit merias wajahnya tak lama kemudian Prima keluar dari kamar mandi lalu berganti pakaian.
Sela membuat makanan untuk makan malam mereka berdua, setelah selesai wanita itu memanggil Prima untuk makan malam bersama, ''mas Prima ayo makan malam?!'' ucap Sela memanggil lelaki tersebut sambil menata makanan di atas meja.
__ADS_1
Prima datang menghampiri Sela di meja makan, mereka berdua makan malam bersama dengan makanan yang telah dibuat oleh Sela tersebut, ''besok hari libur, aku akan kerumah Mamah, apa kamu mau ikut?'' ucap Prima sambil mengunyah makanan.
''Emang aku boleh ikut? tapi aku malu sama Mamah kamu mas?'' balas Sela yang berkecil hati kalau bertemu dengan orang tuanya Prima.
''Kenapa harus malu Sel? kamu tidak salah apa-apa jadi kamu jangan pesimis dulu? Mamah orang nya baik kok?'' sahut Prima sambil menatap wajah cantik wanita tersebut.
''Tapi aku malu mas, aku kan bekas wanita pe..'' ucap Sela yang langsung di potong oleh Prima ''kamu jangan berfikir negatif begitu dong? itu masa lalu sekarang kamu harus menata masa depan kamu agar lebih baik lagi? jadi kamu harus semangat?'' balas Prima memberi nasehat kepada wanita tersebut supaya ia semangat untuk menjalani masa depan yang lebih baik lagi.
''Iya deh aku ikut'' sahut Sela sambil menundukkan wajahnya dan memainkan sendok dengan piring di depannya.
''Semua orang pasti mempunyai masa lalu Sel, baik atau buruk pasti semua orang mengalaminya jadi kamu harus positif thinking dong?'' ucap Prima lagi memberi nasehat dan menyemangati wanita tersebut supaya tidak berkecil hati.
Mereka berdua melanjutkan makannya sambil terus mengobrol, Sela sangat bersyukur karena Prima bisa membuat dirinya lebih tegar dan semangat dalam menjalani kehidupan, ia berharap agar Prima bisa menjadi sandaran untuk keluh kesah dirinya, karena Sela butuh tempat untuk bersandar.
Selesai makan malam, Sela membereskan dan mencuci piring yang kotor, sedangkan Prima yang melihatnya hanya tersenyum sendiri, ''kenapa kamu senyum-senyum sendiri mas? ada yang lucu?'' ucap Sela kepada lelaki tersebut.
''Gak ada yang lucu kok Sel, aku hanya kagum kepadamu'' balas Prima sambil terus tersenyum kepada wanita tersebut.
__ADS_1
''Kagum kenapa mas? emang aku berbuat apa?'' sahut Sela sambil mencuci piring.
''Entahlah Sel? yang jelas kamu itu unik dan menggemaskan, hehehe..'' balas Prima sambil cengengesan kepada wanita tersebut.
Selesai mencuci piring, mereka berdua duduk sambil nonton film di ruang tengah, ''kamu mau teh manis atau kopi mas?'' ucap Sela menawarkan minuman kepada Prima.
''Emang ada kopi Sel?'' balas Prima bertanya kepada wanita itu.
''Ada mas, kemarin aku beli'' jawab Sela sambil menganggukkan kepalanya.
''Ya sudah kamu bikin kopi susu buat aku?'' balas Prima kepada Sela meminta dibuatkan minuman kopi susu.
''Sebentar ya aku buat dulu?'' sahut Sela lalu berjalan menuju ke dapur untuk membuat kopi susu.
Sela berjalan menghampiri Prima sambil membawa kopi susu tersebut dan memberikannya kepada lelaki itu, ''ini kopi susunya mas?'' ucap Sela sambil menyodorkan kopi susu tersebut kepada Prima.
''Terima kasih Sel'' jawab Prima sambil tersenyum memandang wajah cantik wanita itu.
__ADS_1
*Bersambung*