
Badan Prima mulai terasa enakan, lelaki itu menikmati pijatan dari Sela, ''enak juga pijatan kamu Sel?'' ucap Prima sambil tersenyum kepada Sela yang sedang memijat punggungnya.
''Masa sih mas?'' balas Sela sambil terus memijat punggung lelaki itu dengan kedua tangannya.
''Iya Sel, pijatan kamu enak juga? badan ku sekarang sudah mulai enteng?'' sahut Prima yang menikmati pijatan dari wanita tersebut.
''Mas aku mau kerja? barang kali kamu punya info lowongan pekerjaan?'' ucap Sela bertanya kepada Prima sambil terus memijat.
''Nanti aku akan coba cari lowongan buat kamu?'' balas Prima sambil tersenyum kepada Sela.
''Iya mas, makasih ya'' sahut Sela kepada lelaki tersebut.
Sela berharap mendapatkan pekerjaan supaya ia tidak selalu merepotkan Prima, hari semakin malam mereka berdua tertidur lelap sampai pagi, sinar matahari yang mulai masuk ke celah-celah jendela membangunkan Sela yang masih dalam pelukan Prima.
__ADS_1
''Sudah pagi rupanya?'' gumam Sela lirih sambil menoleh ke arah jam dinding, lalu ia bangkit berjalan menuju ke kamar mandi.
Setelah membersihkan dirinya, Sela menuju ke dapur dan mulai memasak untuk sarapan pagi mereka berdua, ''aku buat nasi goreng sama telor dadar aja deh?'' gumam Sela kepada dirinya sendiri, ia lalu menyiapkan bahan-bahan untuk membuat nasi goreng dan telor dadar.
Aroma masakan tersebut masuk ke hidungnya Prima yang sedang tertidur, lelaki itu berlahan membuka matanya ''baunya enak sekali?'' gumam Prima dalam hatinya.
Prima berjalan menuju ke kamar mandi, Sela masih sibuk dengan masakan nya di dapur tak lama kemudian Prima menghampiri Sela dan memeluknya dari belakang sambil mencium pipi wanita itu ''masak apa Sel?'' ucap Prima menyapa Sela sambil memeluk tubuh wanita tersebut.
''Eh mas Prima? masak nasi goreng sama telor dadar, apa mas suka?'' jawab Sela sambil tersenyum kepada Prima yang masih memeluk dirinya.
''Syukur lah kalau mas suka?'' sahut Sela sambil ikut tersenyum kepada lelaki tersebut.
Prima terus memeluk tubuh Sela dari belakang sesekali ia mencium pipi wanita itu, ''udah dong mas peluk nya? kan aku susah untuk memasak?'' ucap Sela kepada Prima sambil tersenyum.
__ADS_1
''Biarkan aku memeluk tubuh mu terus Sel? karena kamu sudah membuat ku candu?'' jawab Prima yang tidak mau melepaskan pelukan nya.
''Tapi aku susah untuk memasak mas? kamu duduk dulu biar masakan ini cepat selesai, katanya sudah laper?'' sahut Sela berusaha membujuk Prima agar melepaskan pelukan nya karena ia sedang memasak.
''Oke deh nanti kalau sudah selesai, aku boleh peluk lagi kan?'' sahut Prima mengalah dan melepaskan pelukan nya.
''Boleh mas Prima sayang, emmuah..'' balas Sela lalu mencium pipinya Prima dan kembali melanjutkan masak nya.
Prima duduk sambil menunggu Sela selesai membuat nasi goreng dan telor dadar, tak lama kemudian selesai juga Sela membuat nasi goreng dan telor dadar tersebut.
Sela menyiapkan dan menata masakan tersebut di meja, ia mengambilkan nasi goreng untuk Prima ''segini cukup mas?'' ucap Sela kepada Prima.
''Tambah sedikit lagi Sel?'' sahut Prima menyuruh Sela agar menambah lagi nasi nya.
__ADS_1
Sela memberikan piring yang berisi nasi goreng tersebut kepada Prima, lalu ia mengambil untuk dirinya sendiri, mereka berdua sarapan pagi bersama walaupun nasi goreng dan telor dadar tapi mereka berdua sangat menikmati makanan tersebut, mereka berdua makan sambil mengobrol sesekali Prima menjahili Sela, mereka berdua sangat romantis dan bahagia.
*Bersambung*