
Sela dibawa oleh anak buahnya Pak Broto yang
dulu pernah membeli Sela dari rumah Bordil, namun Prima menebus Sela dengan
harga dua kali lipat dari Pak Broto tersebut, sehingga lelaki paruh baya itu
marah dan mencari Sela kemana-mana.
Sela dimasukkan kedalam gudang oleh
anak buahnya Pak Broto itu, sedangkan Prima baru saja kembali dari rumah
Mamahnya, baru sampai dihalaman rumah, tetangga yang melihat Sela telah di
culik langsung menceritakan kejadian itu kepada Prima.
Prima langsung menuju ke kantor polisi dan melaporkan hal
tersebut, kasus penculikan itu akan di tangani oleh pihak kepolisian, namun
Prima tidak hanya berpangku tangan mengandalkan pihak kepolisian tersebut.
Prima mengumpulkan anak buahnya untuk
mencari keberadaan Sela, ia juga menemui Winda karena wanita itu pernah
mengancam Sela dan Prima, Winda mengelak karena di tuduh menculik Sela, ia
tidak merasa menculik wanita itu namun ada pihak lain yang menginginkan Sela.
Prima mondar-mandir di dalam rumah
Mamahnya sambil terus berfikir mencari cara untuk bisa menemukan keberadaan
Sela, Mamahnya pun ikut memikirkan nasib Sela yang kini entah dimana
keberadaannya itu.
__ADS_1
Mulut Sela dibungkam dengan lakban
hitam dan tangannya di ikat sambil duduk di kursi, pintu ruangan itu di buka
oleh dua orang yang menjaganya dan masuk lelaki parug baya yang berkumis itu
dan berkata kepada Sela, ‘’apa kamu masih ingat denganku sayang?’’ ucap lelaki
itu yang tak lain adalah Pak Broto.
‘’mmm, mmm’’ hanya itu yang bisa Sela ucapkan, karena mulutnya masih di lakban.
‘’Buka lakbannya!’’ Broto menyuruh anak buahnya untuk membuka lakban di mulut
Sela.
‘’Kenapa kamu menculikku? Bukannya kita tidak ada urusan lagi?’’ Sela berkata
setelah lakban yang menutup mulutnya di lepas oleh anak buahnya Broto.
‘’Siapa bilang kita tidak ada urusan lagi, aku sudah membelimu dari rumah
tersenyum lalu menjawil dagu Sela dengan tangannya.
Sedangkan di kebun belakang gudang
tersebut ada seorang pemuda desa yang sedang mengembala domba-dombanya, ‘’ayo
manis, kalian makan yang banyak yah biar cepat gemuk’’ Pemuda itu berkata
kepada domba-domba miliknya yang sedang makan rumput sambil duduk di bawah
pohon.
Pemuda itu mendengar suara teriakan
orang minta tolong, ia menoleh lalu
__ADS_1
mencari asal suara tersebut, sedangkan kedua pipi Sela sedang di cengkeram oleh
Broto, ‘’silahkan berteriak sesuka kamu, di sini jauh dari kota dan tak akan
ada yang menolongmu’’ ucap lelaki itu sambil mencengkeram kedua pipi Sela .
Sela langsung meludahi wajah lelaki
itu, ‘’dasar ******, plak, plak’’ ucap Broto yang langsung menampar wajah
wanita itu, ‘’tutup mulutnya dengan lakban’’ Broto menyuruh anak buahnya untuk
menutup mulut wanita itu lagi dengan lakban.
‘’Dasar wanita ******! Jangan beri dia makan dan minum?!’’ ucap Broto lagi
kepada anak buahnya.
‘’Baik bos’’ jawab anak buah tersebut, lalu mereka pergi dan mengunci gudang
itu.
Hanya ada dua orang yang menjaga pintu
gudang tersebut sambil bermain catur, sedangkan dari tadi pemuda yang sedang
mengembala domba mengintip dari celah-celah pintu belakang gudang tersebut, ‘’siapa
mereka, kenapa wanita itu di sekap disini?’’ ucap pemuda itu pada dirinya
sendiri.
Pemuda itu terus mengintai gudang
tersebut, ‘’hanya dua orang saja yang jaga pintu’’, karena hari sudah mulai
gelap, pemuda itu pun kembali dengan domba-dombanya.
__ADS_1
*Bersambung*