
Sore harinya...
Menjelang sore ini akhirnya Petrus tersadarkan pasca kecelakaan yang menimpanya. Tampak pria tua yang merupakan pemilik asli dari GOC itu terbalut perban di kepalanya. Petrus mengalami luka yang cukup parah karena duduk di kursi belakang. Sedang supirnya hanya mengalami luka-luka pada bagian wajahnya. Dan kini Petrus sulit untuk bergegas bebas. Badannya sakit semua karena terkena benturan keras akibat kecelakaan itu. Jake pun melihat bagaimana kondisinya.
"Anda tidak bilang jika ingin ke kantor, Tuan."
Mereka berbicara empat mata di dalam ruang rawat kelas VIP tersebut. Sebuah ruang rawat inap dengan berbagai macam peralatan medis yang tersedia di sana.
__ADS_1
"Aku ingin mengenang kembali bagaimana membangun perusahaan itu, setelah apa yang terjadi waktu itu." Petrus menuturkan. Ia tampak tidak bisa menoleh ke arah Jake yang berdiri di sisi kanan kasur pembaringannya.
"Aku mengerti. Tapi ada baiknya jika menggunakan pengawalan. Tidak pergi sendiri dan hanya ditemani supir," kata Jake lagi.
Petrus berusaha tersenyum. "Dua kali aku selamat dari maut. Dan ini adalah ke tiga kalinya. Aku sangat bersyukur kepada Tuhan karena masih memberiku kesempatan untuk terus hidup. Tuan Jake, bisakah Anda membantu mengurus kebun kelapa sawitku juga? Yang mana hasilnya bisa disalurkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan. Aku ingin memperbanyak amal sebelum pulang." Petrus tampak berbicara panjang.
Jake menggelengkan kepalanya. "Anda harus pulih, Tuan. Anda harus tahu siapa dalang yang telah berulang kali mencoba membunuh Anda. Aku akan mengakhiri ini secepatnya. Aku mohon Anda menunggu lebih lama." Jake meminta.
__ADS_1
"Tidak, Tuan. Jika Anda berbicara seperti itu sama saja dengan membiarkan tindak kejahatan terus terjadi pada banyak orang. Anda tidak boleh menyerah. Nasib karyawan dan banyak orang ada di tangan Anda. Anda harus sehat seperti sediakala. Aku akan membantunya."
Jake tampak iba melihat Petrus yang terbaring lemah. Ia pun sebisa mungkin menguatkan hati mantan mertuanya. Walaupun pada kenyataannya ia pun ikut gelisah. Waktunya terasa begitu sempit untuk dibagi menjadi beberapa bagian. Jake membutuhkan waktu tambahan untuk menyelesaikan semuanya. Ia membutuhkan dukungan moril yang lebih dari ini.
"Maaf selama ini telah banyak merepotkanmu, Tuan Jake. Aku harap kau terus berjuang di garda terdepan. Dan tolong jaga GOC semampumu. Aku yakin Lilia pasti bisa membantumu." Petrus menutup pembicaraan sore ini.
Jake mengangguk. Ia mengerti apa yang Petrus katakan. Setelah berhasil mendapatkan 25% persen saham karena menikahi Lea, kini sisa saham tersebut akan menjadi milik Lilia seutuhnya, yang mana akan Lilia dapatkan setelah menikah dengan Jake nantinya. Dan Jake menantikan hari itu. Hari di mana ia bisa bahagia bersama wanitanya. Tanpa perlu memikirkan ini dan itu. Tanpa perlu cemas memikirkan sesuatu. Jake ingin ketenangan dalam hidupnya. Tentunya bersama Lilia semata. Jake mencintai Lilia Hana.
__ADS_1
Pukul empat sore di kantor GOC...
GOC mengalami kekosongan beberapa hari ini. Yang mana Jake tidak masuk sama sekali ke kantornya. Mau tak mau Lara pun yang menggantikannya. Ia yang mengatur laju perekonomian perusahaan walaupun tidak sepenuhnya. Lara tidak berani mengambil alih pekerjaan Jake seluruhnya.