
Kini pria berwajah muram yang dahulu sangat menyebalkan Lilia itu tampak tersenyum di dalam mobilnya. Ia kemudian berhenti sebentar ke tepi jalan untuk menurunkan kursi mobil yang Lilia duduki. Ia ingin membuat Lilia nyaman tidur di dalam mobilnya. Jake pun mengecup kening Lilia. Kecupan sayang dari dalam hatinya. Sang bos besar itu akhirnya luluh lantak di hadapan wanitanya.
Beb, jangan kecewakan aku di saat aku sudah percaya sepenuhnya kepadamu. Aku bisa gila, aku bisa nekat melakukan apa saja. Setelah ini jangan pernah coba lagi untuk melarikan diri. Karena aku akan menangkapmu dan memberikan hukuman yang tidak akan pernah bisa kau lupakan di sepanjang hidupmu. Aku berjanji pada diriku sendiri. Maka jangan pernah kecewakan aku.
Jake kini telah jatuh hati kepada Lilia. Lilia bak candu baginya. Di setiap kesempatan, Jake selalu ingin bersama Lilia. Tapi Jake juga tahu jika ia mempunyai pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkannya. Jake harus bisa membagi waktunya. Seperti apa yang telah dikatakan oleh ayahnya. Dan Jake berharap Lilia bisa memakluminya.
Siang ini menjadi saksi akan harapan yang tumbuh di hati Jake. Dimana ia ingin selalu bersama Lilia di dalam setiap kesempatan yang ia punya. Jake berharap Lilia akan selalu setia mendampinginya. Baik dalam setiap kesempatan atau kesempitan. Dan Jake percaya Lilia bisa melakukannya. Perjalanan kisah mereka telah membuktikannya.
Lantas apakah semua akan berjalan sesuai ekspektasinya?
Menjelang petang...
__ADS_1
Semburat merah menghiasi langit yang megah. Lilia pun baru saja terbangun dari tidurnya. Ia terbangun dengan Jake yang tidak ada di sampingnya. Lilia pun melihat jam di dinding kamarnya. Dan ternyata sudah setengah enam saja.
"Astaga ... aku benar-benar ketiduran."
Lantas ia pun beranjak bangun lalu bergegas mandi. Makan malam tak lama lagi akan segera dimulai di rumah ini. Lilia pun segera mempersiapkan dirinya. Menggosok gigi lalu menghidupkan shower air. Lilia lekas-lekas membasuh tubuhnya. Namun, saat ia baru saja menuangkan shampo ke atas kepala, tiba-tiba saja Jake datang dan masuk ke kamar mandinya. Sontak Lilia terkejut seketika.
"Jake?!" Lilia pun segera menutupi area pribadinya dengan tangan.
"Apa yang kau lakukan, Jake?!" Lilia bertanya kepada Jake.
Jake menggantung handuknya di pintu. "Tentu saja aku mau mandi." Ia pun mengambil sikat gigi.
__ADS_1
"Astaga .... " Lilia pun tampak tak percaya jika akan mandi bersama sore ini.
Jake tertawa. Ia kemudian mengusap kepala wanitanya. "Kau milikku, aku milikmu. Sudahlah. Nikmati saja mandi bersama sore ini. Setelah ini kita lekas bersiap-siap untuk kembali ke dalam negeri," tutur Jake.
"Malam ini juga?" tanya Lilia segera.
"Hm, ya. Malam ini juga. Aku sudah memesan jet pribadi untuk mengantarkan kita pulang," kata Jake sambil menggosok giginya.
Lilia mengangguk. Ia tahu apa yang harus dilakukannya setelah mandi. Jake berkata akan segera kembali ke dalam negeri. Itu berarti liburan Lilia di Swiss telah berakhir.
Cepat sekali. Padahal sepertinya baru kemarin sampai di sini.
__ADS_1
Lilia pun lekas-lekas membersihkan tubuhnya. Ia ingin bersiap-siap. Ia kemudian meninggalkan Jake di kamar mandi untuk membereskan pakaiannya. Jake pun membiarkan Lilia keluar dari kamar mandinya. Mereka tidak melakukan apa-apa sore ini. Hanya sekedar mandi bersama saja.