
Hampir dua puluh jam perjalanan harus Jake tempuh untuk kembali ke tanah air. Dan kini ia baru saja sampai di apartemennya dengan menggendong Lilia yang sedang tertidur. Gadis bertubuh sintal itu terlihat sangat kelelahan setelah melakukan perjalanan jauh ke Swiss. Dan kini sudah harus kembali lagi ke ibu kota. Jake pun mengerti jika wanitanya lelah.
"Apakah kami tetap berjaga di sini, Tuan?"
Selepas merebahkan Lilia, Jake kembali menemui kedua bodyguard-nya yang menunggu di ruang tamu. Jake pun tampak memikirkan ulang pertanyaan dari anak buahnya itu. Ia kemudian mengambil keputusan.
"Kalian beristirahat saja. Untuk sementara biarkan malam ini aku bersama wanitaku. Besok kita akan kembali bekerja," terang Jake kepada anak buahnya.
"Baik, Tuan." Kedua bodyguard itupun menurutinya.
Jake meminta kepada dua orang bodyguard-nya untuk beristirahat segera karena besok akan kembali bekerja. Kedua bodyguard Jake itu pun pergi meninggalkan apartemennya. Sedang Jake sendiri lekas kembali ke kamar untuk menemui Lilia. Ia duduk di pinggir kasurnya.
.........
__ADS_1
"Kok melamun?"
Tiba-tiba saja kenangan akan malam pertamanya bersama Lilia teringat kembali. Di mana wanita itu mengenakan gaun hitam yang indah dan juga menarik perhatiannya. Jake pun baru saja keluar dari kamar mandi. Ia lalu menyapa Lilia yang berdiri di dekat meja teh. Jake kemudian menghampiri Lilia dengan hanya mengenakan handuk putihnya.
"Apa kau terpesona dengan bentuk tubuhku?"
Begitulah yang Jake tanyakan saat ia sudah berhadapan dengan Lilia. Jake pun masih mengingat jelas bagaimana raut wajah Lilia yang tampak bingung bercampur khawatir saat itu. Jake pun menyukainya.
Jake tertawa. "Bisa dimulai segera?" Jake pun menuangkan anggur ke dalam gelasnya.
Lilia diam, tak bicara. Jake pun tersenyum sambil terus memerhatikan Lilia. "Kau ini lucu," kata Jake lalu maju selangkah untuk mendekati Lilia.
Lilia masih diam. Ia merasa kebingungan harus menjawab apa. Jake pun kemudian menyentuh tali gaun yang Lilia pakai.
__ADS_1
"Gaunmu bagus. Aku menyukai gaunmu. Tapi aku lebih suka jika diturunkan talinya." Jake lalu menurunkan tali gaun Lilia.
.........
Jake tersenyum kala mengingat kejadian itu. Dan kini wanita yang dulu terus-terusan menggodanya ini sudah menjadi miliknya. Lilia tidak bisa lari lagi dari hatinya. Jake telah mengunci rapat Lilia. Pria berwajah muram itu tersenyum seraya mencium perut Lilia. Ia juga mengusapnya.
"Aku harap yang kemarin jadi, Beb. Aku ingin melihat anak kita," katanya lalu mengecup perut Lilia kembali.
Jake sudah gila. Ia sedang dimabuk cinta wanitanya. Tak ada yang dapat menolong dirinya selain Lilia sendiri. Dan Jake berharap Lilia akan setia selamanya. Ia tidak ingin sakit hati kembali. Cukup dua wanita saja yang meyakiti hatinya. Jake tidak ingin Lilia ikut-ikutan menjadi yang ke tiga. Karena Jake telah memercayakan sepenuhnya kepada Lilia. Jake telah mengenalkan Lilia ke ayahnya. Itu berarti pesta pernikahan harus digelar secepatnya.
Beb, aku mencintaimu.
Lantas Jake pun merebahkan diri di samping wanitanya. Ia cium pipi tembam milik Lilia. Ia tatap wajah Lilia sepenuh hatinya. Si muram yang pencemburu itu sudah tidak jadi kulkas dua pintu. Ia kini bak magic com yang selalu menghangatkan. Tegangannya pun menggelora bersama Lilia. Ya, hanya bersama Lilia semata. Tidak dengan yang lainnya.
__ADS_1