PERMAINAN SANG CEO

PERMAINAN SANG CEO
Menyusun Rencana


__ADS_3

"Aku rasa memang tuan Biden, Tuan. Selama ini dia yang sering mencari masalah kepada Anda. Baik secara langsung maupun tidak langsung. Saya rasa sudah saatnya kita bertindak. Mereka tidak bisa dibiarkan begitu saja," saran seorang anak buah Jake.


"Ya, kau benar. Tapi saat ini kita tetap harus berhati-hati. Biden bisa saja menggunakan media untuk memutarbalikkan keadaan. Sedang untuk saat ini GOC sedang mendapat banyak pesanan. Jangan sampai klien kehilangan kepercayaan karena berita yang bukan-bukan," harap Jake kepada anak buahnya.


"Kami mengerti, Tuan. Tapi apa tidak kita coba menggunakan teknik kamuflase agar dia keluar dari sarangnya?" saran yang lain.


"Maksudmu?" Jake segera menanyakannya.


"Begini... "


Anak buahnya pun segera memaparkan rencana apa yang ia punya untuk tindakan selanjutnya. Sedang Jake mendengarkannya dengan saksama. Jake meminta yang lain untuk menimbang ulang rencana itu. Dan pada akhirnya tercapai kesepakatan bersama.


"Baik. Kalau begitu jalankan setahap demi setahap. Jangan sampai menimbulkan kecurigaan di pihak mereka." Jake berpesan.

__ADS_1


"Baik, Tuan."


Ketujuh anak buahnya pun segera menuju posisi masing-masing sesuai kesepakatan yang dihasilkan. Sedang Jake menunggu kabar selanjutnya sambil mengurusi perusahaannya. Ia juga harus kembali ke rumah sakit untuk menemani Lilia di sana. Sungguh tugas Jake sangat banyak dan tidak pernah ada habisnya.


Pukul delapan pagi waktu ibu kota dan sekitarnya...


"Tuan Jake, Anda sudah datang?"


Angelina tampak memyambut kedatangan Jake di ruang rawat Lilia. Sedang Lilia sendiri tertidur di atas kasur pembaringannya. Lilia baru saja minum obat penambah tenaga.


Angelina tampak sungkan untuk menanyakan kabar terkini. Ia khawatir akan menyinggung Jake yang sedang ditimpa masalah. Angelina pun diam saja sampai Jake kembali bicara.


Jake duduk di sofa ruangan. "Kau bisa kembali ke restoranmu, Nona Angelina. Terima kasih sudah menjaga Lilia semalaman," terang Jake sambil melepas rompi jasnya.

__ADS_1


"Anda tidak perlu sungkan, Tuan. Nanti sore saya akan kembali lagi ke sini." Angelina merasa tidak keberatan.


Jake mengangguk. "Terima kasih." Jake tampak begitu lelah. Hanya dua kata itu yang ia ucapkan.


Jake benar-benar bekerja keras untuk memenangkan peperangan. Ia sampai belum tidur sedari malam. Dua hari ini bisa dikatakan ia tidak beristirahat sama sekali. Hanya satu atau dua jam saja bisa memejamkan mata. Semua permasalahan yang datang seolah memintanya untuk terus bekerja. Dan kini Jake kembali menemui wanitanya. Ia juga mempersilakan Angelina untuk mengurus restorannya kembali.


Angelina sendiri tampak khawatir jika banyak bertanya kepada Jake. Ia berempati atas apa yang menimpa Jake saat ini. Tapi ia juga tidak mungkin banyak bertanya sekarang. Jake membutuhkan waktu untuk beristirahat sejenak. Maka dari itulah Angelina segera berpamitan kepada Jake. Ia akan kembali mengurus restorannya. Angelina membiarkan Jake bersama Lilia di ruangan.


Aku harap yang terbaik menyertai mereka.


Lantas Angelina pun mengambil tasnya. Ia segera keluar ruangan lalu berlalu pergi dari tempat Lilia dirawat. Ia akan kembali ke restorannya. Sementara Jake tampak mendekati Lilia yang tertidur di atas kasur pembaringannya.


"Beb, semuanya baik-baik saja. Kita sudah berada di puncak peperangan. Bertahanlah sebentar lagi dan tetaplah bersamaku." Jake berkata kepada Lilia yang sedang tertidur.

__ADS_1


Entah bagaimana akhirnya, Jake masih berusaha sekuat tenaga untuk memenangkan peperangan. Ia sudah terlanjur basah dan harus menyelesaikannya segera. Rencana demi rencana pun sudah dijalankannya. Tahapan demi tahapan juga sudah dilewatinya. Dan inilah puncak dari segala masalah yang ada. Dan Jake harus segera menyelesaikannya. Lalu mampukah Lilia ikut bertahan bersamanya?


__ADS_2