
Kini dara cantik yang merupakan agen ganda milik Jake itu tampak sedang memeriksa kinerja karyawan perusahaan. Ia pun berpamitan sebentar karena ada tamu yang datang. Lara keluar kantor untuk menemui tamu tersebut di seberang jalan. Namun, kesempatan itu ternyata malah dimanfaatkan oleh Andrian untuk mencuri data perusahaan. Dan tentu saja karyawan GOC tidak ada yang berani melaporkannya kepada Lara. Karena bagaimanapun Andrian adalah orang lama di GOC. Ia berjuang membesarkan GOC sedari awal.
"Di mana Jake menyimpan data investor tetap dan suplier itu?"
Andrian masuk ke ruangan Jake. Ia tanpa segan masuk ke dalam dengan kamera CCTV yang masih menyala. Namun, Andrian tampak bersikap biasa saja seperti hanya datang ke ruangan tanpa melakukan apa-apa. Tak berapa lama ia pun mengeluarkan flashdisk dari dalam saku celananya. Andrian memasukkan flashdisk tersebut ke dalam komputer ruangan Jake yang masih menyala. Ia pun mencoba memasukkan kata sandinya.
Jika aku berhasil mendapatkan semua datanya, pasti Biden akan memberi imbalan yang besar padaku. Dia juga akan mengambil alih semua investor tetap dan suplier kepercayaan milik Jake. Dan Jake hanya bisa menangisi kebangkrutannya.
__ADS_1
Andrian tersenyum senang. Ia terus mencari-cari di mana data itu disembunyikan. Pada akhirnya ia menemukan satu file besar yang ada di komputer tersebut. Andrian oun berusaha menyalinnya. Tapi ia harus kembali memasukkan kata sandinya. Ia pun terus mencoba sampai kata sandi itu berhasil membuka filenya. Dan ternyata kata sandi yang ia masukkan ada yang cocok. Andrian berhasil membuka file itu yang ternyata berisi semua data rahasia perusahaan. Andrian pun segera mengcopy-pastenya.
Detik demi detik, menit demi menit Andrian lewati saat proses penyalinan data. Waktu pun terus berlalu hingga mengantarkannya ke pukul setengah lima. Namun, data itu belum sepenuhnya tersalin. Andrian masih membutuhkan waktu sekitar sepuluh menit lagi untuk menunggunya. Andrian pun mengusap-ngusap tangannya. Ia berdebar menantikan semua file tersalin ke flashdisknya. Dan akhirnya tinggal tiga menit lagi saja file itu akan tersalin sepenuhnya. Andrian pun menunggunya.
Cepat! Cepat!
Proses penyalinan masih terus berlangsung. Dan kini sudah sampai ke 93%. Andrian pun merasa senang karena akan segera mendapatkan salinannya. Namun, ternyata takdir berkehendak lain untuknya. Saat salinan tinggal lima persen lagi, Lara datang lalu segera mengambil flashdisk miliknya.
__ADS_1
Lara menyimpan flashdisk milik Andrian itu lalu menodongkan pistol ke arahnya. Saat itu juga Andrian terbelalak hebat. Ia tak menyangka Lara akan menodongkan pistol ke kepalanya.
"Apa yang Anda lakukan di sini, Tuan Andrian?" Lara siap menarik pelatuk pistolnya.
Andrian menelan ludahnya. Ia kemudian angkat tangan pertanda menyerah. "Kau berani melakukan hal ini padaku, Lara? Aku adalah orang lama di GOC," terang Andrian kepada Lara.
Lara memasang wajah dinginnya. "Lama atau baru tidak masalah bagiku. Jika membuat kesalahan pastinya harus terkena hukuman." Lara seperti bukan dirinya.
__ADS_1
Andrian beranjak berdiri pelan-pelan. Ia khawatir Lara benar-benar akan menembaknya. "Sebenarnya kepada siapa kau berpihak, Lara?" tanya Andrian cemas.
Lara terus saja fokus terhadap pergerakan Andrian. Ia juga bersiap-siap jika Andrian ingin melawannya. Tentunya di dalam pikiran Lara hanya ada satu kata. Kepatuhan. Lara patuh terhadap segala perintah yang Jake berikan. Dan ia tidak akan segan menggantikan Jake untuk memberi hukuman. Karena Jake telah memercayakan padanya.