PERMAINAN SANG CEO

PERMAINAN SANG CEO
Titip Pesan


__ADS_3

Lusa kemudian...


Persidangan Biden menghasilkan sebuah keputusan yang cukup mencengangkan. Setelah beradu dan saling mengajukan banding, akhirnya Biden dinyatakan bersalah. Pria paruh baya yang merupakan adik tiri dari pemilik GOC yang sebenarnya itu dijatuhi hukuman dua puluh tahun penjara. Ia juga harus membayar ganti rugi sebesar lima ratus milyar atas segala tindak kejahatannya. Temuan-temuan yang telah berlalu pun ikut memberatkannya. Ia hampir divonis seumur hidupnya.


Jake berhasil membuka tabir siapa dalang dari dua kali penyerangan yang terjadi di rumah besar Petrus. Yang mana dalam dua kali penyerangan itu, dua kali pula Petrus kehilangan pengawal kepercayaannya. Satu di antaranya adalah ayah Lilia, dan satu lainnya adalah ayah dari Lea. Kedua ayah mereka adalah pengawal pribadi kepercayaan Petrus yang harus merenggang nyawa karena melindungi bosnya. Dan sebagai balas jasa atas itu semua, Petrus memberikan 25% saham GOC kepada anak-anaknya. Tapi sayang Lea tidak seberuntung Lilia.


Lea harus merelakan 25% saham itu untuk Jake karena ia telah terbukti bermain api dan menyia-nyiakan kesempatan yang telah Petrus berikan. Lea hanya berfoya-foya dengan apa yang dimilikinya. Ia juga mencemari nama baik keluarga dengan bermain bersama banyak pria. Satu di antaranya adalah Andrian yang merupakan General Manager Jake sendiri. Dan tentu saja hukuman itu pantas diterima olehnya atas apa yang ia lakukan selama ini. Berbeda dengan Lilia yang bisa mendapatkannya dengan murni.


Konflik yang terjadi akhirnya membuahkan keputusan dimana Lea harus menerima kenyataan pahit dengan merelakan haknya untuk Jake. Sedang Biden sendiri harus menerima ganjaran dari segala perbuatannya. Jake bekerja keras untuk mengumpulkan semua bukti dan juga menghadirkan banyak saksi. Alhasil Biden tak berkutik di hadapan pengadilan walaupun sudah menyewa belasan pengacara. Hukuman dua puluh tahun penjara itu tetap diberikan kepadanya. Biden pun harus mengajukan banding untuk keringanan masa hukumannya. Tapi lagi-lagi Jake tidak akan membiarkannya.

__ADS_1


"Semua berjalan lancar, Jake. Kau ingin berangkat hari ini juga?" tanya Paul ke Jake.


"Ya. Aku rasa lebih cepat lebih baik. Toh, tidak lama juga. Hanya sekitar empat hari di sana. Masih banyak pekerjaan yang harus kuurus di sini." Jake menuturkan.


Kedua teman baik itu tampak sedang berbincang di teras atap sebuah restoran cepat saji. Mereka bertemu kembali sebelum Jake pergi ke Swiss. Jake ingin menitipkan sesuatu pada Paul sebelum liburan bersama Lilia. Dan tentu saja sesuatu itu sangatlah berharga. Dan sebagai satu-satunya orang yang tahu duduk permasalahan yang Jake alami selama ini, Paul pun dengan sigap membantu. Tentunya ia juga harus meninggalkan restoran miliknya di pantai waktu itu. Semuanya demi kenyamanan bersama. Karena Paul juga mendapat kompensasi yang besar dari Jake.


Lantas apakah ayah Jake dapat menerima kehadiran Lilia di rumahnya? Lalu bagaimana dengan Lilia sendiri, apakah ia siap menyandang status baru sebagai nyonya besar Thompson?


Wanita bertubuh sintal itu tampak mengenakan kaus putih dibalut jaket musim dinginnya. Ia tengah menunggu prianya datang setelah proses pemeriksaan bandara. Mereka sengaja mengenakan maskapai penerbangan umum untuk menikmati perjalanan bersama, layaknya pasangan biasa. Tetapi tetap saja, sang bos besar itu memesan kelas VIP untuk ruangan di dalam pesawatnya. Lilia pun tampak menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Aku tidak suka keramaian, Beb."


...... ...


...Jake...



...Lilia...

__ADS_1



__ADS_2