PERMAINAN SANG CEO

PERMAINAN SANG CEO
Mulai Repot


__ADS_3

Jake berharap tidak ada lagi masalah terhadap proses pembangunan di pulau F. Yang mana proyek tersebut telah disepakatinya bersama investor asing. Jake pun harus mengerahkan kekuasaannya agar proyek tersebut dapat berjalan dengan baik. Ia memerintahkan kepada beberapa anak buahnya untuk berjaga di proyek itu.


Pukul tiga sore waktu ibu kota dan sekitarnya...


Lelah. Itulah yang Jake rasakan setelah mengunjungi dua tempat dalam waktu yang dekat. Selepas mengantarkan Lilia ke Sky Grup, Jake harus ke GOC untuk memeriksa laporan mingguan para karyawannya. Lalu setelah itu ia pun pergi ke pulau F untuk memeriksa kondisi yang ada di sana pasca runtuhnya bangunan proyek. Dan kini ia baru saja sampai di pengadilan tinggi untuk mengecek proses hukum yang dijatuhkan kepada Biden.


"Aju banding sudah dilakukan mereka, tapi kami masih bersikeras untuk mengajukan banding kembali. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin agar dia tidak mendapatkan keringanan hukuman lagi," terang pengacara Jake yang menangani kasus ini.


"Jangan biarkan ada satu hakim pun yang lolos dari pengawasan sehingga bisa meringankan hukumannya. Dua puluh tahun penjara itu sudah terlalu ringan dibanding pembantaian yang dia lakukan. Aku mengandalkan kalian. Cek juga lokasi tempatnya dipenjarakan. Jangan ada fasilitas khusus yang dia dapati. Karena dia bisa saja mengatur rencana untuk menyerang kita balik." Jake menjelaskan.


"Baik, Tuan. Saya mengerti."

__ADS_1


Pengacara Jake pun menyanggupi keinginan kliennya. Yang mana ia akan berupaya penuh agar Biden tidak mendapat keringanan masa hukuman. Jake pun harus melihat sendiri daftar riwayat permohonan yang dilakukan pihak Biden kepada pengadilan tinggi. Ia tidak ingin sampai kecolongan lagi. Jake berjaga penuh atas peristiwa yang belum lama ini terjadi. Ia pun menelepon Paul untuk memastikan kabar terkini.


"Halo, Paul. Aku sudah sampai di ibu kota. Bisa kita bertemu secepatnya?" tanya Jake kepada temannya.


Jake tidak bisa bekerja sendiri. Ia membutuhkan bantuan orang lain untuk mengokohkan dinastinya. Dan kini Jake akan bertemu dengan Paul sebentar lagi. Tentunya membicarakan kerja sama yang sedang mereka lakukan. Jadwal Jake begitu padat sekali.


Di Sky Grup...


"Hm, ya. Aku rasa sudah mengerti apa yang harus kulakukan setelah pertemuan tadi." Lilia membaca urutan apa saja yang harus ia lakukan setelah ini.


"Kau bekerja dengan sangat baik. Dan sebentar lagi akan menjadi nyonya besar kami. Kado apa yang kau inginkan dariku?" tanya Lara seraya tersenyum. Ia pun memasukkan flashdisk ke komputer kantor Lilia.

__ADS_1


"Tidak perlu repot-repot. Kau sudah banyak membantuku." Lilia pun menghargai tawaran Lara.


"Em, baiklah. Data ini akan kusimpan sebagai back up untuk berjaga-jaga di masa mendatang. Aku menyalin semua data karena tuan yang memintanya." Lara menjelaskan kepada Lilia tentang data yang sedang disalinnya.


Lilia mengerti.


"Nanti kirimkan saja data ini ke tuan Jake juga agar kita mempunyai dua back up-an. Jadi jika satu hilang masih mempunyai satu lagi," tutur Lara. Saat itu juga Lilia jadi mengerti bagaimana cara kerja Lara yang sesungguhnya.


Dia begitu teliti. Dia memang patut diapresiasi.


Lilia akui jika Lara begitu teliti dalam mengerjakan urusan perusahaan. Ia pun jadi berpikir ulang bagaimana jika tidak ada Lara yang membantunya. Pastinya ia akan kelabakan hari ini.

__ADS_1


__ADS_2