PERMAINAN SANG CEO

PERMAINAN SANG CEO
Rusuh


__ADS_3

"Jangan ganggu aku ...."


Begitulah yang Lilia katakan saat ada yang mencoba mengganggu tidurnya. Sifat Jake yang jahil mulai muncul kala melihat pemberontakan dari Lilia. Ia kemudian melepas kaus oblong yang dipakainya. Ia pun hanya mengenakan celananya saja. Jake juga melepas sabuk pinggangnya lalu mulai masuk ke dalam selimut Lilia. Ia bergerilya di dalam sana.


"Jake ... jangan ...."


Gundukan besar itu terlihat jelas menampakkan tubuh Jake yang berada di dalam sana. Tubuh Jake yang besar dan kekar itupun merayap-rayap di atas tubuh Lilia. Ia tidak peduli lagi dengan Lilia yang kelelahan sehabis melakukan perjalanan jauh. Ia terus saja nakal kepada wanitanya. Hingga akhirnya desah kecil itu mulai terdengar dari bibir Lilia.


"Jake, hentikan .... "


Lilia masih memejamkan mata. Tapi ia tahu siapa yang sedang menggentayanginya saat ini. Siapa lagi kalau bukan prianya. Jake seorang. Lilia pun mencoba menghindari tindakan yang Jake lakukan di dalam selimutnya. Tapi Jake tidak mau kalah. Ia semakin bergerak bebas di dalam sana.

__ADS_1


Sentuhan demi sentuhan, kecupan demi kecupan pun terjadi. Pada akhirnya Lilia terbangun dari tidurnya. Ia melihat Jake yang sedang berada di dalam selimutnya. Mau tak mau hal itu kembali terjadi. Lilia tidak bisa menolak prianya. Wanita penggoda itu jatuh kembali ke dekapan prianya, Jake Thompson.


Esok paginya...


Pagi hari yang indah telah datang. Tapi pagi hari di Swiss tidak seperti di ibu kota. Keadaan cuaca terasa dingin sehingga Lilia harus mengenakan pakaian hangatnya. Selepas mandi pun ia segera mengeringkan rambut lalu bermake up tipis. Pagi ini Lilia akan bertemu dengan calon mertuanya.


Jake sendiri tampak masih bergumul dengan selimutnya. Lilia yang deg-degan karena akan bertemu dengan orang tua Jake itu pun segera membangunkan prianya. Pada akhirnya Jake terbangun dengan malas lalu segera menuju ke kamar mandinya. Ia tanpa memakai sehelai benang pun ke sana. Lilia pun sontak menggelengkan kepalanya.


Ini adalah hari ke dua Lilia berada di Swiss. Ini juga hari pertemuan Lilia dengan calon mertuanya. Tampak ia yang sedikit khawatir menunggu waktu jumpa. Ia pun terduduk di sofa kamar sambil menunggu Jake keluar dari kamar mandinya. Pagi ini Jake akan memperkenalkan Lilia ke ayahnya. Jake sudah amat serius dengan Lilia.


Apa kabar ya, Angelina?

__ADS_1


Sambil menunggu Jake, Lilia kemudian mengirimkan pesan ke Angelina untuk menanyakan kabar. Ia mengisi waktu agar tidak terlalu deg-degan. Dan ternyata waktu di ibu kota sudah siang, tidak seperti di Swiss yang mana pagi baru saja datang. Keduanya lalu bercakap-cakap sebentar melalui jaringan telepon. Hingga akhirnya tanpa terasa Jake sudah keluar dari kamar mandi. Lilia pun segera berpamitan kepada Angelina untuk melanjutkan aktivitasnya. Sambungan telepon itu akhirnya terputus.


"Nelepon siapa?" tanya Jake sambil membuka lemari pakaiannya.


"Angelina. Aku menanyakan kabarnya," terang Lilia.


"Angelina atau Alexander?" Jake mulai menyindir Alexander.


Saat itu juga Lilia menyadari jika Jake khawatir ia akan menelepon Alexander tanpa sepengetahuannya. Lilia pun segera mendekati Jake lalu memeluknya dari belakang.


"Semua sudah kau dapatkan dariku. Lalu apa lagi yang masih membuatmu ragu?" tanya Lilia ke Jake.

__ADS_1


Jake acuh tak acuh kepada Lilia. "Aku hanya khawatir. Aku takut kau tidak cukup satu." Jake pun mulai menunjukkan tanda-tanda cemburunya.


__ADS_2